Login to Bakisah
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Clara Nightingale

3 Buku yang Diterbitkan

Buku dan Cerita Clara Nightingale

Pembalasan Putri Mafia: Kembali Bersama Bos Rival

Pembalasan Putri Mafia: Kembali Bersama Bos Rival

Mafia
5.0
Tinggal tiga hari lagi aku akan menikahi Dante, sang Pangeran Mafia dari Keluarga Fazio, saat aku menemukan ponsel rahasianya. Di layar itu, aku melihat fotonya berpelukan di ranjang bersama seorang penari klub malam. Lebih menjijikkan lagi, Dante mengetik pesan yang menyebutku sebagai "patung porselen yang membosankan" yang dinikahinya hanya demi kekuasaan. Dia bahkan memberikan berlian pusaka asli keluarganya kepada simpanan murahan itu, dan berencana memakaikan cincin zirkonia palsu di jariku pada hari pernikahan kami. Selama delapan tahun, aku menekan diriku sendiri, membuang mimpiku untuk menjadi tunangan penurut yang sempurna. Namun Dante membalasnya dengan ritual penghinaan mutlak. Dia sengaja membawaku ke klub tempat wanita itu bekerja, memeluk simpanannya di depan mataku dan anak buahnya. Dia terus berbohong dengan wajah tanpa dosa, mengira aku adalah putri mafia bodoh yang bisa dia manipulasi dan kurung di rumah selamanya. Melihat pria yang dulu kuanggap pahlawan ternyata hanyalah bajingan berjiwa pengecut, hatiku bahkan tidak hancur; ia hanya mati rasa. Air mata hanya untuk wanita yang tidak memiliki pilihan, dan aku menolak menjadi korban. Aku melepaskan cincin palsu itu, meletakkannya di atas meja rias, dan menghancurkan semua dokumen rahasia yang bisa menyelamatkannya dari penjara. Di tengah malam yang dingin, aku menghubungi nomor terenkripsi milik Enzo, Don kejam dari keluarga rival yang dijuluki Sang Iblis. "Pernikahannya batal. Aku ingin beraliansi denganmu, dan aku ingin dia hancur besok."
Harga Cinta Terpendam

Harga Cinta Terpendam

Romantis
5.0
Enam tahun lalu, aku menghancurkan pria yang paling kucintai demi menyelamatkannya. Hari ini, dia kembali ke dalam hidupku untuk merebut satu-satunya yang tersisa dariku. Aku sekarat karena leukemia, hidupku tinggal hitungan bulan. Satu-satunya harapanku adalah menghabiskan sisa waktuku bersama putriku, Kania. Tapi aku digugat hak asuh oleh adik iparku, saudara dari mendiang suamiku, yang menuntut harta gono-gini yang tak kumiliki. Lalu, pengacara lawan masuk. Dia adalah Bram Prasetyo. Dia hanya berdiri, wajahnya sedingin es, saat kliennya menamparku. Dia mengancam akan merebut putriku, menyebutku ibu yang tidak becus. "Tanda tangani," katanya, suaranya menusuk. "Atau kita bertemu di pengadilan, dan aku akan mengambil segalanya darimu. Dimulai dari putrimu." Dia tidak tahu Kania adalah anaknya. Dia tidak tahu aku sedang sekarat. Dia hanya tahu dia membenciku, dan dia sekarang punya keluarga baru dengan wanita yang keluarganya telah menghancurkan keluargaku. Aku telah mengorbankan segalanya untuk melindunginya, mendorongnya pergi dengan kebohongan kejam agar dia bisa punya masa depan. Tapi pengorbananku telah mengubahnya menjadi monster, dan dia sekarang adalah senjata yang digunakan untuk menghancurkanku sepenuhnya. Untuk menyelamatkan putri kami, aku menyerahkan uang pengobatanku dan mengirimnya pergi jauh. Saat dia merayakan kelahiran anak barunya di lantai atas, aku mati sendirian di ranjang rumah sakit. Tapi aku meninggalkan sepucuk surat untuknya. Surat yang akan membakar dunia sempurnanya hingga menjadi abu.