searchIcon closeIcon
Batalkan
Beranda / Berondong Tante Elsa
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Berondong Tante Elsa

Hasrat Nikmat Di Sekolah

Hasrat Nikmat Di Sekolah

Gemoy N
Kisah asmara para guru di sekolah tempat ia mengajar, keceriaan dan kekocakan para murid sekolah yang membuat para guru selalu ceria. Dibalik itu semua ternyata para gurunya masih muda dan asmara diantara guru pun makin seru dan hot.
Romantis Hubungan rahasiaCinta segitiga
Unduh Buku di App

“Assalamualaikum, Pak. Ada tamu.”

“Lah. Suruh masuk toh, Bu.”

__-__

“Assalamualaikum, Pak.”

“Waalaikum salam. Jadi ini toh yang dibilang Pak Hendra ada yang mau magang.”

“Pak Hendra itu siapa ya, Pak?”

“Itu, Tata Usaha.”

“Bukannya TU nya itu Bu Sinta, Pak.”

“Yo sama saja, TU nya kan ada dua. Jadi nama kamu siapa?”

“Saya Jaka, pak.”

“Oalah, saya Bapak Sulaiman, Kepala Sekolahnya. Panggil saya Pak Sulai saja, asal jangan Sule. Kalo panggil Sule tak jewwer kupinge.”

“Ii, iyaa, Pak.”

Hari ini, gw datang ke sekolah yang akhirnya menerima lamaran kerja Gw. Setelah mencari ke beberapa sekolah SD sederajat di sekitar rumah gw, akhirnya gw dapet juga, walaupun akhirnya dapet yang lumayan jauh.

Btw, Gw baru lulus kuliah beberapa bulan lalu, setelah sedari sekolah bercita-cita menjadi guru akhirnya Gw mengambil jurusan PGSD karena gw tergolong orang yang mudah akrab dengan anak kecil.

“Jadi, kamu tau sekolah ini darimana, Jak?” tanya Pak Sulaiman.

“Dari Bu Sinta pak, dia teman pengajian saya.”

“Oh, gitu. Jadi udah kenal?”

“Belum pak, saya cuma kenal nama. Jadi waktu itu saya nanya ke guru saya, dan dia bilang ke saya kalo Bu Sinta kerja disini, jadi saya disuruh tanya ke Bu Sinta.”

“Bu Sinta masih single loh, Jak.”

“Terus kenapa ya pak? Hehehe” tanya Gw heran mendengar info dari Pak Sulai.

“Kamu kalo mau deketin, deketin aja. Asal jangan pacaran disini. Enggak bagus kalo diliat anak-anak.”

“Hahahaha. Saya enggak mikir ke situ pak. Saya mah kerja aja dulu yang bener, kalo rejekinya udah bagus kan gampang nyarinya.”

“Iya iya. Bener kamu, Jak. Nih, saya langsung aja ya kasih tau tugas-tugas kamu disini.”

“Iya, Pak. Bagaimana?” tanya Gw sambil mengeluarkan sebuah buku catatan dan sebuah pulpen.

“Jadi, dua bulan yang lalu guru kelas 6 resign dari sini. Katanya ada masalah ekonomi. Akhirnya, guru kelas 4 yaitu Bu Nisa yang menggantikan. Dan karena kosong, kelas 4 kami carikan guru pengganti, dan sebulan yang lalu Bu Farhah masuk menggantikan Bu Nisa menggajar di kelas 4. Jadi tugas kamu adalah … ”

Gw mendengarkan dengan seksama dan bersiap untuk menulis.

” … Kamu membantu Bu Farhah, karena dia kan guru baru. Walaupun sama-sama baru, seenggaknya kamu harus membantunya karena juga dia lagi belajar sama guru-guru yang lain. Terus, ini yang utama nih. Kamu bantu Bu Nisa di kelas 6, karena kan sebulan lagi sudah akan USMBN, kelas 6 lagi sibuk-sibuknya nih. Kamu bantu back up yah, segala sesuatu yang dikerjakan Bu Nisa kamu bantu, jadi kan kerjanya berdua, enggak kerasa capeknya.”

“Siap pak. Sudah saya catat dan akan saya kerjakan.”

“Yasudah, kamu temui Bu Nisa di kelas 6 sana, kalau enggak ada mungkin lagi di ruang guru.”

“Baik pak, saya permisi.” Gw bangkit dari sofa dan meninggalkan ruang kepala sekolah.

_____—–_____

Sebelumnya, izinkan gw untuk menggambarkan sekolah ini. Jadi, sekolah ini adanya di perkampungan penduduk, lumayan padat tapi tidak kumuh. Dan juga sedikit jauh dari jalan alternatif jadi lumayan sulit ditemukan. Gedung ini mempunyai dua lantai. Lantai pertama ada Ruang Kelas 1, 2A dan B serta Kelas 3 berjejer. Dan dipojoknya adalah WC Siswa Laki-laki, Perempuan dan WC Guru, lalu ada jalan kecil untuk masuk ke Kamar Petugas Kebersihan. Ada juga Lapangan untuk Upacara dan Olahraga, tapi bedanya adalah lapangannya tidak tembus ke langit, karena dibagian atasnya terdapat Lantai 2, maklum keterbatasan lahan. Dan juga ada Kantin diseberang WC. Di depan pintu masuk kantin terdapat tangga untuk menuju lantai dua.

Nah, di Lantai Dua ini yang paling enak menurut Gw. Enggak tau kenapa, mungkin karena ada Pantry nya dan di pojok ada tempat guru laki-laki untuk ngerokok. Jadi gini, setelah kita naik tangga ke lantai dua, di depan kita langsung terdapat Ruang Kelas 4, 5 A dan B serta Kelas 6 berjejer ke arah kanan. Di sebelah kiri kelas 4 itu ada Pantry seperti yang gw bilang tadi. Isinya, ya alat-alat dapur untuk guru dll ngeteh atau ngopi sekedar untuk bersantai. Nah, kalo kita masuk ke Pantry, disana ada pintu 2 yang bisa ditutup setengah badan. Disana tempat terbuka untuk guru merokok, jadi bisa ngerokok tanpa ketahuan murid. Didepan pantry ada Ruang Guru dan Tata Usaha, disela oleh Tangga, lalu Ruang Kepsek. Disamping Ruang Kepsek ada Aula yang juga dipakai sebagai Musholla untuk anak-anak melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah. Dan dipojok ujung lorong terdapat gudang. Begitu lah tadi sedikit room tour yang diberikan Bu Sinta sambil kami berjalan menuju Ruang Kepala Sekolah.

_____—–_____

*tok tok tok

“Assalamualaikum.” Gw ketuk pintu kelas 6 untuk menemui Bu Nisa.

Tidak ada jawaban, gw memberanikan diri untuk melongok sedikit ke dalam kelas. Ya, itu ada Bu Nisa yang sedang sibuk fokus di depan laptopnya. Sebagai penggambaran, dia nampak seperti mamah-mamah muda dengan seragam guru yang nampak pas dengan dia. Sedikit lipatan pinggang terlihat, wajar sajalah bila sedikit gemuk. Tapi itu tidak menutup kecantikan wajahnya yang terlihat seperti muka orang arab itu. Dan toket, besar mengguntai. Gw yakin kalo dipegang pasti empuk kayak Squisy.

*Tok tok tok

“Assalamualaikum, Bu Nisa?”

“Eh, iyaa. Masuk.” Bu Nisa nampak kaget karena konsentrasinya dipecahkan oleh pemuda yang akan membantu menyelesaikan pekerjaannya itu.

“Ini bu, saya … ”

“Jaka kan?” Dengan cepat Bu Nisa melanjutkan kalimat yang akan Gw ucapkan.

“Jadi, kamu disuruh Pak Sulai bantuin saya kan yah?” lanjutnya.

“Iya bu. Jadi, bantuin apa yah??”

“Saya sih enggak tau mau nyuruh kamu apa. Cuman ini, saya bingung nih.” kata Bu Nisa sambil menggeser laptopnya agar Gw bisa melihat apa yang dia sedang kerjakan.

“Ada apa bu?”

“Saya kan disuruh masukin nilai anak kelas 6 dari mereka masih kelas 4. Dan kemarin saya udah minta Pak Hendra masukin data identitas anak-anak, tapi pas saya buka, entah kepencet apa jadi rusak semua rumusnya. Terus kan saya minta backupnya ke Pak Hendra, tapi dia bilang enggak nyimpen, soalnya disimpen langsung ke flashdisk saya. Terus saya minta tolong masukin lagi dianya kayak begitu, enggak mau gitu. Akhirnya ini saya kerjain sendiri manual semuanya.” Bu Nisa menceritakan detail alasan mengapa ia tadi sangat fokus ke layar laptopnya.

“Ohh, kalo ini mah bu saya bisa.”

“Ehh, bener kamu bisa??!!” tanya Bu Nisa dengan nada penuh harap.

“Iya bu, tapi kita mesti masukin rumusnya ke tiap-tiap cell ke tiap-tiap sheet.”

“Yaudah ayo kita kerjain.”

Saat itu, hampir semua anak-anak sudah meninggalkan sekolah. Tetapi beberapa guru masih ada yang mengerjakan pekerjaan di sekolah. Gw dan Bu Nisa sedang duduk berdua di kelas 6 mengerjakan pekerjaannya yang dia sebut-sebut sebagai aplikasi penilaian itu. Dan sambil mengerjakan, kami pun terlibat obrolan untuk saling mengenal satu sama lain.

“Itu, Jaka. Kelewat satu.”

“Oh iya bu, yang ini ya?”

“Iya tuh. Kamu bisa komputer, Jak?”

“Lumayan bu, basic mah bisa. Asal jangan mentang-mentang bisa sedikit dikira bisa semua ajah. Hahaha.”

“Ya seenggaknya bisa gitu. Kamu kuliah kan, Jak?”

“Iya bu, baru lulus bulan lalu.”

“Ohh, bagus bagus. Akhirnya ada lagi generasi muda yang mengajar disini”

” …. ” Gw tetap mengerjakan aplikasi itu, karena bingung mau jawab apa.

“Rumah kamu dimana, Jak?”

“Enggak jauh setelah mall situ, Bu. Ibu tau ga?”

“Oalah, deket rumah Bu Farhah itu. Kesanaan dikit itu rumah saya.”

“Bu Farhah guru baru ya, Bu? Yang gantiin ibu di kelas 4?”

“Iya. Dia bagus tuh kerjanya, semua guru gantian diminta ajarin segala macamnya biar dia cepet ngerti. Dia juga suka bawain guru-guru kue buat sarapan, bikinan ibu nya katanya.”

“Tapi saya belum ketemu dia bu tadi.”

“Nanti aja kalo kamu mau pulang juga palingan dia lagi di Ruang Guru.”

“Tiap hari sore terus tuh bu pulangnya?”

“Iya tuh anak. Salut saya sama dia. Nanti deh saya kenalin sama dia. Cantik loh anaknya, kalem enggak ganjen kayak Muti.”

“Muti siapa, Bu?”

“Itu, guru kelas 5B.”

“Saya belum kenal, Bu. Hehehe.”

“Jadi, yang udah kamu kenal disini siapa aja?”

“Bu Sinta, Pak Sulai sama ibu.”

“Tapi tadi papasan sama yang lain gak?”

“Kayaknya sih, tapi enggak tau itu guru atau bukan.”

“Yaudah, nanti saya kenalin deh.”

Segala rumus yang rusak di Aplikasi Penilaiannya sudah Gw perbaiki. Akhirnya, kelar juga. Gw kira bakalan lama, ehh enggak taunya sebentar. Di samping Gw Bu Nisa sedang mengabari suaminya.

“Bu … ”

“Kenapa, Jak.” tanya Bu Nisa karena tadi dia sedang mengabari suaminya bahwa dia akan pulang agak sore untuk menyelesaikan pekerjaannya. Jadi dia meminta untuk menjemput sekitar jam 5 nanti. Begitulah kira-kira isi chat yang tadi Gw intip.

“Ini udah rapih.” kata Gw sambil menggeser laptopnya agar ia bisa melihat hasil pekerjaan Gw.

“Ehh, iya. Makasih ya, Jak.” kata dia tersenyum menatap laptopnya.

“Kan udah jadi tugas saya bu bantuin ibu sama Bu Farhah.”

“Ehh, iya. Yuk ke Ruang Guru. Biar saya kenalin kamu ke guru-guru yang lain.”

Bu Nisa mematikan laptopnya, Gw pun membantu mencabut charger laptop dan membantu menggulung kabelnya. Lampu, AC, Bu Nisa matikan. Sudah menjadi kewajiban untuk para guru melakukan hal itu bila meninggalkan ruangan.

