Gara-Gara Taruhan
5.0
Komentar
449
Penayangan
22
Bab

Delapan pria yang masih perjaka tampan tiba-tiba saja disuruh menikah dengan orang tuanya masing-masing. Namun mereka tidak memiliki jodoh sama sekali. Ketika tahu masa lajangnya sudah ditentukan kapan berakhir oleh orang tua mereka. Apa yang mereka lakukan? Apakah mereka mencari wanita yang mau? Atau mereka akan melakukan berbagai cara agar tidak dijodohkan? Saksikan kisah kedelapan pria tersebut.

Gara-Gara Taruhan Bab 1 DIKEJAR DEADLINE.

Bagaimana jadinya kalau kalian mendengar kata mafia? Apakah kalian takut dengan mafia? Atau sebaliknya kalian menjadi tegang. Bahkan kalian akan lari terbirit-birit ketika bertemu dengan mereka.

Di sini aku bercerita tentang kedua kakak beradik yang notabenenya kembar. Mereka adalah Bayu dan juga Fendy. Meskipun mereka kembar dan juga tampan. Namun mereka adalah pria yang terkejam dan juga dingin seperti es batu. Eh... salah... seperti gunung es yang berada di antariksa. Salah lagi deh Antartika.

Pada malam itu Fendy yang selesai melakukan aktivitas fisik terganggu dengan ponselnya. Lalu Fendy segera mengangkat ponsel itu tanpa melihat namanya.

"Hallo," sapa Fendy yang duduk di sofa.

"Kapan kamu pulang???" tanya suara pria paruh baya yang berada di seberang sana.

"Ini siapa ya?" tanya Fendy yang benar-benar tidak tahu.

"Aku bapakmu," jawab pria itu.

"Tumben papa menelpon. Ada apa Pa?" tanya Fendy.

"Di mana adikmu?" tanya pria itu lagi.

"Ada. Bayu sedang latihan bersama di markas," jawab Fendy.

"Besok malam kalian harus sudah berada di rumah. Kalau tidak kalian akan tanggung akibatnya!" titah pria itu.

"Baiklah," ucap Fendy yang melemah.

Sambungan terputus.

Fendy menghela nafasnya tanda kesal. Fendy tahu apa yang akan dibicarakan kali ini. Fendy bingung mau menjelaskan masalah ini ke Bayu.

"Pasti pembahasannya adalah kapan kalian menikah?" gumam Fendy yang kesal.

Tak lama kemudian datang saudara kembarnya itu yang bernama Bayu. Dengan wajah dinginnya Bayu masuk ke dalam kamar Fendy. Bayu melemparkan tubuhnya di ranjang king size milik Fendy.

"Apakah kamu dapat telepon dari Papa?" tanya Bayu yang malas.

"Dapat," jawab Fendy yang duduk.

"Memangnya kenapa kita disuruh pulang ke Jakarta?" tanya Bayu.

"Ya biasalah. Papa ingin menagih janji kita," jawab Fendy.

"Janji apa?" tanya Bayu yang menyelidik.

"Kamu enggak tahu janji itu?" tanya Fendy yang kesal.

"Jujur aku enggak tahu," jawab Bayu.

"Kamu tahu tiga bulan ke depan usia kita sudah menginjak dua puluh delapan tahun. Kalau dalam tiga tahun ini kita enggak dapat cewek. Maka papa mama akan menjodohkan kita dengan perempuan aneh," ucap Fendy yang kesal.

Seketika Bayu teringat akan janji itu. Matanya membelalak sempurna. Bayu segera bangun dari tidurnya.

"Apa!!" seru Bayu.

"Iya itu benar. Itulah perjanjian yang sudah kita tanda tangani. Sebelum kita ke tanah Finlandia sini," jawab Fendy.

"Sial bener ya kita. Gara-gara tanda tangan itu kita dikejar deadline," ujar Bayu yang lemah.

"Kamu kira ini deadline?" tanya Fendy yang kesal.

"Anggap saja kita dikejar deadline. Bagaimana kita bisa mencari dalam tiga bulan ke depan? Apakah kita harus menculik dua wanita untuk dinikahi?" tanya Bayu balik.

"Bisa saja. Kalau aku mudah. Tinggal culik, sekap selama beberapa bulan lalu nikahi," jawab Fendy yang asal.

"Kalau kamu enggak suka?" tanya Bayu.

"Ya tinggal cerai saja. Balikin ke rumah orang tuanya dengan baik-baik," jawab Fendy enteng.

"Kamu itu Fen... Sifatmu yang satu itu tidak bisa berubah ya?" tanya Bayu.

"Lebih baik kamu pulang. Aku tetap di sini berkarir sebagai gitaris dan juga produser musik. Kalau pun mereka mencari aku bilang saja sibuk!" perintah Fendy.

"Terserahlah. Kalau aku enggak balik gimana?" tanya Bayu.

"Enggak usah balik sekalian. Kamu tahu Asco Group butuh kamu," jawab Fendy.

"Apakah kamu enggak mau di Asco?" tanya Bayu yang duduk tegak.

"Aku tidak cocok dibidang properti," jawab Fendy yang duduk bersantai.

"Ya udah kalau itu keputusanmu. Aku juga tidak akan memaksamu. Aku besok akan pulang ke Jakarta," ujar Bayu yang mengalah.

Akhirnya Bayu memutuskan untuk pergi meninggalkan Fendy. Dengan berat hati Bayu mengalah untuk menikah di usia 28 tahun. Melihat kepergian Bayu, Fendy tidak tega dengan Bayu. Namun apa daya Fendy masih ingin hidup bebas.

"Maafkan aku. Jujur sampai saat ini aku belum kepikiran untuk nikah. Kalau pun ingin menikah itu juga harus dari dasar hatiku," batin Fendy.

Bayu segera mengemasi barang-barangnya. Tak lama kemudian ada seorang pria yang seumuran mendekatinya, "Tuan."

"Ya," balas Bayu. "Siapkan aku tiket pesawat untuk kembali ke Jakarta!"

"Kenapa tuan tidak memakai jet pribadi saja?" tanya Arga nama sang asisten.

"Aku malas menggunakan jet. Aku ingin belajar bersosialisasi. Selama ini hidupku berkutat pada dokumen-dokumen sialan itu," geram Bayu.

"Baiklah kalau begitu saya siapkan dulu. Apakah Tuan mengajak saya?" tanya Arga.

"Terserah kamu. Kamu mau ikut apa tidak?" tanya Bayu.

Setelah mengemasi barang-barangnya, Bayu melemparkan tubuhnya di ranjang king size-nya itu. Mata Bayu terpejam dan mengingat surat perjanjian yang sudah ditandatanganinya. Jika diingat-ingat surat perjanjian itu sudah memberikan waktu yang cukup lama kurang lebih delapan tahun. Selama delapan tahun Bayu sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk.

Bayu memang sengaja mendirikan perusahaan Stars Corps bersama Fendy beberapa tahun lalu. Hasilnya cukup menggiurkan dan enggak segede Asco Group. Stars Corps sendiri bekerja di bidang seni untuk menaungi beberapa band metal dunia. Dengan kecerdikannya dan kejeniusannya, Stars Corps sendiri bisa menyaingi label-label rekaman besar di dunia. Bayu sangat kecewa ketika kariernya sudah berada di angin malah dipatahin oleh papanya itu. Namun apa daya Bayu harus pulang. Ketimbang papanya yang menghancurkan Stars Corps lebih baik Bayu mengalah.

Beberapa hari kemudian Bayu sudah sampai Jakarta. Saat berada di bandara beberapa Pengawal White Eragon sudah menunggu kepulangannya.

"Selamat datang kembali Tuan," sapa Bayu.

"Ya," sahutnya dengan tegas. "Antarkan aku ke markas!"

"Baik Tuan," balas yang lainnya.

Setelah itu para Pengawal mengajak Bayu ke markas. Bayu tidak mau kalau kepulangannya memberikan kehebohan pada keluarganya itu. Di dalam perjalanan Bayu mendapatkan amplop dari kepala pengawalnya, "Apa ini?"

"Maaf Tuan. Tuan March menitipkan ini. Karena di mansion utama ada seorang perempuan yang terobsesi pada anda," jawab Ray.

"Siapa dia?" tanya Bayu.

"Saya kurang tahu Tuan. Kata Tuan March semua data-data sudah ada di situ semua," jawab Ray.

Sesampainya di markas besar White Eragon. Bayu disambut oleh teman-teman seperjuangannya. Bayu hanya menghela nafasnya dengan kasar.

"Syukurlah kalian di sini," ucap Bayu.

"Ada apa memangnya?" tanya Saga.

"Ada apa di mansion?" tanya Bayu yang menghempaskan bokongnya di sofa single.

"Di mana Fendy?" tanya Irwan.

"Fendy tidak pulang. Fendy memutuskan untuk tinggal di Helsinki," jawab Bayu.

"Syukurlah kamu cepat pulang. Kalau tidak pulang Asco akan jatuh," ucap Joko.

"Maksudmu apa?" tanya Bayu yang tidak mengerti.

"Ya kamu harus tahu apa yang terjadi selama ini dengan Asco," jawab Andi.

"Apakah kamu sudah menerima amplop dari March?" tanya Joko.

"Ya aku sudah menerimanya," jawab Bayu. "Yang jadi pertanyaan ke mana March?"

"March mengejar musuh ke Den Haag," jawab Irwan.

"Sebenarnya ada apa sih?" tanya Bayu yang makin pusing.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Sischa Daniasri

Selebihnya

Buku serupa

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku