icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aegis of the Sun

Bab 4 4. Keputusan

Jumlah Kata:1050    |    Dirilis Pada: 10/09/2022

warna hijau pucat seperti itu. Dia pernah mengalami hal seperti itu ketika dirinya kembali bersama Liza lepas mereka berdua pergi ke lembah Nylon

a disana, bahkan dirinya sendiri juga tanpa sadar telah terbawa oleh sebuah mimpi yang begitu nyata. Mimpi ya

ipenuhi oleh orang-orang yang memang sudah tinggal disitu. Belakangan ini, dirinya merasa kalau ada yang salah. Ia merasa ada sebuah kek

yang kosong untuk menghilangkan rasa lelahnya setelah hampir seharian berada diluar Guild, melakon

sul langkahnya dibelakang, lalu ikut duduk didekatnya, yang berhadapan dengan sebuah meja dituangkan utama i

ya kembali. Dan dirinya masih melihat sebuah keadaan yang

Pria berkaos lengan pendek tersebut mengangguk kemudian. "Aku sempat khawatir keti

rti waktu itu?" Tebak gadis itu. Berharap Liza tak mengerti ucapannya, justru Edga

" Ketus Edgar sembari membuang pandangannya asal. Namun Liza segera mengi

ab apapun lagi. Bukan karena takut dengan ucapan Liza barusan, hanya s

p menyenangkan? Wajahnya saja tak pernah berubah sejak aku pertama kali melih

inuman, lalu menaruhnya diatas meja dihadapannya Liza dan Edgar. Mereka berdua pun seger

diantara mereka berdua. "Terimakasih." Ucap Edgar singkat setelah

n padanya. Baru sekali rasanya minuman keras itu mengalir melewati tenggor

emarin bahwa dia akan menyewa sebuah kamar, kupikir itu hanya sebuah omong kosong, makanya aku tadi menanyakan hal itu lagi." Jawab Fyon ser

ri lembah Nylon. Dan bukan itu saja, Edgar juga sempat terganggu dengan isi kepalanya setelah itu. Itulah yang membuat dirinya lebih memil

elah membantuku banyak." Kata Edgar beralasan. Sayangnya ucapannya itu tak me

menjadi membatu melihatnya. "Ada apa? Apa ada yang

Harusnya kau mempertahankannya karena Dryzell te

ti aku meninggalkan Red Raven. Tentu saja aku akan kemari setiap

ggal mereka? Bahkan mereka masih menampakan batang hidungny

engangguk. "Dan

Kost." Kata Edgar. "Tempat tinggal yang hanya menyediakan

, begitu?" Timpal gadis berambut cokelat itu lagi. Dan lagi-lagi Edgar mengangguk s

bekerja lebih keras lagi. Lagi pula ini semua untuk memulihkan pikiranku. Entah kenapa belakangan ini pikir

ranjak menuju kamarnya, demi menghindari raut wajah kedua rekannya tersebut. "Aku

nya yang berada dilantai atas. Ada banyak kamar disana, namun Dryzell telah me

sangat tak asing. Pria itupun membukanya perlahan, dan kedua ma

kadang tak teratur. Edgar pun segera menutup pintu kamarnya rapat-rapa

.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka