Kaisi Nailil Aroik
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Kaisi Nailil Aroik
I am always waiting for you (I'm fine 2)
Romantis Aldy Fathee seorang CEO di perusahaan PT Fathee grup. Ia terkenal dengan kekejaman dan arogannya.
Sifat Aldy berubah semakin kejam, dan tak mau dibantah oleh siapapun, ketika kekasihnya meninggalkannya.
Ara Valeria Atmaja, wanita yang memiliki HIV karena dilecehkan oleh lima pria sekaligus. Ara meninggalkan Aldy untuk berobat, ia juga tak mau memberi tahu Aldy dimana dirinya berada.
Hingga pada suatu kejadian, ketika mama Aldy telah menjodohkannya dengan Melly. Aldy memiliki satu proyek besar yang di lakukan oleh empat perusahaan ternama dan salah satu perusahaan itu milik Ara.
Aldy ingin memeluk Ara, tapi entah kenapa sifat Ara berubah dingin tak tersentuh. Aldy kira Ara berubah. Namun, suatu kejadian ketika Aldy menghampiri Ara, ia terserempet mobil.
Sejak itu Aldy masih percaya jika Ara masih tetap, tapi apa penyebab dari perubahan sifat Ara yang dingin.
apakah cinta keduanya bisa bersatu, meskipun Aldy sudah memiliki tunangan? atau malah Ara pergi kembali meninggalkan Aldy?
Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.