Finn Ash
4 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Finn Ash
Perpisahan Terakhir, Jejak Abadi
Romantis Selama enam bulan, penyakit misterius perlahan-lahan mematikan tubuhku, tapi aku mengabaikan rasa sakit yang tak henti-hentinya demi menjadi istri yang sempurna dan suportif untuk suamiku, Baskara, seorang arsitek sukses.
Malam saat pernikahan kami hancur, dia tidak menjawab teleponku. Sebaliknya, anak didiknya yang masih muda mengirimiku foto mereka berdua dalam pelukan, tampak begitu bahagia dan dimabuk cinta.
Saat aku mengonfrontasinya, dia menyebutku histeris dan memilih perempuan itu. Aku segera tahu bahwa perempuan itu hamil—dia sedang membangun keluarga yang seharusnya kami miliki bersama wanita lain.
Putus asa, aku berlari mencari pelukan ibuku, tapi beliau malah memihaknya.
"Baskara itu laki-laki baik," katanya. "Kamu jangan bikin susah."
Dia telah berjanji akan merawatku dalam suka dan duka, dalam sakit dan sehat, tapi dia dan keluargaku meninggalkanku saat aku berada di titik terlemah, menganggap rasa sakitku hanya drama.
Tapi hari itu, aku menerima diagnosisku sendiri: kanker otak stadium akhir. Hidupku hanya tersisa beberapa bulan.
Dan pada saat itu, semua kesedihan lenyap. Aku tidak akan mati sebagai korban. Aku akan menjalani sisa hari-hariku untuk diriku sendiri, dan dia akan menjalani sisa hidupnya dengan menanggung semua akibatnya. Dari Abu: Kesempatan Kedua
Fantasi Aku pernah mencintai tunanganku, Bima Wijoyo, sejak kami masih anak-anak. Pernikahan kami seharusnya menjadi segel sempurna untuk merger antara dua kerajaan bisnis keluarga kami.
Dalam kehidupanku yang lalu, dia berdiri di luar studio seniku yang terbakar bersama kakak tiriku, Clara, dan melihatku mati.
Aku berteriak memanggilnya, asap mencekikku, kulitku hangus karena panas. "Bima, tolong! Tolong aku!"
Clara bergelayut di lengannya, wajahnya menampilkan kengerian palsu. "Terlalu berbahaya! Nanti kamu terluka! Kita harus pergi!"
Dan dia mendengarkan. Dia menatapku untuk terakhir kalinya, matanya dipenuhi rasa kasihan yang lebih menyakitkan dari api mana pun, lalu dia berbalik dan lari, meninggalkanku terbakar.
Sampai aku mati, aku tidak mengerti. Laki-laki yang berjanji akan selalu melindungiku baru saja melihatku terbakar sampai mati. Cinta tanpa syaratku adalah harga yang kubayar agar dia bisa bersama kakakku.
Ketika aku membuka mata lagi, aku kembali ke kamarku. Satu jam lagi, aku harus menghadiri rapat dewan keluarga. Kali ini, aku berjalan langsung ke ujung meja dan berkata, "Aku membatalkan pertunangan ini." Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku
Romantis Pernikahanku dengan Bima Aditama tinggal hitungan minggu.
Setelah tujuh tahun bersama, aku begitu yakin kami akan memiliki masa depan yang sempurna.
Lalu, Bima mengaku terkena 'amnesia selektif' akibat cedera kepala, dan hanya melupakanku.
Aku berusaha keras membuatnya ingat kembali, sampai aku tak sengaja mendengar panggilan videonya.
"Ide jenius banget," sombongnya pada teman-temannya.
Amnesianya hanyalah 'tiket bebas' palsu untuk mengejar selebgram Clara Vania sebelum pernikahan kami.
Hancur lebur, aku pura-pura percaya.
Aku menahan sakit melihatnya terang-terangan menggoda Clara dan selfie mesra mereka yang menyakitkan.
Dia menertawakan penderitaanku, dan lebih memprioritaskan keadaan darurat palsu Clara.
Setelah kecelakaan yang ia sebabkan, dia meninggalkanku yang terluka, dan lebih memilih mengirim Clara ke rumah sakit duluan.
Dia bahkan mencoba memutus bantuannya secara finansial.
Bagaimana bisa tunanganku menjadi monster sedingin dan selicik ini?
Pengkhianatannya meracuni setiap kenangan kami.
Aku merasa seperti orang bodoh karena telah memercayai kekejaman tanpa batas itu.
Kelancangannya membuatku limbung.
Tapi aku tidak akan menjadi korbannya.
Bukannya hancur, sebuah rencana dingin mulai terbentuk.
Aku akan membuang identitasku, menjadi Kirana Adelia.
Aku akan menghilang, meninggalkan dia, masa laluku, dan cincin pertunangan kami selamanya, demi merebut kembali kebebasanku. Pernikahan Mereka Hanyalah Mimpi
Romantis Pada usia delapan belas tahun, Dawn Norris percaya bahwa dia akan menikahi pria muda yang dicintainya.
Namun, pada usia dua puluh lima tahun, dia mendengar pria itu berkata dengan nada meremehkan, "Dawn? Dia hanya penjual ikan biasa. Aku bahkan enggan mendekatinya di malam hari karena bau amisnya."
Dawn dengan polos berpikir bahwa dia hanya bosan dengan hubungan mereka.
Namun, dia benar-benar kehilangan harapan padanya setelah pria itu mengambil darah dari Maya White, wanita yang mengadopsi dan membesarkannya, untuk pacar barunya, Erin Lambert, dan bahkan menyebarkan abu jenazah Maya sembarangan.
Mungkin Blaine telah berubah sejak musim panas bertahun-tahun lalu.
Pada usia dua puluh delapan, Dawn mendapati dirinya berada di ranjang musuh besar Blaine. Dia tidak pernah membayangkan bahwa dia akan menghabiskan sisa hidupnya bersama pria itu. Anda mungkin suka
IBU SUSU UNTUK BOSKU
kodav Aku, Sonia, seorang wanita berusia 23 tahun, terjebak dalam masalah keuangan yang parah akibat hutang pengobatan anakku yang mengidap Thalassemia dan harus menjalani perawatan medis yang sangat mahal dan berkelanjutan. Hidupku yang penuh kesulitan berubah drastis ketika aku bekerja dengan Mr. Wei, seorang CEO sukses berusia 45 tahun.
Di tengah kemelut keuangan dan tekanan emosional, aku menemukan pelarian dalam pelukan Mr. Wei. Kehangatan dan dukungan yang dia berikan membuatku merasa dihargai dan dicintai, sesuatu yang telah lama hilang dalam pernikahanku. Namun, kebahagiaan kami tidak lepas dari konflik; suamiku mulai curiga dan berbagai rintangan muncul, menguji keteguhan hati kami. Cerita ini menggambarkan dinamika cinta yang penuh gairah dan sakit hati, pengkhianatan yang menyakitkan, serta pencarian jati diri dan pengampunan. Dengan latar belakang kehidupan kami yang kontras, aku dan Mr. Wei harus menghadapi pilihan-pilihan sulit dan mempertanyakan nilai-nilai yang kami anut.
Akankah cinta kami mampu mengatasi semua rintangan? atau akankah kami terperangkap dalam lingkaran drama dan penderitaan? Pemuas Nafsu Keponakan
kodav Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel
Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku.
Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini.
Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku.
Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis.
Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai? Dilema Cinta Penuh Nikmat
Juliana 21+
Dia lupa siapa dirinya, dia lupa siapa pria ini dan bahkan statusnya sebagai calon istri pria lain, yang dia tahu ialah inilah momen yang paling dia tunggu dan idamkan selama ini, bisa berduaan dan bercinta dengan pria yang sangat dia kagumi dan sayangi.
Matanya semakin tenggelam saat lidah nakal itu bermain di lembah basah dan bukit berhutam rimba hitam, yang bau khasnya selalu membuat pria mabuk dan lupa diri, seperti yang dirasakan oleh Aslan saat lidahnya bermain di parit kemerahan yang kontras sekali dengan kulit putihnya, dan rambut hitammnya yang menghiasi keseluruhan bukit indah vagina sang gadis.
Tekanan ke kepalanya Aslan diiringi rintihan kencang memenuhi kamar, menandakan orgasme pertama dirinya tanpa dia bisa tahan, akibat nakalnya lidah sang predator yang dari tadi bukan hanya menjilat puncak dadanya, tapi juga perut mulusnya dan bahkan pangkal pahanya yang indah dan sangat rentan jika disentuh oleh lidah pria itu.
Remasan dan sentuhan lembut tangan Endah ke urat kejantanan sang pria yang sudah kencang dan siap untuk beradu, diiringi ciuman dan kecupan bibir mereka yang turun dan naik saling menyapa, seakan tidak ingin terlepaskan dari bibir pasangannya.
Paha yang putih mulus dan ada bulu-bulu halus indah menghiasi membuat siapapun pria yang melihat sulit untuk tidak memlingkan wajah memandang keindahan itu. Ciuman dan cumbuan ke sang pejantan seperti isyarat darinya untuk segera melanjutkan pertandingan ini.
Kini kedua pahanya terbuka lebar, gairahnya yang sempat dihempaskan ke pulau kenikmatan oleh sapuan lidah Aslan, kini kembali berkobar, dan seakan meminta untuk segera dituntaskan dengan sebuah ritual indah yang dia pasrahkan hari ini untuk sang pujaan hatinya.
Pejaman mata, rintihan kecil serta pekikan tanda kaget membuat Aslan sangat berhati hati dalam bermanuver diatas tubuh Endah yang sudah pasrah. Dia tahu menghadapi wanita tanpa pengalaman ini, haruslah sedikit lebih sabar.
"sakit....???" Antara Kerja dan Kenikmatan
Juliana Kupejamkan mataku, dan kukecup bibirnya dengan lembut, dia menyambutnya. Bibir kami saling terpaut, saling mengecup. Pelan dan lembut, aku tidak ingin terburu-buru. Sejenak hatiku berkecamuk, shit! She got a boyfriend! Tapi sepertinya pikiranku mulai buyar, semakin larut dalam ciuman ini, malah dalam pikiranku, hanya ada Nita.
My logic kick in, ku hentikan ciuman itu, kutarik bibirku mejauh darinya. Mata Nita terpejam, menikmati setiap detik ciuman kami, bibir merahnya begitu menggoda, begitu indah. Fu*k the logic, kusambar lagi bibir yang terpampang di depanku itu.
Kejadian ini jelas akan mengubah hubungan kami, yang seharusnya hanya sebatas kerjaan, menjadi lebih dari kerjaan, sebatas teman dan lebih dari teman.