Dari belakang, Gw bisa melihat bentuk pantatnya Bu Nisa yang aduhaii. Sebenernya badannya tuh biasa aja, enggak gendut, enggak langsing juga. Cuma agak berisi. Montok, cuma enggak ditonjolin kemontokannya. Tapi sampe sini gw enggak ada niat apa-apa sama Bu Nisa, orangnya baik kok. Asik dahh lebih tepatnya.

“Assalamualaikum.” ucap Bu Nisa memasuki Ruang Guru.

“Waalaikumussalam.”

“Nih, Jak.”

“Waalaikumussssss salaaamm.” terdengar suara jawaban salam. Beda, ini beda dengan yang tadi. Tadi terdengar sangat lemah lembut, yang ini terdengar sangat ceria.

“Mut, jaga sikap ih ada perjaka nih.”

“Ehh, … ” ketika aku masuk, Gw melihat ada dua perempuan. Yang satu sedang duduk menghadap laptopnya, dan yang satu lagi membalikkan badannya ke arah kaca dan membenarkan jilbabnya.

“Assalamualaikum, akhi.” sapa wanita yang menyisipkan jilbabnya menutupi hidung dan mulutnya agar menjadi seperti cadar sambil melakukan salam jarak jauh  yang Gw yakini ia adalah Muti. Dan satu lagi, yang sedang fokus didepan laptopnya Gw yakin adalah Farhah.

“Hahahaha. Tuh, bener kan. Muti tuh yang anaknya genit. Kalo ini Farhah, kalem kan.”

“Ya setiap orang kan beda-beda, Bu. Jangan dibanding-bandingin gitu juga. He-he-he.” jawab gw sekenanya.

“Subhanallah, akhi. Kamu baik sekali belain aku.” kata Muti dengan senyum rayunya. Farhah juga ku liat dia tersenyum ke Gw.

Baca Sekarang
Aku Simpanan Tante-Tante

Aku Simpanan Tante-Tante

Cezar Damarlangit
Andra terjebak dalam dunia kelam. Dia menjalani hidup sebagai berondong simpanan dua orang wanita kesepian. Suatu hari Andra bertemu seorang gadis mandiri yang membuat Andra ingin kembali ke jalan yang benar. Bisakah Andra terlepas dari jeratan dua orang tante yang telah memberinya kemewahan? Mauk
Lebih R18+Role PlayFantasiPengkhianatanHubungan rahasiaBudak seksualPlayboyMenarikTampan
Unduh Buku di App
BERONDONG PERKASA

BERONDONG PERKASA

Agneslovely2014
Bacaan Komedi Romantis Dewasa! Danny Sasmita, remaja yang berusaha mencari jati diri. Dia punya tetangga baru yang cantik dan bening dilihat, namanya Tante Camelia. Diam-diam Danny sering kepo mengintip aktivitas pribadi si tante dengan teropong canggih miliknya. Suatu hari saat Tante Camelia bar
Romantis R18+KeluargaCinta segitigaPernikahan kilatPlayboyPria SejatiTampanLaki-laki nakalPerbedaan usia
Unduh Buku di App
Mengejar Berondong

Mengejar Berondong

Bebbyshin
Good looking, kaya raya, cool, pengertian dan nyaman adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk menjadi kekasih seorang Xavera Grizelle. Karena persyaratan sempurna itulah membuat Xavera sampai usia hampir kepala 3 belum menemukan jodohnya. Kurang satu syarat saja, Xavera rela memutuskan hubunga
Romantis R18+HumorCinta pada pandangan pertamaPria SejatiTampan
Unduh Buku di App
Pacarku Berondong

Pacarku Berondong

Salwamaulidya
Terpaut usia sepuluh tahun, Meira merasa Daniel terlalu muda untuknya. Berkali-kali wanita 35 tahun itu menolak sang berondong, tetapi Daniel tetap kukuh pada pendiriannya untuk menjadikan Meira istrinya. Masalahnya, cinta beda usia tidak selalu berjalan mulus. Lebih banyak rintangan dan penentanga
Romantis R18+Tampan
Unduh Buku di App
Dinikahi Berondong Bucin

Dinikahi Berondong Bucin

Noorie
Menjadi janda yang memiliki paras cantik membuat Mentari Harsaya menjadi musuh bersama para wanita di lingkungannya. Di sisi lain, Ranggi, seorang berondong pemilik kafe, tidak mau menyerah mengejar cinta Mentari, meskipun sudah ditolak puluhan kali. Mentari yang muak dengan gunjingan dan 'teror' R
Romantis R18+KeluargaCinta pertamaPerceraianCEOMenarik
Unduh Buku di App
Berondong Simpanan Istriku

Berondong Simpanan Istriku

LUNA SANI
Apa Jadinya jika seorang suami tidak bisa memenuhi nafkah batin seorang Istri?
Romantis KeluargaMisteriCinta yang dipaksakanPerceraianPria SejatiMenarik
Unduh Buku di App
Takdir Cinta Berondong Tampan

Takdir Cinta Berondong Tampan

Rianievy
Perasaan cinta luar biasa diwaktu yang salah, juga perburuan akan hausnya tantangan dalam suatu hubungan semakin mengikat erat. Kepura-puraan perasaan semakin giat untuk saling menutupi rasa yang sebenarnya tampak begitu besar hingga tak mampu terbendung. Ini bukan perkara Drama Rumah Tangga biasa,
Miliarder R18+Balas dendamCinta segitigaCEOPlayboyTampan
Unduh Buku di App
Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong

Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong

Aira Tsuraya
Hati Ratih Apsari hancur lebur saat melihat suaminya sedang berselingkuh dengan wanita lain di depan mata. Mereka bertengkar hebat dan Ratih memutuskan bercerai. Saking sedihnya, Ratih sampai salah masuk mobil saat di parkiran dan membuat dia bertemu Derryl Dariawan. Ratih bahkan menghabiskan sepanj
Romantis R18+Hubungan rahasiaCEOPria SejatiTempat kerja
Unduh Buku di App
Tante, mau kan jadi Mamaku?

Tante, mau kan jadi Mamaku?

Amih Lilis
Aku Intan Mulia Mardani. Mahasiswi tengah semester, tiba-tiba punya tetangga seorang duda yang gantengnya gak kaleng-kaleng. Mahardika Akbar Fahreza. Sayangnya, tuh duda punya anak nakalnya naudzubillah, yang tiap hari bikin aku naik darah. Ratu Isabella namanya. Membuat aku mikir 1000x untuk seke
Romantis KeluargaHumorModernBenci tapi CintaPengasuhan AnakImutOrang rumahanCerdasCuekNarasi Nonlinier
Unduh Buku di App
Terjebak Cinta 2 Berondong Tampan

Terjebak Cinta 2 Berondong Tampan

Agneslovely2014
Laura tidak pernah menyangka bahwa kehidupan percintaannya bisa sedemikian rumit setelah menjadi dosen di kampus FKH UGM. Mungkin di usia 32 tahun, dia agak terlambat menikah. Tetapi, ketika dia bertemu dengan James, mahasiswanya yang berusia 21 tahun. Dia ditembak dalam waktu kurang dari sebulan da
Romantis R18+KeluargaFantasiPerkosaanCinta segitigaDokterPria SejatiTampan
Unduh Buku di App

Sedang Tren

Melahirkan anak untuk CEO Derita Istri Simpanan Pria Angkuh Wanita Rahasia CEO Angga & Ana Our Destiny LOLOLOVE : My Billionaire Secretary
Cinta, Dusta, dan Vasektomi

Cinta, Dusta, dan Vasektomi

Finn Blake
Dengan usia kehamilan delapan bulan, kupikir aku dan suamiku, Bima, sudah memiliki segalanya. Rumah yang sempurna, pernikahan yang penuh cinta, dan putra ajaib kami yang akan segera lahir. Lalu, saat merapikan ruang kerjanya, aku menemukan sertifikat vasektominya. Tanggalnya setahun yang lalu, jauh
Romantis KriminalCerita MenegangkanPengkhianatanBalas dendamKehamilan
Unduh Buku di App
Berondong Tante Elsa novel gratis tanpa aplikasiDownload Berondong Tante Elsa novel PDF Google DriveBerondong Tante Elsa gratis tanpa beli koin dan offlineBerondong Tante Elsa
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Berondong Tante Elsa

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Berondong Tante Elsa di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Berondong Tante Elsa novel gratis tanpa aplikasi,Download Berondong Tante Elsa novel PDF Google Drive,Berondong Tante Elsa gratis tanpa beli koin dan offline.