icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Accidentally Wedding

Bab 10 Om Fachmi

Jumlah Kata:1753    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

g terpaku pada dada telanjang Fachmi. Mata Carissa melebar. Kini mereka berbaring berhadapan. Lengan Fachmi me

ngan Fachmi. Rupanya Fachmi masih terlelap hingga tidak menyadari ba

menikah, memang ini bukan kali pertama Carissa terjaga dalam dekapan Fachmi. Tapi jelas ini pertama kalinya dia terjag

gh

sambil bertanya-tanya dalam hati kapan Fachmi melepas pakaiannya? Atau apakah semalam lelaki itu memang ber

sela bibirnya melihat Fachmi masih tidur nyenyak. Sambil berjingkat, Carissa menuju lemari, mengam

ng. Apalagi orang itu adalah lelaki yang jauh lebih tua darinya. Sangat tidak nyaman dan membuatnya gelisah sepanjang waktu. Pada

a saat mendapati makanan yang disiapkan mamanya mulai basi. Beberapa menguarkan aroma tak sed

sek. Dia berbalik hendak membawa keluar makanan yang sudah berubah menjadi sampah itu tapi langkahn

" tanya Fachmi begitu b

t sedih seraya

. "Lalu kita ha

a. "Kau tidak berpikir untu

raut datarnya yan

memasak. Mama saja tidak pernah menyuruhku masak." Setidaknya

h kubilang, aku akan belajar menjadi suami yang baik. Aku tidak

kita akan sarapan apa?"

api masakannya lezat. Kita sarapan di sana

eratan makan m

pisah dari orang tua." Dia mendesah. "Bahkan sering kali aku lupa makan.

nar

menga

akan ada lagi yang melarang dirinya melakukan apapun yang dia mau. Tapi tidak ada juga yang akan memperhatikan

a yakin itu akan sedikit membuka pikiran Carissa. Padahal yang dikatakan Fachmi tidak sepenuhnya jujur. Dia tidak pernah makan makanan instan

dia tidak keberatan melakukannya. Dan sekarang misi Fachmi selanjut

*

umah makan ini sangat lezat. Tak sadar, Carissa

begitu melihat cara makanmu seperti orang kelaparan begi

skan segelas air lalu kembali bersendawa. Cengira

ri. Makanan di sini memang sangat le

emakin membuatnya kesal dengan menggunaka

u menopang dagu. "Kenapa bukan Kakak saja? Di

u tidak ingin disamakan

suara lelaki itu terdengar menggelikan. "Kalau begitu aku tidak salah memanggilmu Om. Aku

bandel," g

sa te

u sarapan di

yang tengah berdiri di dekatnya. Perlahan dia mendongak

skan siapa si tua mesum di depannya itu? Mana mungkin Carissa mengaku bahwa dirinya sudah menikah.

. Kau terlihat

tai lalu perhatiannya beralih pada lelaki dewasa yang sedang makan bersama Carissa. Tapi buru-buru dia mengalihkan perhatiannya kembali pada Caris

atapannya beradu dengan tatapa

dagu ke arah Fachmi yang k

ku

apan Fachmi lalu meringis saat m

yang sangat tampan dan seksi seperti ini." Kali ini Trish ti

t pada Trish m

jauh, Carissa. Dan aku tidak ingat

rissa dan Om-nya sedang tidak baik. "Ehm, sebaiknya a

ian Trish. Tapi urung saat merasakan tatapan membekuk

apapun sebelumnya. Tapi Carissa bisa merasakan dengan jelas keteg

ssa tidak mau mengakui dirinya sebagai suami. Apa alasannya murni karena Carissa masih SMA yang seharusnya belum menikah atau karena dia m

Fachmi sudah mulai tenang dan berbicara seperti biasa. Tentu minus senyum manis yang akhir

jaan mereka banyak. Tapi sebagian besar Fachmi yang membawanya sementa

tidak bisa menahan diri untuk tidak me

. "Aku tahu kau belum siap. Tanpa diminta kau p

terus merasa tidak enak hati. Sepertinya Carissa lebih sanggup meng

h tingkah dan sesekali mencuri pandang ke arah Fachmi yang berjalan di sisinya

gakui dirinya sebagai suami di hadapan temannya, dia memusatkan pikirannya ke rencana semula. Membuat Carissa bersedia belajar masak. Tapi

ang berbunyi keras. Sebuah ide melintas di otaknya. Nyaris saja Fachmi menyeringai lebar na

apa

kekerabatan mereka, Carissa seharusnya mema

nya teringat harus menemui seseorang." Fachmi kembali melangkah yang segera diikuti Carissa. Senyum keci

ng i

H

lu

enoleh menatap Carissa

i untuk menunjukkan bahwa dia

siang agar bisa membantumu." Fachmi tersen

m itu

achmi. Ada apa dengan senyum itu hingga bisa mem

an adalah keperluan dapur. Carissa segera mengeluarkan belanjaan dari kantong-k

s bergegas agar bisa pulang sesuai rencana," uja

aku bisa melakukannya sendiri. Aku han

letak barang-barang di apartemen ini juga tidak

usia tujuh belas tahun. Kenapa kedengarannya san

g akan dilakukannya, Fachmi sudah menanamkan kecupan amat lembut di kening

pintu depan dibuka lalu ditutup kembali. Perlahan tangann

Sepertinya dia sengaja ingi

--------

ya Emi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka