Nuranisah
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Nuranisah
Ketika Rencana Jahatmu Kembali Kepadamu
Romantis Maura Laksmi, gadis polos berusia 21 tahun, baru saja diterima bekerja di rumah mewah keluarga Santoso, konglomerat ternama di kota. Cantik alami dan berhati lembut, Maura selalu berusaha menjaga sikapnya agar tidak mencolok di antara para pegawai yang sudah berpengalaman.
Namun, takdir seakan menaruh ujian berat padanya. Suatu malam, Ravel Santoso, putra sulung keluarga itu, pulang dalam keadaan mabuk setelah patah hati karena tunangannya tiba-tiba menikah dengan sahabatnya sendiri. Malam itu, Maura harus menanggung akibat kelalaian Ravel-yang membuatnya trauma dan membuatnya memutuskan pulang ke rumah kakek dan neneknya.
Beberapa bulan kemudian, nasib kembali memperlihatkan ujian yang lebih besar. Maura menyadari bahwa dia sedang mengandung buah dari malam yang menghancurkan hidupnya itu. Kini, dia harus menghadapi dilema yang berat.
Haruskah dia meminta pertanggungjawaban Ravel, pria yang tak pernah ia duga akan menghancurkan hidupnya? Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.