icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Please Love Me, Uncle!

Please Love Me, Uncle!

Penulis: imajinatime
icon

Bab 1 Sang penolong!

Jumlah Kata:1057    |    Dirilis Pada: 26/08/2022

sakit, to

eluk kaki Emilio. Keadaannya begitu mengena

erhatikan, diwajahnya terdapat begitu banyak bintik-bintik merah,

itu mulai menangis kejar, bola mata bulat dan indahnya banyak mengeluarkan cairan

nia, namun naas gadis kecil itu tak sadarkan diri di pangkuann

jalanan, Ania menunjukkan reaksi, gadis itu terlihat kejang-kejang hebat den

sangat k

t tampak menyambut kedatangannya, karena Emil

anak in

Unit Gawat Darurat dengan menggendong Ania kecil,

ya setelah melakukan pemeriksaan. Emilio

rikan pengobatan. Gadis kecil itu kini t

ma. Kecantikan Ania tak pudar meski wajahnya menga

gan tatapan tak bisa diartikan. Gadis kecil ini adalah pasien

tang Ania. Di mana dia tinggal dan siapa keluarganya, semua

an tenang seperti bias

dokter wanita spesialis anak yang pertama kali menyamb

m, menjabat tangan Tiana

mat,

lam

sa bekerja bers

atau tidak Emilio tidak peduli. Yang pasti dia tahu, mereka hanya

ima tahun?" Seseorang bertanya dengan senyuman mengejekn

besar sepertinya, bisa menghilangkan nyawa seseorang." Cibiran

untuk meladeni hal-hal tid

a tidak dia temui. Emilio sangat merindukan

kunjung ke lapas adalah tiga tah

mana kekasihnya berada. Melajukan m

ng dan memberika

melihatnya sudah beb

pengorbanan yang sudah di

ia yang sehebat dirinya da

wang pada kejadia

mbunuhnya. Tidak, Em

lio dan berteriak ketakutan seperti itu. "Hei, ada apa, Jen?" tanya pria beru

u tidak membunuh siapa pun." Isaka

angkit, melepas jas berwarna putih yang dia kenakan, lalu pria

berucap penuh kekhawatiran. Jantungnya berpac

it untuk mengambil mobilnya. Emilio mengemudi dengan kecep

r 207. Kakinya yang panjang perl

nap kekasihnya selama beberap

a

ngan Emilio jatuh begitu saja, seiring de

a dengan mata terbuka di lantai,

merah kental mengalir menodai lantai putih.

eriksa denyut nadi pria

u sudah tak

ia melihat pecahan botol kaca di dekat kepa

dia teringat kekasihnya yang

i keberadaan Jenith ditemani dengan r

lakukan ini. Tidak mung

nith di pojok ruangan. Memeluk dirinya sendiri

epotong pecahan botol di tangan kekasihnya. Itu pasti b

ili

idak, Emilio. Bukan aku... hiks." Dia menangis hebat, tangannya yang terdap

unuhnya. Bukan.

u berkata apa pun. Semua ini terlalu mengej

dak membunuhnya!" Menunjuk tempat

s wanita itu menjatuhkan benda tersebut. "Bukan aku, Emilio. Bukan aku..." Mengge

takut karena Emilio diam saja. Siapa la

gkal bahwa dia tidak membunuh p

uhkan diri dari Jenith, m

gkan kepala dan terisak lagi. "Bukan aku,

dalam, menyiratkan betapa dia sangat mencintai wa

mbunuh se

pada polisi." Pria

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka