icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Is This Love?

Bab 9 Fachmi Kembali

Jumlah Kata:1602    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

Dia sudah siap lelap kembali saat tanpa sengaja tangan

eraba-raba benda di pinggangnya, berusaha mengenali. Hingga

E

enak Kanza sejelas film layar lebar. Wajahny

a. Ciuman itu menjadi semakin panas dan akhirnya merambat ke mana

etul dirinya juga menikmati. Hal itulah

u

terbuka. Seketika jantung Kanza memacu cepa

selama

ra serak Fachmi. Dia tidak menang

lebih erat seraya bibirnya mengecup sisi leher wanita

tatapan tajam ke arah Farrel. Sudah tidak

u terlihat semakin cantik

narik selimut agar menutupi kepalanya. "Pergilah, kembali ke

anza namun wanita itu menahannya. "Aku mau mandi di sini. B

u! Pergi

nyak tanda merah di sekujur tubuhku." Nada suara Farr

merah yang Fachmi maksud. Namun tidak ada apapun di dada telanjang lelaki it

kau men

ebelum Kanza kembali menutup kepalanya dengan selimut, Farrel langsung

apa?" Kanza

mendekatkan wajahnya ke wajah Kanza. "Janga

a Kanza antara b

sebut Fachmi saa

, itu

elahnya bibir Farrel memagut bibir Kanza dengan liar, lalu

*

di seberang meja dengan lahap. Ada yang ingin di

lahapku. Kita sudah melakukannya beberapa kali

an tanpa menatapnya. Seketika semburat merah kembali m

s tatapan mata kecokelatan wanita di hadapannya.

id

a yang

engakui seda

menatapku tapi tid

utup mulut kembali. Percuma memperdebatkan sesuatu yang t

seraya menandaskan

in dipanggil Fachmi?

elum balik bertanya, "Ka

"Tadi pagi kau

ti salah

kau-" ­Karena kau langsung men

apa?" tant

tidak mungkin

punya rekaman saat ak

r

k di tangannya ke kepala Fachmi. Ber

? Kau tidak

sera

s makan mereka. Sementara itu Farrel tersenyum k

yebut namanya dengan benar saat bersamanya. Namun entah mengapa, Farrel merasa taku

Kenapa dia jadi ingin berlama-lama bersama Kanza? Apa y

arrel banyak yang jauh lebih cantik dengan tubuh lebih seksi. J

l berdiri lalu menghampiri Kanza yang saat ini tengah mencuci piring di wastafel. Perlaha

ari belakang. Dia bahkan nyaris menjatuhkan piring yang ia cuci karena keberadaan

kena

yang k

ebar jantungnya masih bertalu-talu di dada. "Kau suk

i bertanya dengan ka

skan menutup mulut dan fokus pada kegiatan mencuci piring. Tentu

anya Farrel setelah Kanza selesai mengeringk

tanya pe

tu s

u

n mendarat di sisi lehernya. "Hmm, bisakah kau menja

adamu di ranjang, apa

za memera

uga tidak keberatan.

nza malu. "Ah, sudahlah. Aku ing

upan lagi ia daratkan di sisi leher Kanza, lelaki itu mundur

nuju kamar. Buru-buru dia menghentikan lelaki

id

aku membersihkan g

h. "Kau yang punya ide membersihkan gudang dan

antu karena takut pada hewan-hew

ahu?" Farrel mencubit pipi

lalu setengah menyeretnya menuju gu

mu habis-habisan s

ia penuhi. Namun Kanza pura-pura tidak mend

*

unakan jasa taksi daripada harus menghubungi teman atau saudaranya untuk dijemput. Dalam hati dia bertekad akan mempekerjakan s

Pekerjaannya berjalan lancar namun beberapa masalah yang timbul tanpa bisa dicegah membuatnya harus merelakan beberapa jam waktu tid

itu. Dia segera membayar lalu keluar sambil menenteng tas berisi pakaia

chm

gilnya. Dia menoleh ke sumber suara dan langsung mengenali

ya Fachmi dengan nad

e mengerutkan kening. "Ka

pulang setelah pe

kau-shit! Itu

ing yang ingin kau bicara

h berbincang dengan Farrel daripada Fachmi. Dia sel

n pintu apartemen lalu memasukkan kode keamanan. Tiba di dalam, dia melempar tasnya

dia hafal betul letak tiap perabotan dalam rumahnya. Kakinya terus melangkah me

kakan dirinya. Ternyata benda itu adalah kardus penuh barang-barang yang diingat

nyak hal semaunya. Selama yang Farrel lakukan tidak mengganggunya, Fachmi akan memilih diam saja. Dia sudah terbiasa meng

wajah Farrel. Paling sering masalahnya karena wanita. Bukan karena berebut wanita. Tapi Farrel s

l

ti namun suasana tidak segelap di luar kamar karena a

ranjang. Tapi mendadak langkahnya terhenti di tengah kamar dengan tatapan meng

---------

ya Emi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka