icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hati Lunara

Bab 8 Ketujuh

Jumlah Kata:1015    |    Dirilis Pada: 01/07/2022

an tempat ia bekerja, kemudian karena semakin kesal ia menge

ngapain sih!"

enguntitnya sejak tadi hingga k

Jawab Vani dengan wajah

, 6 jam loh gue kerja. Udahlah pulang

u bosen kalo lagi nemenin sahabat tersay

BIH 2 JAM

i pantat gue duduk mulu" keluhan yang sedang Vani lontarkan

lagi nemenin sahabat tersayang gue. Cih" Ledek

sindir hanya

kering gitu dong. Kan gue tambah bosen, main ke

dengan wajah datarnya yang

na aja deh wan. Gue belum pernah denger

an Luna dan Vani saat SMA, sedangkan pertemu

lah sahabat

" Sahut Vani

tikan kepada Dira yang dijaw

emangnya?" Vani me

rasa miris aja. Kan loe berdu

n menggerakan dagunya ke arah

ani hanya terdiam seben

bisa gak sedikit berakhlak" Ujar Vani dengan m

HBAC

Tringgg

dut sekolah. Para siswa sisiwa SMP Pelita tampak sudah berhamburan

ni juga sudah berada d

jemputan gue, tumb

loe dulu

pamit dengan tak lupa melambaikan t

nggalkan area sekolah, Luna mend

yah masih jauh?" Tanya Luna dari ba

yah masih ada p

a? Bunda juga tadi katanya masih a

taman sekolah aja dulu kalo gitu" Sahut Lun

yah dateng yaa, Ayah tutup dulu kalau gitu. Assalamu'alaiku

, Wa'ala

ebut. Luna lalu berbalik dan be

ai di taman tersebut, tiba – tiba ia di

ak

dengar suara jatuh yang cukup keras dari ara

di tanah sedang kewalahan mengangkat tangga besi dengan sebelah tangannya yang menimpa tubuhnya. Perhatian Luna mulai tersorot

long itu dengan wajah yang dipasang raut datar kemudia

an Luna cukup membuat laki – laki yang Luna panggil denga

h tadi btw" Masih denga

aki – laki bernama Juan ini. ternyata kebetulan juga Juan adalah teman sekelas Luna yang memang dikenal c

hanya diam tanpa menjawab, Juan

u Luna menyusul kelu

uduk di bangku taman yang

Tanya Juan yang melihat

i yang tadi d

lah sambil menunjuk tas merah miliknya yang memang

i ia peluk ke atas bangku taman lain yang ada di dekatnya secara berhadapan. Mencoba memb

ya yang berada di dekat Juan lalu mengeluarkan kotak pensil. Memb

. Loe apain nih kucing" Luna dengan tatapan meng

angkut diranting pohon gak bisa turun. Ehh malah gue yang ja

lo begitu" Luna hanya menyeng

Cowok kayak loe bisa

ana maksud loe"

erdarah dingin" Luna menj

" Tukas Juan masih dengan wajah datarn

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hati Lunara
Hati Lunara
“Cerita ini berisikan kisah beberapa hati dengan setiap ceritanya Hati antara Ayah Bunda Antara antar saudara Antara antar sahabat Hingga antara sepasang kekasih Yang cukup rumit namun berkesan Diisi dengan kisah cinta segitia yang berbeda. Kisah cinta dimana ketiga tokoh yang berperan saling berkorban dan menunjukkan cinta sejati sesungguhnya dari hati mereka masing – masing. Sebuah kisah dengan jenis cerita romansa tidak selalu menawarkan kisah pertemuan, perjalanan, atau perjuangan dua orang asing untuk bersatu sebagai kekasih Romansa itu milik siapapun dan kisah apapun tentang rasa kasih, sayang, dan cinta Keluarga... sahabat... bahkan diri sendiri adalah bagian dari kisah romansa hidup pada setiap orang tanpa terkecuali. Begitupun juga sebuah kisah yang ada di dalam kehidupan milik seorang gadis bernama Lunara Ustman, atau yang kerap disapa Luna. Kisah bagaimana garis hidupnya yang mendadak membawa ia dalam suatu perjuangan menggapai sebuah filosofi emosi bernama cinta, untuk hati yang selalu menangisi lingkaran rindu tak berujung di masa kecilnya kepada Ayah Bunda. Termasuk kerikil – kerikil kecil yang menghampar di sepanjang perjalanan hidupnya yang terkadang juga cukup membuatnya meringis apabila terinjak apalagi tersandung. Tapi seperti sehelai daun yang jatuh ke atas permukaan air, Luna membiarkan dirinya bersama arus yang terus mengalir sambil berusaha agar ia tidak sampai tenggelam saja, maka Luna akan selalu memliki kekuatan untuk bertahan. Karena Tuhan pun pastinya tidak akan membiarkan hatinya berlayar dan terluka terlalu lama. Akan ada masanya ia pun menepi... meraih jatah kebahagiaan dalam garis hidupnya. Persis pelangi setelah badai. Dan Luna meyakini hal itu... Selalu... Sebagaimana puisi yang menyimpan banyak makna dari setiap rangkaian kata Begitu juga hidup yang menyimpan banyak rahasia dari setiap rangkaian peristiwa”
1 Bab 1 PROLOG2 Bab 2 Pertama3 Bab 3 Kedua4 Bab 4 Ketiga5 Bab 5 Keempat6 Bab 6 Kelima7 Bab 7 Keenam8 Bab 8 Ketujuh9 Bab 9 Kedelapan10 Bab 10 Kesembilan 11 Bab 11 Kesepuluh12 Bab 12 Kesebelas13 Bab 13 Kedua belas14 Bab 14 Ketiga belas15 Bab 15 Keempat belas16 Bab 16 Kelima belas17 Bab 17 Keenam belas18 Bab 18 Ketujuh belas19 Bab 19 Kedelapan belas20 Bab 20 Kesembilan belas21 Bab 21 Kedua puluh