Login to Bakisah
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Menikah dengan Suami Misterius

Menikah dengan Suami Misterius

Edita Dias

5.0
Komentar
31.1K
Penayangan
511
Bab

Shella memiliki masalah serius ketika keluarganya mencoba memaksanya untuk menikah dengan pria tua yang mengerikan. Dalam kemarahan, dia menyewa gigolo untuk berakting sebagai suaminya. Dia kira gigolo itu membutuhkan uang dan melakukan ini untuk mencari nafkah. Sedikit yang dia tahu bahwa pria tersebut tidak seperti itu. Suatu hari, dia melepas topengnya dan mengungkapkan dirinya sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Ini menandai awal dari cinta mereka. Pria itu menghujaninya dengan semua yang dia inginkan. Mereka bahagia. Namun, keadaan tak terduga segera menjadi ancaman bagi cinta mereka. Akankah Shella dan suaminya berhasil melewati badai? Cari tahu!

Bab 1 Cinta Satu Malam dengan Pria Asing

Shella Santoso merasa tubuhnya terbakar seperti baru saja menyelam ke dalam genangan lava cair.

Dia ingin sekali mencari sesuatu untuk mendinginkan tubuhnya.

Ketika tubuh kekar seorang pria menindihnya, dia secara naluriah melengkungkan punggungnya dan berbisik, "Niko ...."

Meski tidak menjawab, gerakan pria itu menjadi lebih kuat sehingga hampir mencapai tingkat yang liar.

Saat pagi tiba, cahaya matahari yang lembut membanjiri kamar hotel.

Ketika SheIla berguling, dia menabrak tubuh seorang pria yang terasa hangat.

Setelah bermimpi menghabiskan malam penuh hasrat bersama pacarnya, mata Shella terbuka lebar dan dia melihat wajah tampan seorang pria yang tampak asing.

Karena terkejut, dia langsung berseru, "Siapa kamu? Kenapa kamu ada di ranjangku?" Shella menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, lalu bertanya dengan cemas, "Apa yang terjadi tadi malam?"

"Seharusnya aku yang bertanya padamu," jawab Arya Iswari dengan tenang sambil membuka matanya. Dia menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dan menanggapi wajah panik Shella dengan dingin. "Tadi malam, aku minum alkohol terlalu banyak, lalu pergi ke kamarku. Ketika keluar dari lift, kamu mendekatiku dan mulai meraba-raba tubuhku. Sepertinya, kamu cukup mahir untuk mendapatkan pelanggan di hotel."

Shella merasa malu sekaligus marah, dia kaget karena pria itu mengiranya sebagai seorang wanita penghibur.

Dia ingin menampar pria itu, tetapi selimut yang membalut tubuhnya terjatuh sehingga tubuhnya yang tanpa busana terlihat jelas.

Shella segera meraih selimut untuk menutupi tubuhnya dan dengan tegas berkata, "Apa yang terjadi tadi malam akan menjadi rahasia kita berdua. Begitu kamu pergi, kita akan melupakan kejadian itu. Kamu akan menyesal jika berani menyebarkan rumor mengenai insiden ini!"

Shella bangkit dengan kesal, lalu berniat membasuh tubuhnya untuk melupakan kejadian semalam. Namun begitu dia berdiri, kakinya gemetar dan dia mulai terjatuh.

Ketika Shella mengira dia akan menyentuh lantai, pria itu meraih pergelangan tangannya sehingga dia terjatuh kembali ke ranjang. Shella tampak terkejut saat berbaring pada Arya dan menatap pria itu.

Dia menyadari tangannya secara tidak sengaja bertumpu pada pria itu, sehingga dapat merasakan otot-otot padat di bawahnya.

Shella merasa malu dan berharap dia bisa menghilang dari tempat itu.

"Sepertinya, kamu sangat menyukai tubuhku?" Arya tertawa kecil dengan nada kesal.

Pipi Shella seolah terbakar saat membebaskan diri dan menegaskan, "Kejadian semalam adalah sebuah kesalahan karena aku minum terlalu banyak. Jangan bandingkan aku dengan wanita yang murahan."

Shella berdiri, lalu berjalan ke kamar mandi. Dari sudut matanya, Arya melihat noda merah di ranjang dan menyadari bahwa Shella baru pertama kali melakukan hal itu.

"Tunggu sebentar!" ucap Arya untuk menghentikan Shella. "Tadi malam, aku tidak sengaja. Kita bisa menikah jika kamu menginginkannya."

"Menikah?" Shella merasa marah dan menatap pria di hadapannya dengan mata berkaca-kaca. "Apakah kamu masih belum puas? Sekarang, kamu ingin menjadi suamiku agar kita bisa melakukannya lagi? Kamu benar-benar konyol!"

Arya terkejut ketika melihat reaksinya.

Dia terbiasa menghadapi wanita yang tertarik pada dirinya, tetapi dia tidak pernah menawarkan diri untuk bertanggung jawab. Sikap Shella yang menantang merupakan hal baru baginya.

Arya mengenakan setelan jas mahalnya, lalu mengeluarkan sebuah kartu nama yang elegan dan meletakkannya di nakas.

"Hubungi aku jika kamu berubah pikiran."

Setelah Arya pergi, Shella membenamkan diri ke dalam bak, lalu menggosok bekas merah di kulitnya. Suasana di dalam terasa sangat hening, sehingga dia hampir merasakan napas berat pria itu.

Karena kewalahan, Shella menutup telinganya dan berjuang untuk menerima bahwa dia telah melakukannya dengan pria asing.

Satu jam kemudian, Shella yang kelelahan kembali ke rumah, dia tidak yakin bagaimana harus menghadapi kejadian pada malam sebelumnya.

Ketika berada di dekat vila, dia mendengar percakapan Lea dan Rosa di dalam.

"Bu, semuanya berjalan sesuai rencana kita! Pria yang aku sewa untuk menemani Shella baru saja menelepon. Dia telah melakukan pekerjaannya, tapi tidak sempat mengambil foto karena kameranya rusak. Seandainya kita bisa menunjukkan foto itu pada Niko, aku yakin dia pasti akan semakin membenci Shella," ucap Lea Santoso, kakak tiri Shella, dengan bahagia karena rencananya berhasil.

Ibu tiri Shella yang bernama Rosa menjawab dengan sinis, "Tidak masalah. Niko tidak akan menerima Shella kembali, meski tidak ada bukti. Aku dan ayahmu punya rencana lain untuk Shella."

Rasa penasaran mendorong Lea untuk bertanya, "Rencana apa?"

Rosa tersenyum penuh kemenangan ketika menjawab, "Apakah kamu ingat Umar Purbawa yang menghadiri pesta tadi malam?"

"Umar Purbawa? Pria aneh yang berusia lima puluhan? Rumor mengatakan dia telah menikah sebanyak enam kali dan semua istrinya meninggal! Apakah dia terobsesi pada Shella?" tanya Lea dengan wajah tidak percaya.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Buku lain oleh Edita Dias

Selebihnya
Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku