icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Accidentally Wedding

Bab 8 Rumah Baru

Jumlah Kata:1797    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

rnya di atas penderitaan dirinya. Mereka sama sekali tak tampak bersala

mencari alasan untuk menyentuh dirinya. Terutama saat malam hari, ketika mereka berdua sudah di atas ranjang dan bersiap tidur. Manusia es itu tidak

ff

knya sebagai suami. Tapi yang menyebalkan, Fachmi selalu menggun

i neraka yang sebenarnya. Neraka yang diciptakan Fachmi dan keluarganya untuk mengur

ergi, ya?" Jessie yang baru saja mengambil minuman, duduk di

Jess," Carissa

bulan madu kalian." Jessie tersenyum lebar

balkon kalau kau tidak b

k. "Apa yang menimpamu adalah pelajaran berharga untukku. Jangan terlalu benci pad

. "Kau sudah janji untu

enahan tawanya. "

diri lalu keluar dari ruang ma

rajuk. Aku benar-be

berjalan ke ruang tengah di mana keluargan

aik-baik saja? Kenapa

a bertanya. Seulas senyum dia paksakan tampak di

Rena men

ama." Caris

ni." Rena menepuk sofa di antara d

an saat tidak melihat para lelaki di sana. "Di mana yang lain?"

ebelum benar-benar melepas Fachmi da

lakukan pasti selalu membuat sakit kepala,

g Farrel." Carissa terkik

duk di sofa tunggal seberang Destia hanya bisa meringis ng

awa mendengar

at lembut Tante Jessie," celetuk Jessie

ar nada mengejek

a." Jessi

au mulai belajar masak. Untuk besok, masih ada

ngku di sini, huh? Apa ak

m benak Carissa. Dia masih sangat

ti sudah merasa tertekan karena statusnya yang berubah menjadi istri di usia remaja. Dan sekarang Destia malah mendesaknya untuk segera menunaikan kewajiban seor

estia segera menambahkan. "Kalau kau sedang i

nya mengan

chmi. Lagipula kenapa baru sekarang lelaki itu akan merepotkan Carissa dengan urusan mem

rkata. "Kami sudah menatanya di k

i di apartemen Fachmi setelah menginap dua hari di hotel tempat mereka menik

ng menolak, bahkan sebelum rencana itu dibicarakan dengan Carissa. Menurut Fachmi, rencana itu akan membuat Carissa makin mer

i. Hadiahnya sangat banyak." Carissa meringis

nggung tangan Carissa. "Itu hadiahmu dan Fach

bai

dak Jessie berseru.

kin tebakannya benar mengingat betapa antusiasnya Jes

al

u tidak memberi hadiah

arusnya kau mengatakan itu

tot dengan w

ang. "Jadi, kau ti

k ter

indah dan dipesan khusus untukmu. Sangat

sie. Dia tidak tampak sedang menjahilinya. Apa

iahmu yang akan ku

nar. "Kau memang h

*

luarga besarnya meninggalkan gedung apartemennya. Kemud

dalam rutinitas rumah tangga. Dia sudah khawatir apa yang direncanakan Om konyolnya itu adalah sesuatu yang memalu

berkumpul untuk bermain. Dan seperti biasa, anggota tim mereka tidak pernah berubah. Selalu Papa vs Anak. Dan pemena

l

tengah dilakukan gadis itu. Tadi saat Fachmi dan yang lainnya kembali ke gedung apartemennya setelah b

sana, ruangan itu juga kosong. Saat hendak mencari di dapur, Fachmi harus melewati kamar yang lebih

memekik pelan sambil mengangkat tinggi-tinggi untuk memperhat

ngan terus tertuju pada celana dalam dan bra

eh. Buru-buru dia menyembunyikan dua benda transparan

essie. Aku hanya sedan

okannya yang tadi tercekat setelah melihat benda

ikap setenang mungkin padahal dia merasa sangat malu dan gugup. "

au bisa memakainya di depanku." Suara Fachmi berubah serak saat mengatakan kalimat terakhirnya. Mend

"Kau bermimpi ter

O

jadi Om-ku. Jadi jangan pe

atapan kesal. "Apa aku perlu meminta hakku s

kan kaki seraya melempar bra dan celana dalam di tangan

berdiri di ambang pintu namun Fachmi mal

na saja. Yang

p yang sopan, Cari

nggapmu suamiku!

mu sudah kelewat

au kau lakukan?

inya. Gadis itu terbelalak saat menyadari tempat yang dituju Fachmi adalah kamar utama

u melarikan diri. Tapi dia tidak sepengecut itu. Biar Fachmi sadar bahwa dirin

L

ah kamar mandi. Carissa semakin terbelalak dan sempat menarik tangannya.

p melontarkan pertanyaan itu begitu Fa

mandi. Dan kau harus memba

da, kan?" c

punggung gadis itu menempel di dinding kamar mandi. Lalu tanpa peri

diri di depan Carissa. Carissa berusaha bersikap berani dengan mena

kau lepas

ni. Dia tidak boleh takut. Bukankah beberapa temannya sudah pernah melakukannya dengan pacar mereka? Tidak ada yang menge

" Fachmi a

an santai mematikan shower lalu menyerahkan botol shampoo ke tangan Ca

gan tangan gemetar, dia menuangkan shampoo ke tangan

dengan busa yang kini memenuhinya. Jantung Carissa berdegup kenca

rlalu

at i

rissa susa

dan memilih melarikan diri keluar dari kamar mandi dengan a

------

ya Emi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka