icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pelakor's Hunter

Bab 2 Kisah Sedih Ranti Pemicu Dendam

Jumlah Kata:1031    |    Dirilis Pada: 14/06/2023

cing nyebrang malam-

mengerem mendadak saat seekor kucing

masuk ke kawasan komp

dia celingukan seraya mengambil bungkusan hitam dar

membuka pintu den

Baru p

dari kamarnya saat mendeng

hrrk

dan langsung menyembunyikan bungkusan

enan ... lumayan, daripada bayar

gerakan tangan Ranti, tap

um tidur?" tan

g juga," jawab Narendra tenang, kemudian dud

, saat ini belum mempunyai

ngnya, dia bekerja seba

r Bu Diah yang tiba-tiba suda

ka-menempati kam

ah cemas dan bertanya,"Kenapa A

-tiba dia bilang pengin beli ayah," ka

mpun,

k memdengar pe

dalam kamar untuk be

an menyimpan bungkusan hitam yang tadi dib

a terlihat begitu polos. Dari sudut matanya masih

t dan pipi gembil buah hatinya. Ada

Aira dan dikecupnya d

ulai berk

bisa nahan ayahmu untuk tetap t

ning menetes d

geliat seperti merasak

n kembali tangan kecil it

jah polos

an adiknya yang kini sedang asik me

g menghebohkan datang dari daerah pinggir

i jenazah terlihat membiru seperti terkena gigitan ular berbisa. Yang menghebohkan, di kantong piyama yang dikenakannya ditemukan tulisan yang berbunyi 'Pemburu Pelakor' pada

sudah ditangani ol

er berita membaca

ing, ada senyum sinis t

s, sementara Bu Diah terli

ya Narendra tiba-t

ti langsun

n gimanaa ... gitu! Kalau liat ber

a?" tanya ibu

ng perhatian sama istri-istri sah kayak k

t orang dibunuh, k

kan bantal sofa ke arah Ranti y

p tenang di atas penderitaan istri dan anak dari laki-laki yang men

ka. Dan juga perlakuan suamimu." Bu Diah sangat mengerti perasaan putrinya y

yang hanya sebatas bahu, gerah

emm

ecil menyaksikan dr

ndak melangkah masuk kembali ke kamarnya yang ter

an, Nak?" tanya Bu Diah p

g di jalan," jawab Narendra menghenti

patuh dan mengharg

nyayangi Aira-kepo

ainan dan makanan kesukaan

akinya itu menyimpan kekecewaan d

ng tega meninggalkan dua orang wanita yang sangat

hhh

tirahat dulu sana, pasti lelah setelah kelil

gguk dan meneruskan

par masih ada makanan di dapur!" ucap Bu Diah seraya bangkit dari dudu

akut jika Ranti terlibat dalam

uk kamar, Ranti masih menat

amu pikir bisa bebas berkeliaran? Sement

leh ada pelakor lagi yang menan

SMA. Mereka menikah setelah berpacara

asar setelah diketahui mempunyai perempuan simpanan bernama Siska. Entah, s

an Mas Yuda, tapi aku senang bila pernikahan orang l

masa lalunya yang kelam bersama

*

ak

begitu keras menghen

memegangi pipinya

Kamu jahat!" ter

ukannya. Tangan mungilnya men

puan s

ngkat telapak tangannya siap untuk mendarat

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pelakor's Hunter
Pelakor's Hunter
“"Aaarrrgghhh!" Siska memegangi leher jenjangnya yang seperti tertusuk jarum, dia tak sempat menjerit, apalagi melakukan perlawanan, karena cairan yang masuk ke dalam pembuluh darahnya begitu cepat menyebar dan mematikan syarafnya. Wanita cantik dan seksi itupun tumbang dengan mata melotot dan mulut menganga serta tubuh membiru. Sejenak tangan dan kakinya masih mengejang, namun lima menit berikutnya, diam tak bergerak. "Mampus kau pelakor!" desah orang bertopeng itu. Korban terus berjatuhan, dan semua menerima kertas bertuliskan 'Malaikat Maut Pelakor' di tubuhnya. Ranti, seorang istri yang ditinggalkan suami karena pelakor, menjadi tersangka utama dengan berbagai bukti yang ada di rumahnya. Siapakah Sang 'Malaikat Maut Pelakor' itu? Benarkah Ranti yang ditinggalkan suaminya dengan sejumlah luka di tubuh dan hatinya menjadi pelakunya? Dendam itu, membutakan mata hati sang pelaku!”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Kisah Sedih Ranti Pemicu Dendam 3 Bab 3 Rumpian Ibu-ibu Komplek 4 Bab 4 Kecurigaan Polisi 5 Bab 5 Target Kedua6 Bab 6 Jatuh Korban Kedua7 Bab 7 Kecurigaan Ranti8 Bab 8 Yuda dan Keegoisannya 9 Bab 9 Kedatangan Inspektur Andika ke Rumah Ranti10 Bab 10 Viona dan Nasib Malangnya 11 Bab 11 Keluarga Kecil Ranti12 Bab 12 Pagar Makan Tanaman 13 Bab 13 Dian, Alex dan Vira14 Bab 14 Pelakor itu, Sahabatku Sendiri 15 Bab 15 Dikejar Malaikat Maut16 Bab 16 Mengapa Harus Bertemu Kasus Ini Lagi 17 Bab 17 Interogasi dan Penyelidikan Polisi18 Bab 18 Bertemu lagi dengan Andika19 Bab 19 Kegelisahan Ranti dan Kebohongan Narendra 20 Bab 20 Dihadang Begal21 Bab 21 Kembali Bertemu Inspektur Andika 22 Bab 22 Ponsel Milik Vira23 Bab 23 Korban Baru Berikutnya 24 Bab 24 Jahatnya Ayah Ranti dan Pelakornya25 Bab 25 Suamiku Bukan Malaikat Maut26 Bab 26 Perjalanan dan Perasaan yang Mulai Tumbuh 27 Bab 27 Polisi Kembali Kecolongan28 Bab 28 Siapa pelaku sesungguhnya 29 Bab 29 Perjalanan ke Desa 30 Bab 30 Bertemu 'Calon Mertua'31 Bab 31 Kembali ke Kota 32 Bab 32 Korban Baru Malaikat Maut33 Bab 33 Jabatan Andika Mulai Terancam34 Bab 34 Target Korban Selanjutnya 35 Bab 35 Sekali Tepuk, Dua Nyawa Melayang 36 Bab 36 Siapa Lagi Target37 Bab 37 Terpaksa Menerima Kepulangan Pak Surya38 Bab 38 Dingin, Sakitnya Tuh di Sini39 Bab 39 Aku Tahu Siapa Pelakunya 40 Bab 40 Kecurigaan Ranti Pada Narendra41 Bab 41 Vira Siuman