icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Is This Love?

Bab 6 Alergi

Jumlah Kata:2197    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

tag

kissmark di sisi lehernya dalam cerm

in jauh berbeda dengan Fachmi yang pertama kali Kanza kenal. Fachmi yang sekarang

ff

Orang yang melihatnya pasti akan langsung tahu bahw

hanya dengan sehelai handuk. Dengan cepat dia memilih sweater rajutan berkerah tinggi tanpa lengan lalu d

an. Terdengar suara seperti benda berat yang digeser. Itu berarti

tu. Lelaki itu yang membuat kekacauan. Jadi biar dia sendiri saja yang

ni. Kemudian perhatiannya tertuju pada udang segar yang siap diolah. Dia ingat saat pertama kali datang ke apartemen ini,

danya, namun Kanza sama sekali tidak keberatan memasak makanan kesukaan lelaki itu. Lagipula dirinya memang dituntut untuk belajar mengur

mulai menata hidangan di meja. Bersamaan denga

sedap sekali.

Lihat, kan! Aku masih sudi memasak makanan kesukaanmu meski kau s

atas meja. Seketika keningnya berkerut tidak suka. "Apanya y

rrel dengan bingung. "Kenap

rel malah balas tanya. "Kau i

lemah, seolah bertanya pada dirinya sendiri dan mencoba menggali ingatan. Dia

adak Farrel tampak bersemangat. "Bagaimana kalau kita pergi berbelanja sekarang? Aku pe

juk dengan lemah hidang

annya. Kalau kau sanggup, kau

ba membaca kebenaran di sana. "Kau ben

seperti Papa Fredd

a Fr

rrel terkekeh pelan, ingat saat-saat keluarga besarnya berkumpul. Pasti Pamannya itu tidak bosan berkata bahwa Farrel dan

angkan." Kanza tersenyum lembut, ter

ut. "Kau belum perna

ang bilang hendak mencari waktu sengga

Farrel semakin dalam. Kalau Kanza memang benar tunangan Fachmi, m

natap hidangan di atas meja. "Kalau kau tidak mau, biar aku sendiri yang

an membongkar identitasnya sendiri. Meski sejauh ini Kanza belum menyadari bahwa dirinya adalah saudara kembar Fachmi, namun wanita it

hmi menikah dengan wanita itu. Karena itu dirinya harus bergerak cepat. Sepertinya sudah

ni tengah memasukkan sebagian besar hidangan ke dalam wad

anza memastikan, masih belum percaya

ukkan udang ke

ecil. Saat aku membuatnya beberapa

enggeleng. "Kau makan saja. Tapi teta

ih harus

melukis dengan cat yang masih tersisa." Farrel suda

dah selesai men

ng su

ana lagi yang h

gedipkan sebelah mata ke arah Kanza lalu

yang dia inginkan. Semoga saja dia tidak melukis macam-macam. Setidaknya lukisan di

a-tiba Fachmi alergi udang. Belum sempat mendapat jawaban, Kanza merasa tid

ak berantakan seperti kamar Fachmi kemarin. Tangga dua sisi juga sudah berdiri di salah satu dinding namun Fachm

odorkan gelas jus dan piri

lu menyeringai. "Tunanganku memang perhat

raya meletakkan piring dan gelas yang dib

marah? Aku

dari kamar. Pujian yang dilontarkan Fachmi selalu saja terdengar sepert

birnya melihat ada banyak pakaian Fachmi di sana. Dan, astaga! Celana dalam

. Fachmi benar-benar banyak berubah. Membuat Kanza semakin yakin bahwa dia sedang bersama lelaki lain, bukannya tunangannya. Lama-lama Kanza tidak akan bisa menahan d

*

u sikap Fachmi. Dia tidak mau ada seseorang yang men

k dari sifat mereka yang sangat bertolak belakang. Tapi berbeda dengan Mama mereka, Rena. Dia bisa membedakan keduanya meski Farrel

. Dia memilih minimarket dekat apartemen yang Farre

na-warna yang wanita itu sukai. Sesekali keduanya membahas ap

gin, dan jarang tersenyum. Tingkahnya juga tidak lagi asal-asalan. Dia terlihat begitu serius saat memil

api Kanza merasa demikian jika diba

s. Kau bisa mencari kebu

, i

pa membeli

ya di si

ah. Car

inimarket itu. Sepeninggal Kanza, Farrel menghubungi seseor

di

i bela

alu berbalik, menatap wanita cantik

ah lama

anja. Tentu dia langsung tahu bahwa lelaki di hadapannya adalah Farrel karena memang Farrel yang tadi menghu

merangkul pinggang rampingnya. "Ke

kau memanggilku sekarang. Pasti kau berniat men

an kecupan singkat di bibir wanita yang dipanggilnya Abey itu. Beruntung s

uk merangkul belakang leher Farrel lalu dengan manja dia ber

*

imarket itu. Dia jadi bingung hendak membeli lauk apa

AR

e arah langit yang mulai menjatuhkan hujannya. Memang sejak keluar dari apartemen tadi, l

kis dan mengecat sambil memperhatikan hujan yang semakin de

an kini lebih parah daripada kaget karena mendengar suara petir yang tiba-tiba. Bahkan kini suara dar

m ciuman panas. Keduanya terus saling memagut, mencecap bibir satu sama lain. Hing

ihat air mata menetes membasahi pipi Kanza. Perasaan sakit di dada Farrel kian terasa saat wanita

. Tidak biasanya kau tampak merasa bersala

ubuh Abey dan ia mundur selangkah. Namun perh

n sana cukup ramai dan beberapa orang berkendara leb

E

harus men

n membiarkan tubuhnya diguyur hujan. Perasaan panik mulai melanda hati Farre

rus berlari hingga jarak di antara keduanya kian menyempit lalu segera

ing dominan adalah rasa takut. Farrel mengartikan perasaan itu sebagai hal w

nyaan Farrel. Dia menangis t

g sakit-sakitan. Lalu dia ikut bersama lelaki itu dengan status sebagai tunangan, mempercayakan seluruh dir

empat umum, meski tahu betul Kanza juga berada di tempat itu. Sama sekali tidak meng

t. Farrel sungguh tidak mengerti apa yang dia rasakan. Sepertinya ini l

ngis!" perinta

buhnya sedikit bergidik karena huj

a menghapus jarak yang masih memisahkan mere

an aku

anza semakin membenci Fachmi lalu memutus hubungan. Tapi Farrel tidak bisa menahan diri. Pe

--------

y Emil

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka