icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

I love u more, Mas Zaky!

Bab 2 Berita buruk bagi Tiara

Jumlah Kata:2384    |    Dirilis Pada: 08/12/2022

emua baik-baik saja, sang bunda telah menutup sambungan te

k bisa tenang. Ia begitu gelisah dan cemas. Ada apa dengan ib

do'a tak henti-hentinya agar sang bunda tidak kenapa napa. Karena dara bermata jeli itu

mampu benar-benar membahagiakan sang bunda. Dan jika ibunya harus pergi seperti ayah yang pergi mening

t matanya beruap. Kibaran angin yang menyapanya juga semaki

un Tiara tak peduli, ia memacu laju motornya secepat yang ia bisa. M

epanjang halaman yang juga sama sederhananya dengan rumah itu, ratusan bunga-bunga indah berjejer rapi. Ada mawar, camellia, melati, anggrek, bahkan beberapa jenis rumput hia

an berteriak masuk ke rumah, "IBU....

saan Tiara. Namun belum sempat ia berlari menuju ruang

u yang dikuncir asal itu ternganga memandan

rusnyakan kalian masuk ke

datang kemari, kak." Sis

" Tiara ber

k siapa lagi coba?" Kali

ali berucap "Urusan ku dengan kalian masih ada ya, jangan senyum-senyum kegirang

kami disini buat kakak." Si

erdengar sangat sok baik itu, ia melengos ke dalam sambi

endiri." Dava berusaha menjawab dengan

ngsung menuju ruang tengah, sambil terus mema

ng tengah sedang duduk di sofa, Ti

g ibu-ibu bercadar dan le

rnya yang membuat Tia

kunjungan tamu yang membuat

awar padanya pagi ini di toko bunga. Lelaki yang meninggalkan payung warna-warni di toko

, lelaki itulah satu-satunya pembeli yang mengucapkan salam saat masuk ke toko bunganya. Dan

dah sampai.Patah-patah Tiara mengayun kakinya, langkahnya diikuti oleh Siska dan Dava dari belakang.

pada sang bunda, tapi ia tak ma

Ibu kedatangan teman lama, sahabat ibu sewaktu kecil. Dia baru d

g bunda. Setelah mendengar ajakan ibunya untuk menyapa tamu sang bunda, Tiara pun memalingkan w

, Tiara." Sang ta

erasa malu. Ia menyapa ibu-ibu itu dengan sapaan umum

rasa malu Tiara balas menjaw

ngan tante." Si ibu-i

bertemu si tante malah minta sapaan akrab. Tiara bukan orang yang bisa cepat akrab dengan orang baru."Za

dalah sahabat." Ibu Ti

na selama ini mereka tinggal di Mesir, kita tidak bisa menjalankan niatan kita." Si ibu me

mperkenalkan kalian berdua, kamu

ni pasti ada hubung

ng duduk di seberangnya. Manatap Zaky tajam, lalu berkata dengan nada yang sama

itu mengangguk pelan, ta

a di toko?" Tiara ke

nyeletuk tanpa bandrol, "Oh, jadi bang Zaky ama kak T

ngkan wajahnya ke gadis muda itu, berkata tanpa

ra berkata seperti itu sama terkejutnya.

ya 'laki-laki itu' berniat untuk menjodohkan aku dengannya?" Tiara menatap sang bunda dengan tatapan putus asa, "Tiara bukan anak kemarin sor

elesaikan kalimatnya. Tak ada yang mau menimpali. Termasu

aky dan berkata tajam, "Jangan harap aku mau hidup sama kamu ya. Aku nggak akan nikah sama kamu. Aku akan tinggal sama

Tapi uminya Zaky mencoba maklum. Tiara mungkin terguncang dengan rencana yang tiba-tiba dia dengar ini. Zak

adi penilaian lebih oleh Tiara. Namun, saat ini, ketika Tiara telah mengetahui fakta bahwa ibunya berencana menjodo

na ia takut, bila cinta datang padanya, lalu ia dan ibunya harus b

ncari nafkah. Ia hanya khawatir, kalau-kalau setelah ia mengenal seseorang, ibuny

an diri cukup lama, akhirnya Zaky bersuara

, marah besar, "Tak perlu! Jika kau ingin bicara,

ibu kita." Zaky

engan entengnya menentang kinginannya."Sebaiknya kita bic

ur ha? Aku bilang disini

ng tua." Zaky b

gata-ngatai pria yang kini ada dihadapnya, dengan suara yang bergetar menahan

am ikan dan taman teratai putih milik Tiara. M

eolah tak bisa melampiaskan kemarahannya, maka dara bermata jeli itu mengganti k

in dijodohkan." Za

gak sampein haaa? Kenapa hanya gue yang emosian sementara

y menggantun

antung." Tiara benar-benar tak tahu lagi kata-kata sopa

yang cewek masih berusaha buat nolak, kenapa elu yang c

alah restu terbai

u, berarti kita samaan, sekarang kita pergi ke depan, bilang ama ibu

hanya karena umi."

tahu lo orangnya ribet." Zaky mengurut pelipisnya pe

anya karena umi." Z

maunya apa sebenernya ha

na kamu." Zaky

ngsung menjawab. Otak

meluruskan, "Aku tidak setuju dengan perjodohan. Tapi umi mem

ama kagak setuju, ya udah mari bilang bareng-b

cara." Zaky mencoba b

makin menautkan alisnya sambil berc

lesaikan dulu."

ini. Berkata satu-satu seperti robot, lama sampai keintinya. Dengan wajah kesal,

akan jalani perjodohan ini tanpa persyaratan.... Itu yang

bingung, "Maks

h kamu, maka aku bersedia." Zaky menja

semakin tak tahan dengan keadaan ini, bergegas ia mengambil pergelangan tangan

pisnya. Membuat Tiara terkejut, ia belum pernah diperlakukan tak sopan seperti itu

tung. Dua kali... sudah dua kali lelaki itu membuatny

yang ada didepannya benar-benar membuat ke

na. Yang jelas gue nggak bakal setuju dengan perjodohan ini." Tiara

a menikah." Zaky berusaha mem

i terbendung, kasar ia mendorong lelaki yang lebih tinggi darinya i

eutuhnya, Zaky berkata dengan sedikit mengangkat suaranya, "Bahagiakan ibumu disaat terakhirnya, itu tak akan lama lagi.

. Tubuhnya terasa berat dan kaku. Apa-a

dan berkata sangar, "Lo ja

asih terlihat tenang, "

enyataan yang ditakutkannya benar-benar perlahan datang menghampirinya. Dan yang m

ncang, ia terisak.

stikan kau hidup bahagi

spon, ia masih

enyayangimu." Z

b, ia mengelap air yang

alam kesedihan." Zaky berusaha me

sih atas

umu

Tiara berteriak kencang, mengel

itu untuk menangis. Memandangi Tiara dengan mata yang ikut beruap. Pasti

Tiara berteriak kencang, mengel

dis itu untuk menangis. Memandangi Tiara dengan mata yang ikut beruap

berjauhan. Satu menangis tersedu-sedu, satunya

yang ada didekat mereka

kan keadaan. Ia membari Tiara w

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka