icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Alma: Tahanan Tuan Muda Yang Sakit

Bab 2 CEO yang sakit-sakitan

Jumlah Kata:1004    |    Dirilis Pada: 04/12/2022

gerbang hitam yang menjulang tinggi. Setelah gerban

ewah. Jika dibandingkan dengan rumahnya yang ada di desa rumahnya hanya

Rosa membuyark

ofa. Perempuan itu melihat isi rumah yang sangat mewah dengan warna dominan hitam dan putih. Disai

wah. Tak lama Rosa datang dengan membawa nampan berisi minu

tante," ujar

tiba-tiba terdengar suara peca

ggunakan tangga diikuti oleh Alma yang j

an pintu berwarna abu-abu, Rosa

ni bunda hiks hiks

anya Alma, ia tak tega mende

dalam hiks hiks dia bisa melukai dirinya sen

Rosa mundur kebelakang. Dirinya berancang-ancang ingin mendorbak itu

Alma," peri

ekilas, dia mulai menghitung m

r

Rosa masuk kedalam. Pemandangan pertama kali yang dirinya lihat adalah k

ya lebih tua dari Alma berada di pojok menghadap jendela kaca

Rosa dengan nada sangat lembut, ia takut melihat sa

objek didepannya. Alma meringis melihat tangan Alden penuh

kaca kepada lengannya membuat Rosa semakin histeris. Alma mendekap Rosa dan m

a tak tau harus apa sekarang. Pikirannya hanya ada Alden, Al

erada di tangannya terjatuh. Melihat kesempatan emas, Alma langsung memeluk Alden dari depa

engapa Alma berbicara kata-kata seperti itu, ia mengelus bahu tegap Alden. Pere

ki itu tak membalas pelukan Alma, darah menetes keluar dari telap

ma aku," bisik Alma tepat d

nangkan sang anak. Dirinya menghapus sisa air matanya, Rosa berlari kearah mereka saa

nak." Rosa mene

elah melihat lantai yang dipenuhi oleh darah Alden, lantas mereka membaw

*

diperban sebatas siku, wajahnya terlihat damai saat tengah tertidur. Tak lama dokter itu se

Alden?" tanya Ro

obatnya lagi," balas dokter yang ber name tag Wisnu yang mana Wisnu

melukai tangannya sendiri," ujar Rosa lir

ort dirinya. Aku harus segera kembali kerumah sakit, hubungi aku jika

iru tua itu. Mereka sama-sama melihat kearah Alden yang senantias

ma tak enak hati, namun dia ing

duk dipinggir atas saran Rosa, dengan sekejam tangannya langsung digenggam erat oleh Alden. Alma tak me

ah di tidurnya dengan waktu yang lama. Namun sekarang hanya dengan menggengam tangan Alma, Alden bis

h bisa didengar oleh semua orang. Lelak

. "Gimana tan?" tanyanya bingung kala Alden sem

embantu melepaskan tangan Alma dan ya, berhasil. Alma langsu

ahan. Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, tiba-tiba saj

h perawat pribadi Alden," u

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka