icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Noda Darimu

Noda Darimu

Penulis: Kocakaja
icon

Bab 1 Insiden Mengejutkan

Jumlah Kata:1782    |    Dirilis Pada: 25/10/2022

Gilda seraya duduk di pinggir kasur Edzhar dan menatapnya. Dia

sahabat Edzhar sejak mereka duduk di bangku perkuliahan, jadi sudah tidak asing baginya untuk mendatangi kamar Edzhar.

nya kau

t? Aku sudah me

jung kepala sampai kaki, Edzhar memerhatikan pakaian sahabatnya. "K

pa aku harus

sabrina. Edzhar bisa melihat belahan dada sahabatnya yang tidak tertutupi dengan baik

egakkan tubuhnya. Dia turun dari ranjang dan meletakkan ponselnya di atas nakas. Edzhar berj

aku tidak akan lama, kelab malam bukan

h kau saja. Aku ga

tunggu kau

keluar. Akan tetapi, sebelum angkat kaki, dia mendengar Edzhar m

i Carla!" titah Ed

n santai menyahut, "Dia kekasihmu, seharus

diberitahu sekarang, kita akan lama menungguny

g! Kau sendiri jangan lam

Edzhar akan ke rumahnya untuk menjemput beberapa menit lagi. Gilda tak lupa mengatakan bah

k itu," kata Gilda yang mencoba menengahi pertengkaran Edzhar dan Carla

Gil!" semprot Edzhar masih emosi. Carla memang tampil dengan gaun hitam yang jauh

ku tidak suka diceramahi ketika kamu send

lub bernama 'Dark Purple' pun Edzhar masih saja memarahi Carla. Hingga

Edzhar dengan sekuat tenaga. Hingga akhirnya dia yang sendirian, masuk tanpa t

ng mengangguk-anggukkan kepala di atas panggung sana juga memberi semangat para anak muda untuk menggoyangkan pinggul ke ka

Akan tetapi, ia tak menemukan Carla. Sosok Edzhar tern

Sebelum duduk, ia sempat disapa para teman seangkatannya dan b

ngangkat gelasnya dan mencic

tidak

sih di sini?! Kenap

perintahku. Aku sudah memanggilnya beberapa

terlalu keras kepala, tidak heran jika Edzhar sulit menasihati gadis itu. "Lain kal

nya. Gilda tak banyak bersuara. Ia hanya menanggapi

lda saat ini hanya sibuk mengelola toko kue roti peninggalan orang tuanya saja. "Menurutku lebih seru nonton drama sembari

nya mulai meracau, setelah kesadarannya perlahan-lahan berkurang. Tangannya bahkan

u asing bagi Gilda, mulutnya terus meneguk. Beberapa teman mereka yang masih kuat mi

aki itu sudah menipis se

i dalam hidupnya. Ia harus menerima kenyataan bahwa dirinya dan Edzhar sudah menghab

utihnya sudah tidak melekat di badan. Butuh beberapa detik untuknya membuka mata dengan sempu

ngsung kulit Edzhar, Gilda sadar bahwa dirinya benar-benar polos tanpa busana. "Apakah kami

aku di dalam dekapan Edzhar hanya bisa menelan ludahnya. "Semua itu untuk kebaikanmu,

ngat hati-hati, ia turun dari ranjang milik sahabat dekatnya dan memungut pakaian dalam serta gaunnya, dengan bur

belum masuk ke kamar mandi Edzhar untuk memakai pakaiannya kembal

k mengerjakan tugas kuliah bersama dengan lelaki tampan nan sopan itu, mungkin tidak akan pernah ia kunjungi lagi. Akiba

asi dijamah orang lain. Terlebih-lebih orang itu adalah Edzhar, laki-laki yang selalu menemani dan sangat dek

a. Pintu belakang sebenarnya akan dipakai Gilda untuk menyelinap keluar, supaya tidak ketahuan orang di

menghadap ke arahnya. Bahkan pria tua itu sudah menatap lekat-lekat. Gilda yang

kembalilah ke kamar tam

ab dengan sopan dan tersenyum tipis. "Semalam aku hanya berpamitan ke

kau pulang sepagi ini sendiri." Mau tidak mau Gilda menerima tawaran Mateo, dan diajak Mateo

lda masih berusaha

mu membaik walau hanya de

aja," tolak Gilda yang be

n, duduklah dengan tenang. Mukamu tampak tidak baik-baik saja, Nak." Sangat terpaksa kepala Gilda berge

k, K

zhar yang perlahan menjauh, gadis itu jadi kepikiran akan ucapan pria tua tersebut. Jika setahu

dan menimpanya dalam sekejap saja. Baru saja Gilda hendak menampar wajahnya sendiri, pelayan data

. ada yang ingin aku tanyakan," ucap Gilda kemudian yang membuat pelayan itu mengang

ku juga ikut menuntunmu, karena semalam kau mabuk berat, Nona," terang Mona tanpa ditu

membaringka

dengar jawaban Mona tentu saja terkejut, sampai menelan ludahnya sendiri dengan mata memb

n kacau. Mendekatkan gelas berisi susu vanila hangat ke bibir, dia berkata, "Terima kasih juga untuk mi

dua tangan. Dia merasa bodoh jika memang itu yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi, bagaim

"Tidak mungkin orang-orang di sini melakukan hal gila itu," lirihnya sebelum bangun dari kursi. Apalagi saat membayangkan wajah Mateo, sepertinya sangat mustahil bagi Gilda kalau pria tua itu merencanakan hal konyol. Ia menambahkan, "Termasuk kakek, tidak mungkin ... lalu, siapa? Dan untuk apa?" Gilda terdiam sebentar sebelum bertanya pelan pada diri sendiri, ucapnya, "Mungkinkah aku berjalan ke kamarnya tanpa sadar?"

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Noda Darimu
Noda Darimu
“WARNING 21+ * "Aku sangat mencintaimu, Carla ... tolong dengarlah nasihatku." Gilda yang tubuhnya kaku di dalam dekapan Edzhar hanya bisa menelan ludahnya. "Semua itu untuk kebaikanmu, Carla ...." Setelah itu Gilda merasa lengan Edzhar tidak lagi memeluknya dengan erat. * Violetta Gilda terjebak di antara kisah cinta sang sahabat dengan pacarnya. Kesalahan fatal itu bermula saat ia dan Biantara Edzhar Martinez pergi ke pesta bersama dengan teman-temannya. Malam itu, bukan hanya kecelakaan, tapi buah dari kesalahan tumbuh di dalam rahim Gilda. Pada awalnya Gilda memilih merahasiakannya, hingga kakek dari Edzhar yang begitu menyayanginya mengetahui fakta bahwa Gilda tidak tidur di kamar tamu, melainkan kamar Edzhar. Rencananya gagal, dan dia diharuskan menikah dengan sahabatnya sendiri. Carla yang tak terima karena pembatalan pernikahannya bersama Edzhar pun tak tinggal diam, ia bekerja sama dengan ibu Edzhar untuk menyingkirkan Gilda. Bahkan Carla berhasil meminta Edzhar untuk melakukan pernikahan kontrak bersama Gilda. Mampukah Gilda menjaga rumah tangganya demi calon anaknya? Dan bagaimana jika dia semakin mencintai Edzhar karena pernikahan sementara itu? Akankah Edzhar membalas cintanya dan melupakan Carla?”
1 Bab 1 Insiden Mengejutkan 2 Bab 2 Tunangan 3 Bab 3 Hamil4 Bab 4 Menikahi Gilda 5 Bab 5 Terpaksa Menikah 6 Bab 6 Perhatian Kecil Edzhar7 Bab 7 Kekecewaan8 Bab 8 Tamparan9 Bab 9 Surat Perjanjian Pernikahan10 Bab 10 Kabur11 Bab 11 Tertangkap12 Bab 12 Rencana Mateo13 Bab 13 Honeymoon 14 Bab 14 Ruam Kemerahan15 Bab 15 Jauhi Edzhar16 Bab 16 Jauhi Carla17 Bab 17 Ditemani Hujan18 Bab 18 Dari Hati 19 Bab 19 Bukti Lagi20 Bab 20 Sehat 21 Bab 21 Di Kapal22 Bab 22 Gaun Malam23 Bab 23 Makan Malam24 Bab 24 Rahasia Terbongkar25 Bab 25 Pukulan untuk Edzhar26 Bab 26 Gilda Minta Cerai27 Bab 27 Keinginan Bayi28 Bab 28 Edzhar Cemburu29 Bab 29 Gilda Kecewa30 Bab 30 Aku Mencintaimu31 Bab 31 Tak Ada Maaf32 Bab 32 Amarah Edzhar33 Bab 33 Pelajaran34 Bab 34 Isi Hati Lexa35 Bab 35 Foto Carla dan Edzhar36 Bab 36 Menjenguk Lexa37 Bab 37 Newborn Photoshoot38 Bab 38 Kebohongan Mateo39 Bab 39 Marah atau Senang40 Bab 40 Terasa Sempurna