icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pelakor's Hunter

Bab 3 Rumpian Ibu-ibu Komplek

Jumlah Kata:1157    |    Dirilis Pada: 15/06/2023

ahan oleh tangan

an menyurutkan gerakan tangan Yuda, matanya nyalan

ngga kami, NARENDRA!" ucapnya membe

tangg

pun tersenyum sinis

alah kakakku satu-satunya!" teriak Narendra kalap. Padahal biasanya, dia selalu diam

a. Usianya yang baru dua tahun, tak bisa menerima kondisi seperti itu. Tubuh m

an dia harus melihat mamanya

lebih dewasa dari usi

utrinya erat, keluar dari kamar it

n amarah dan kesedihannya, hing

radang!" sungutnya perlahan. Dia tak

alam rumahnya dan memesan ojek onlin

ia ikut dengan Yuda mengontrak rumah di kompleks perumahan yang

tunya itu, terkadang hanya mampir saat ada pel

at lebam di tubuh Ranti, terkadang pelip

pi dia cukup mengerti apa yang te

awan aku!" bentak Yuda berang, men

u mau ikut campur ataupun

menarik n

Mas terus menjatuhkan tangan s

l? Dia perempuan kurang ajar! Dia berani me

u nggak akan membiark

ting pintu kamar dan melangkah pergi meninggalkan kontr

intu kamar dan hendak mengejar Narendra untuk memberi pelajaran. Na

sini, aku akan membunuhmu dengan tanganku

ke arahnya, ada pula yang mengin

seperti t

am rumah dan menutup pintu dengan ker

sedang bersantai di pinggir pagar

tak berani pulang ke rumah merek

i untuk pulang, ternyata Suaminya telah menikah

kunci rumah pada

kabar, datang surat dari pengadilan agama yang mengabark

dah peras

akit

*

h ..

h di relung hatinya, dia masih menyi

puan lain dalam kehidupan rumah tangga mereka, Yuda

palanya ke sandaran k

, terdengar den

tampak seperti gel

m sedetikpun dia duduk

eja belajarnya dan mengetuk

berjalan mo

hhh

mend

jangan-jangan ...

rus berguma

uk juga di pingg

s cari ta

ih gelisah, akhirnya Nar

*

ayuk yang baru saja keluar dari rumahnya dan bergabung dengan ibu

h seorang ibu yang mengenakan daster d

il belanja sayuran dari gerobak Mang Piping y

rang wanita pelakor?" kata Bu Ya

u kalau dia pelakor dar

san di deket korban ... tau,

mentara para ibu yang lain

i-hati! Apalagi yang merasa menjadi pelakor!" kata Bu Yayuk lagi ser

dimaksudkan hanya d

ah terbiasa dengan

. Biarpun simpanan, tapi polisi, loh!" ti

n-aman!" seru Bu Ya

emak ... apa k

i ini dia libur kerja karena hari minggu, karen

gosip hangat nih! Past

berita, sementara ibu-ibu yang lain han

a bingung, padahal dia sudah tau apa yang akan

da berita Pemburu Pelakor!

udah tau, ya ... hahaha

nti ini

Yayuk hanya

elakukan hal yang sama kayak gitu

sudn

g hadir menoleh ke ar

r yang sudah merusak rumah tangga orang lain dan menyeng

a te

uuur

ping telah hadir

pun mulai ber

kata Mang Piping yang terny

i, Bang!" ucap Ranti ta

pun bubar ke ru

gsung pulang untuk membua

Tok

ra ketukan di

a yang baru saja bangu

ntu, nampak dua orang anggota polis

pa benar di sini temp

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pelakor's Hunter
Pelakor's Hunter
“"Aaarrrgghhh!" Siska memegangi leher jenjangnya yang seperti tertusuk jarum, dia tak sempat menjerit, apalagi melakukan perlawanan, karena cairan yang masuk ke dalam pembuluh darahnya begitu cepat menyebar dan mematikan syarafnya. Wanita cantik dan seksi itupun tumbang dengan mata melotot dan mulut menganga serta tubuh membiru. Sejenak tangan dan kakinya masih mengejang, namun lima menit berikutnya, diam tak bergerak. "Mampus kau pelakor!" desah orang bertopeng itu. Korban terus berjatuhan, dan semua menerima kertas bertuliskan 'Malaikat Maut Pelakor' di tubuhnya. Ranti, seorang istri yang ditinggalkan suami karena pelakor, menjadi tersangka utama dengan berbagai bukti yang ada di rumahnya. Siapakah Sang 'Malaikat Maut Pelakor' itu? Benarkah Ranti yang ditinggalkan suaminya dengan sejumlah luka di tubuh dan hatinya menjadi pelakunya? Dendam itu, membutakan mata hati sang pelaku!”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Kisah Sedih Ranti Pemicu Dendam 3 Bab 3 Rumpian Ibu-ibu Komplek 4 Bab 4 Kecurigaan Polisi 5 Bab 5 Target Kedua6 Bab 6 Jatuh Korban Kedua7 Bab 7 Kecurigaan Ranti8 Bab 8 Yuda dan Keegoisannya 9 Bab 9 Kedatangan Inspektur Andika ke Rumah Ranti10 Bab 10 Viona dan Nasib Malangnya 11 Bab 11 Keluarga Kecil Ranti12 Bab 12 Pagar Makan Tanaman 13 Bab 13 Dian, Alex dan Vira14 Bab 14 Pelakor itu, Sahabatku Sendiri 15 Bab 15 Dikejar Malaikat Maut16 Bab 16 Mengapa Harus Bertemu Kasus Ini Lagi 17 Bab 17 Interogasi dan Penyelidikan Polisi18 Bab 18 Bertemu lagi dengan Andika19 Bab 19 Kegelisahan Ranti dan Kebohongan Narendra 20 Bab 20 Dihadang Begal21 Bab 21 Kembali Bertemu Inspektur Andika 22 Bab 22 Ponsel Milik Vira23 Bab 23 Korban Baru Berikutnya 24 Bab 24 Jahatnya Ayah Ranti dan Pelakornya25 Bab 25 Suamiku Bukan Malaikat Maut26 Bab 26 Perjalanan dan Perasaan yang Mulai Tumbuh 27 Bab 27 Polisi Kembali Kecolongan28 Bab 28 Siapa pelaku sesungguhnya 29 Bab 29 Perjalanan ke Desa 30 Bab 30 Bertemu 'Calon Mertua'31 Bab 31 Kembali ke Kota 32 Bab 32 Korban Baru Malaikat Maut33 Bab 33 Jabatan Andika Mulai Terancam34 Bab 34 Target Korban Selanjutnya 35 Bab 35 Sekali Tepuk, Dua Nyawa Melayang 36 Bab 36 Siapa Lagi Target37 Bab 37 Terpaksa Menerima Kepulangan Pak Surya38 Bab 38 Dingin, Sakitnya Tuh di Sini39 Bab 39 Aku Tahu Siapa Pelakunya 40 Bab 40 Kecurigaan Ranti Pada Narendra41 Bab 41 Vira Siuman