icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Pelakor's Hunter

Pelakor's Hunter

icon

Bab 1 Prolog

Jumlah Kata:1347    |    Dirilis Pada: 14/06/2023

atap nyalang pada beberapa lem

to wanita yang telah

ada di sisinya. Ranti mendapatkannya dengan menyewa seseorang dan menyelidi

ahabatnya yang menjadi

to siapa

, adiknya telah ber

... ini f

ikan ucapannya, Narendra tela

penggoda Mas Yuda, kan! Dan ini_?"

antornya. Intan sengaja menyisipkannya karen

Mata pemuda tanggung itu lekat menatap dengan pan

stri baru ayah," ja

sinis, matanya be

rumah tangga kita. Apalagi, karena kehadiran mereka

foto itu?" tanyanya sejurus kemudian, ber

perhitungan pada perempuan-perempuan s*alan itu!

as. Dia mengepalkan tangannya, menahan perasaa

tap tajam sosok wanita cantik dalam foto t

aru Mas Yuda," j

a mereka!" Ranti mengambil kembali foto-foto itu d

n setelah itu mulai terjadi

Korban

apnya. Kepalanya berbantal lengan kokoh Arga, sementara tangan kanannya terus b

sentuhan tangan wanita cantik dan seksi yan

embelai rambut Siska,"teruskan sentuhanmu biar lebih cepat!" bisiknya lagi, m

... Dr

a letakkan di atas meja rias milik Siska, perempuan

kan suara itu, mereka kembali a

ita itu. Inilah yang membuat Arga begitu tergila-gila pada Siska hingga rela mengeluarkan banyak uang untuk wanita simpanannya in

t ... Derr

gar suara geta

rus membelai punggung Siska yang berada di atasnya hingga akhirnya dia membalikkan pos

n sentuhan panas hingga tubuhnya ber

inng

ngan kesal Arga menghentikan aksinya yang hampir menca

nggilan, melainkan me-N

nggapai dan meraih tangan Arga, menariknya kemba

lepon yang mengganggu pergumul

i aktivitas panas itu hingga keduany

bisik manja Siska di telinga A

ayang sama kamu walaupun sedang bersama nenek lampir

tertaw

mu ceraikan dia dan menikahiku_" umpat Siska, tentu saja dalam hati. Man

ulang terlalu larut!" Arga segera melompat dari ranjang dan men

panannya, Arga bergegas keluar dari r

seorang menyelinap masuk mela

an penutup wajah dan sarung tangan yang juga berwarna hitam. Ha

ang keluarga yang terlihat nyaman dan asri karena ada taman buatan mini lengkap de

li dengan sekitar, dia mengendap c

hwa di dalam rumah itu hanya

pyan

tnya pelan saat tiba-tiba dia menabrak sebuah vas bun

elinap ke samping kanar yang be

itu?

langsung menyambar piyama yang tergantung di b

gera membuka pintu kamar, berpikir bahwa y

lihat vas bunga di depan kamarnya telah

pintu kamar dengan mata menyorot tajam. Melirik kan mata

ntu kamarnya, bermaksud mengunci d

uah tangan menarik kepalanya dan membekap mulutnya

rgghh

r jenjangnya yang se

awanan. Cairan yang disuntikkan ke tubuhnya dengan c

tumbang seketika dengan mata melotot dan mulut menganga dan suara tercekik di

menatap penuh kebencian pada Siska y

a memasukkan alat suntik yang d

npa beban sedikit pun setelah

onal, tak meninggalkan

*

ntai meskipun saat itu sudah menunj

alam. Kali ini dia pulang larut karena mengantar pesana

. Padahal belum terlalu malam jug

n lurus di depannya, semen

ya dia," Ranti tersenyum sendiri setiap kali ingat

nya serta Narendra-adik laki-lakin

rgi dengan selingkuhannya saa

ama dengannya, ditinggal suami-aya

siapapun wanita yang menjadi "Pe

hidupan rumah tangga orang lain!" katanya suatu ketika,

! Dosa_!" tim

ain! Mereka itu penjahat, Bu ibu! Bukan cuma menyakiti istri sah, tapi juga anak-anaknya

itt

an rem seca

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pelakor's Hunter
Pelakor's Hunter
“"Aaarrrgghhh!" Siska memegangi leher jenjangnya yang seperti tertusuk jarum, dia tak sempat menjerit, apalagi melakukan perlawanan, karena cairan yang masuk ke dalam pembuluh darahnya begitu cepat menyebar dan mematikan syarafnya. Wanita cantik dan seksi itupun tumbang dengan mata melotot dan mulut menganga serta tubuh membiru. Sejenak tangan dan kakinya masih mengejang, namun lima menit berikutnya, diam tak bergerak. "Mampus kau pelakor!" desah orang bertopeng itu. Korban terus berjatuhan, dan semua menerima kertas bertuliskan 'Malaikat Maut Pelakor' di tubuhnya. Ranti, seorang istri yang ditinggalkan suami karena pelakor, menjadi tersangka utama dengan berbagai bukti yang ada di rumahnya. Siapakah Sang 'Malaikat Maut Pelakor' itu? Benarkah Ranti yang ditinggalkan suaminya dengan sejumlah luka di tubuh dan hatinya menjadi pelakunya? Dendam itu, membutakan mata hati sang pelaku!”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Kisah Sedih Ranti Pemicu Dendam 3 Bab 3 Rumpian Ibu-ibu Komplek 4 Bab 4 Kecurigaan Polisi 5 Bab 5 Target Kedua6 Bab 6 Jatuh Korban Kedua7 Bab 7 Kecurigaan Ranti8 Bab 8 Yuda dan Keegoisannya 9 Bab 9 Kedatangan Inspektur Andika ke Rumah Ranti10 Bab 10 Viona dan Nasib Malangnya 11 Bab 11 Keluarga Kecil Ranti12 Bab 12 Pagar Makan Tanaman 13 Bab 13 Dian, Alex dan Vira14 Bab 14 Pelakor itu, Sahabatku Sendiri 15 Bab 15 Dikejar Malaikat Maut16 Bab 16 Mengapa Harus Bertemu Kasus Ini Lagi 17 Bab 17 Interogasi dan Penyelidikan Polisi18 Bab 18 Bertemu lagi dengan Andika19 Bab 19 Kegelisahan Ranti dan Kebohongan Narendra 20 Bab 20 Dihadang Begal21 Bab 21 Kembali Bertemu Inspektur Andika 22 Bab 22 Ponsel Milik Vira23 Bab 23 Korban Baru Berikutnya 24 Bab 24 Jahatnya Ayah Ranti dan Pelakornya25 Bab 25 Suamiku Bukan Malaikat Maut26 Bab 26 Perjalanan dan Perasaan yang Mulai Tumbuh 27 Bab 27 Polisi Kembali Kecolongan28 Bab 28 Siapa pelaku sesungguhnya 29 Bab 29 Perjalanan ke Desa 30 Bab 30 Bertemu 'Calon Mertua'31 Bab 31 Kembali ke Kota 32 Bab 32 Korban Baru Malaikat Maut33 Bab 33 Jabatan Andika Mulai Terancam34 Bab 34 Target Korban Selanjutnya 35 Bab 35 Sekali Tepuk, Dua Nyawa Melayang 36 Bab 36 Siapa Lagi Target37 Bab 37 Terpaksa Menerima Kepulangan Pak Surya38 Bab 38 Dingin, Sakitnya Tuh di Sini39 Bab 39 Aku Tahu Siapa Pelakunya 40 Bab 40 Kecurigaan Ranti Pada Narendra41 Bab 41 Vira Siuman