/0/13422/coverorgin.jpg?v=8dbc5d2ea4081bab48f62d4af138b7d2&imageMogr2/format/webp)
Arini 8 tahun yang lalu.
"Rin... niatmu sampek ke luar negeri untuk bekerja apa? Jika hanya untuk gegayaan kaya orang-orang, Bapak nggak akan kasih kamu izin. Kamu tahu, 'kan? Banyak berita buruk tentang para tkw itu. Mereka pulang membawa anak tanpa tahu siapa bapaknya. Bapak, nggak mau kamu seperti itu," kata Wahyono dengan nada tegas saat anak sulungnya meminta izin untuk bekerja ke luar negeri.
Arini terdiam sebentar memikirkan jawaban yang tepat untuk sang ayah. Laki-laki yang kini tampak rapuh karena penyakit stroke itu tampak seperti menahan tangis. Bagaimana tidak, ia merasa tidak tega saat anak-anaknya harus membantu perekonomian keluarga ini. Suratmi, sang istri hanyalah seorang buruh serabutan yang tidak setiap hari ada yang memakai jasanya.
Kehidupan Wahyono memang sejak dulu susah. Arini adalah anak sulung dan merasa harus bertanggungjawab dengan kelangsungan hidup keluarga ini. Ia masih punya dua adik. Alma dan Satria si bungsu. Mereka masih sekolah di bangku SMP dan SD. Biaya sekolah saat ini tidaklah murah.
"Bapak, sebelumnya, saya minta maaf bukan ingin menjadi seperti mereka. Tapi, niat saya kerja jadi TKW agar setidaknya Alma dan Satria bisa kuliah. Dengan mereka kuliah, kita bisa mengubah nasib keluarga ini menjadi lebih baik. Tidak usah memikirkan saya nanti bagaimana di sana. Saya akan baik-baik saja di sana." Arini menjawab dengan tenang ucapan sang ayah.
"Kalo memang itu niat kamu, Bapak akan tanda tangani surat ini," kata Wahyono yang sebenarnya berat hati.
Percakapan itu mendadak terputar di kepala Arini saat ini. Ia masih sangat syok di depan rumahnya sendiri. Baru saja tiba, mendadak, semua saksi mengucapkan kata 'sah.' Dalam hati Arini masih berpikir positif. Namun, setelah melihat siapa yang menikah, ia kembali mendapatkan syok yang luar biasa.
"Loh, itu Arini!" Seru salah satu warga dengan suara lantang dan membuat banyak tamu undangan menoleh ke arah Arini.
Arini menunduk dan mengusap air matanya dengan cepat. Di depan sana, sang adik baru saja resmi menjadi istri seorang laki-laki. Mengapa harus kekasih Arini yang dinikahi Salma? Sejak kapan mereka punya hubungan?
"Ya, Allah, Rin, kamu kok pulang nggak ngasih kabar keluarga?" tanya Ranti dengan wajah menahan rasa kasihan pada Arini.
"Aku mau bikin kejutan tapi justru aku yang terkejut," jawab Arini sambil tersenyum, menertawakan nasibnya saat ini.
"Ya Allah, Rin. Ayo ke rumah Bulek dulu, biar kamu bisa istirahat." Ranti tahu bagaimana perasaan sang keponakan.
"Bulek, kenapa nggak ada yang ngabarin aku?" tanya Arini menahan tangisnya agar tidak pecah di hari bahagia Alma dan Aksa yang tak lain adalah sang kekasih.
"Bu-Bulek minta maaf, ya." Ranti sangat panik saat ini.
Arini tersenyum miris. Ia lalu mengikuti langkah sang bibi menuju rumah wanita itu. Hanya berjarak dari rumah kedua orang tuanya yang kini telah direnovasi. Namun, mereka justru tidak memberikan kabar perihal pernikahan Alma. Kecewa, sakit hati, marah, dan banyak perasaan lain yang ada di hati dan pikiran Arini saat ini.
Sementara itu, acara resepsi pernikahan Aksa dan Alma saat ini menjadi sorotan banyak warga. Sudah jelas jika Alma merebut kekasih sang kakak. Jahat? Entahlah, dalih mereka adalah saling mencintai. Wajah Aksa mendadak seputih kertas.
Bagaimana tidak, sampai dengan dua hari yang lalu, Aksa masih menghubungi Arini. Hubungan mereka tidak ada masalah sama sekali. Kontrak kerja Arini tinggal satu tahun lagi. Arini sengaja mengambil cuti untuk pulang ke rumah untuk memberikan kejutan.
/0/26153/coverorgin.jpg?v=20320ef81d8c296b258647f0ddd538df&imageMogr2/format/webp)
/0/5008/coverorgin.jpg?v=bf80187d49dfa6d4c4874668a2ea8d5a&imageMogr2/format/webp)
/0/17369/coverorgin.jpg?v=c636ecfb089e67f8a572620eb4174d8f&imageMogr2/format/webp)
/0/19256/coverorgin.jpg?v=641b28735d21c5dbfe5b2bfc6ce3493a&imageMogr2/format/webp)
/0/8080/coverorgin.jpg?v=0f27fb98e9d0a37240cbd0f9093e1bb2&imageMogr2/format/webp)
/0/21616/coverorgin.jpg?v=70da33353d2d85f761fceb37078daded&imageMogr2/format/webp)
/0/14057/coverorgin.jpg?v=94c831b7f982301983c825857edf2680&imageMogr2/format/webp)
/0/24881/coverorgin.jpg?v=8b6a2f35ca2e80ac9be63a5b129ea426&imageMogr2/format/webp)
/0/16637/coverorgin.jpg?v=c3d4169a78d92ec9a94f028d3a0c7015&imageMogr2/format/webp)
/0/17261/coverorgin.jpg?v=211dec2471a438566a136d1b977f0108&imageMogr2/format/webp)
/0/5442/coverorgin.jpg?v=6edb6abdd0901c5c557c93d907b2e647&imageMogr2/format/webp)
/0/3918/coverorgin.jpg?v=6ee18d2d69ca04af8880489ff5c952ca&imageMogr2/format/webp)
/0/13486/coverorgin.jpg?v=4d70dc5d84d0c7c298ee2d95678721f2&imageMogr2/format/webp)
/0/22327/coverorgin.jpg?v=8a134ffe7929053d6cf2e5a45979148b&imageMogr2/format/webp)
/0/21185/coverorgin.jpg?v=db296be72cfe9c1e3d7d22674e6c6342&imageMogr2/format/webp)
/0/14167/coverorgin.jpg?v=45534e54ad36109b6f207435dbe4052f&imageMogr2/format/webp)
/0/28429/coverorgin.jpg?v=7c99feec9a63642670a17043f95d1b0b&imageMogr2/format/webp)