icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Business Married

Bab 3 Dalam Bimbang

Jumlah Kata:1508    |    Dirilis Pada: 02/07/2022

berkeliaran sekitar mobilnya. Zen melihat sekelilingnya, mencari orang yang tiba-tiba menelponny

gi puluhan anak. Tawanya lepas, seperti terngiang di telinga Zen. Tubuhnya tinggi, putih bersih terawat namun ia rela tersengat matahari demi

dah agar tingginya menyamai anak-anak yang mengitarinya, tampaknya ia sedang pamitan, kare

menjadi wanita yang mudah dicintai siapapun. Bohong, jika ia tidak tertarik pada Aileen, sebaga

udah memikat. Zen terlalu terbiasa melihatnya, hingga terkadang ia l

egitu masuk ke mobil Zen. Udara di luar sedang

tuk keluar dari halaman. Ia masih bisa melihat para anak-anak itu mela

asuhan. Aileen masih mengipas-kipas kepalanya dengan

lagi nganter

" Zen berkata tanpa memandang Ailee

di suruh ke

gan kondisi Arizo sekarang, bukannya

tidak tahu, "Kayak ngga

ediaman menengahi keduanya, Zen fokus pada jalanan

l.

k Z

mbuat senyum terkulum di wajah A

ileen. Zen tertawa dan meng

k punya temen cowok, sampai belain n

baru mendengar pertanyaan ane

ku? Belum juga berani maju, uda

gat dilindungi oleh Arizo. Laki-laki yang mendekatinya akan di telusuri asal usuln

inginan buat pacaran at

menikah dengan orang yang ditentukan kak Arizo. Menyukai la

kepada Aileen, bahkan ketika Arizo tahu, Aileen bukan ad

Aku sedang memperjuangk

een dengan seri

a siapa? Apa

ya sesaat, menatap Zen le

ar Aileen berusaha melucu, mengerjainya. Tawa Zen seketika mereda ketika ia m

terbawa dengan pikiran masing-masing. Zen menduga Aileen sudah tahu tentang perjodo

ih dekat satu sama lain," kata Aileen pelan-pelan

ini kita tak

ku harus mulai lebih

"Kenapa loe selalu

at seperti perempuan yang harus selalu di dekap untuk melindunginya. Ia belum menemuka

setelah mama meninggal, dan ayah pergi berkhianat," katanya menggerutu. Zen menye

ja kalau Arizo meny

memikirkan yang terbaik buat

mulai macet. Zen menghela nafas beberapa kali, berusaha m

ar sambil memegang belakang lehernya yang putih. Rambutnya diikat sekenanya

g kak Arizo rencanakan, aku setuju. Kak

rasa sedang dijebak. Arizo dan Aileen tak tahu betapa frustasinya dia sekarang. Ia dihada

Aileen nantinya. Jika tidak menikahi Aileen, ia terancam menjadi buronan pol

nar-benar mau menur

enjawab, seperti ia berusaha mencar

ileen berkata dengan sebuah senyum meyakinkan. Zen menatap Aileen sebentar, yang memang terli

uas lebih dari satu hektar. Terdiri dari satu bangunan ut

ika mobil sudah berhenti. Ia dia

en menahan tangan Aileen hingga membuatnya menatapnya dengan binar bening can

irahatlah." Zen

membuka pintu mobil dan keluar. Sebelum me

sih,

ngin berkata pada Aileen untuk mempertimbangkan kembali, dan membujuk Arizo untuk membatalkan niatnya untuk perjodohan ini. Zen menyadari bahwa posisinya yang paling terpojok saa

mun baru akan menginjakan gas lebih dalam, pikirannya buyar oleh nada dering han

berhenti sebentar. Menja

al

ntungnya langsung berdebar, mendengar suaranya lewat telepon s

anyanya beru

-tiba, tapi barusan ada pria ya

nik, "Siapa? Ka

enanyai orang-orang tentang bu Nariah. Dia tak masuk, hanya

nemui mamanya saat ini juga, n

ciri-ciri

wokan tipis, dan

, Arizo melakukan sampai sejauh ini. Orang itu

ia nggak mene

mah seharian, oran

?" Tanya Zen mengalihkan pembicaraan. Suara

. Mama juga, ko

ong jaga mama, aku mungkin d

u pasti akan

orang itu, asal tidak

an. Arizo memang tak bisa dianggap remeh, ia akan melakukan apapun demi kein

dphonenya lagi, m

ada di kantor?" Zen men

g ke luar kota, mungkin bar

ak lain di handphonenya untuk mencari tahu keber

au diganggu. Entah dimana dan sedang apa sekarang, asiste

menunggu Arizo, mem

! Loe cuma memperbudak

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka