icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Anak Milik CEO

Anak Milik CEO

icon

Bab 1 Bertemu Kembali

Jumlah Kata:789    |    Dirilis Pada: 14/06/2023

n besar di bidang Apparel, Textile dan Fashion yang sepak terjangnya melesat sukses. A

ah menyiapkan sar

an kecil, ya? Yah, saat ini aku memiliki seorang malaikat ke

a dengan ceria membua

jugalah yang membuatku bersemangat kembali setela

Bunda." Aku mengecu

Wajahnya yang oriental, blasteran, membuatnya semakin tampan. Namun, hanya dengan memandang wajahnya saja, itu mengingatkanku pada pria b

sangat tampan, ya?" celetuknya den

gitu percaya diri dan aku tidak ingin Rega

di rumah kontrakan kecilku. "Egan, hari ini mungkin Bunda akan sedikit sibuk di kantor dan tak bisa menjemput kamu pulang.

n menengok ke arah suara di mana seorang pria memakai jas hitam

iak Egan dan berl

angkat tubuh Egan ke udar

u selama ini. Ia mampu menerimaku yang sudah memiliki anak. Bahkan dia j

, Say

r kalau Aiden sudah berdiri di sampingku. Aku tersenyu

ankah kamu sebagai wakil CEO sanga

Group. Sebuah perusahan Apparel, Textile & Fashion terbesar di Indonesia d

g jadi CEO-nya. Dia tidak akan membutuhkanku. Jadi nanti Ayah yang aka

hancur dan tak ada tempat bagiku berpijak, Aiden datang membawa harapan untukku dan juga Regan. Aku mema

ada guru di sana. Aku dan Aiden langsung menuju ke kanto

rapa berkas menumpuk. Pak Wildan, manajer bagian mar

gganti CEO yang lama itu mas

?" ta

a lorong ruanganku semuanya menggosipkan CEO b

ever

celetuk Sonya membuatku memut

kali dan ini mungkin sudah yang ke

lo," k

berita sang CEO baru sudah datang. Kami harus segera ber

Sonya seraya bercermin dan menambahkan rias

lekas berlalu menuju ruangan Pak Wildan dan Son

pa dokumen kepada Pak Wildan

ang." Pemberitahuan itu membuatku da

mat s

e

i

erada di depanku. Aku merasa duniaku berhenti berputar saat tatapannya kembali menusuk ke dalam retina mataku. Tatapan yang sama yang membuatku membencinya sekaligus mencintainya. Na

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Anak Milik CEO
Anak Milik CEO
“~Saat melihatnya kembali maka saat itu pula aku tak akan pernah melepaskannya lagi~ Seorang wanita tengah berjalan menuju lift di sebuah gedung pencakar langit. Beberapa berkas berada di dalam pelukannya. Ia menekan tombol lift dan menundukkan kepalanya sambil mengentak pelan high heels hitam yang dipakainya. Ting! Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pintu lift terbuka lebar dan ia segera memasukinya tanpa pikir panjang. Ia menekan tombol angka sesuai lantai yang hendak ia tuju. Namun, seketika pandangannya tertuju pada seseorang. Suasana di dalam lift itu langsung terasa begitu mencengkam, seperti ada aura gelap dan menakutkan menyelimuti lift. Tentu itu bukanlah karena kehadiran hantu, tetapi makhluk yang lebih menakutkan. Wanita itu langsung menoleh ke belakangnya untuk memastikan apakah pandangannya keliru dan tatapannya beradu dengan mata abu gelap yang begitu tajam milik seseorang yang pernah ia kenal. Orang itu menyeringai kecil dengan tatapan lapar menelusuri seluruh tubuhnya, membuat sang wanita merasa sangat gugup dan ketakutan. "Se-selamat siang, Pak Davero," gumamnya dengan gugup. "Siang," jawabnya dengan suara serak. Pria tinggi nan tampan itu melangkahkan kakinya mendekati sang wanita, membuat sang wanita terperangah dan mundur perlahan. Pria yang dipanggil Davero itu tak menghentikan gerakannya. Ia terus melangkah memojokkan sang wanita hingga menyentuh dinding lift di belakangnya, ia terlihat ketakutan karena sang pria semakin merapat. "Lama tak bertemu," ucap Davero diiringi seringaian yang membuat bulu kuduk berdiri. Sang wanita tak bisa berkutik sedikit pun. Apalagi sebelah tangan pria itu menyentuh dinding tepat di samping kepala wanita cantik itu. "A-apa yang kau inginkan dariku?" tanya sang wanita dengan suara lemah, nyaris berbisik setelah mengumpulkan segenap keberaniannya. "Kau!" Seketika tubuh wanita itu menegang dan merinding karena mendengar bisikan penuh ancaman dan penekanan yang tak terbantahkan. Tanpa sadar wanita itu menahan napasnya karena rasa takut. "You're Mine!"”