icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hati Lunara

Bab 6 Kelima

Jumlah Kata:1008    |    Dirilis Pada: 01/07/2022

8

p tersebut jika ia sedang ada kuliah siang atau sore. Setelah dirasa semua beres, Luna pun bergegas pulang dengan jalan kaki lagi, sebenarnya hampir setiap hari juga Luna ditawarkan Bu Laras untuk di

yang berbunyi 3 kali secara beruntun dengan keras. Dengan mata yang masih menyesuaikan cahaya motor ya

bukan bawah, emangnya mata ka

motor tersebut yang sudah berada

yang ada di hadapannya sekarang. Tapi tak lama senyumn

ya Luna dengan lugu. Sekar

n ngelamun sih kamu tuh sama keseringan nahan laper jadinya kur

ang hanya membalasnya d

k Juan menunjuk ke ar

setuju dan mengi

disisipi sedikit gelak tawa di tengahnya. Untuk sesaa

s, rumah aku disana. Kamu mau kem

a, kita mau pergi makan dulu baru k

mbawa mereka ke sebuah warung tenda seafood yang

Juan yang langsung dia

ih dahulu. Tak lama kemudian, makanan yang Juan pes

uk pulang. Juan mengerti, mungkin kekasihnya

akan bahwa ada hal mengganjal dari Jua

a Luna pada Juan yang sudah mena

erpikir. Luna juga

i mencoba meretas keh

udah anterin aku pulang aja dulu ya, udah lumayan ngantuk ini ap

a Juan dengan serius tiba-tiba terdengar dan menghentik

li melihat wajah Juan yang sorot matanya

ak pernah deh ngebahas

hir dengan yang aku mau"

u yang kamu ma

engan menggoyangkan ke

kalimat Luna yang membuat

benarnya, mereka adalah keluarga aku... orang tua aku... adik aku. 7 tahun yang aku lalui ini gak akan cukup dan gak akan bi

yebab berubahnya Ayah dan juga Bunda" tambah L

ya membuat Juan tetap saja tidak rela melihat Luna terus menderita oleh kedua orang tuanya sendiri atas sesuatu yang seperti tanpa ada sebabnya, la

sedikit bantu kamu, kenapa kamu gak pernah mau terima uang dari aku? T

aku dalam keadaan sehat, selamat, dan ganteng (dengan wajah senyum meng

air muka Juan masih belum beru

ing. Terus di samping aku dan dukung aku, itu adalah pertolongan yang luar biasa buat aku Juan. Kala

nya gak terjadi. Yang paling penting itu kan aku baik – baik

n masih

menuju jok belakang mot

k ngomong sama angina mending anterin aku pulang aja

ya ayok anterin pulang, ketiduran disini loh aku entar" U

ya kemdian menyalakan motor dan menjalankannya menuju rumah Luna. Ru

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hati Lunara
Hati Lunara
“Cerita ini berisikan kisah beberapa hati dengan setiap ceritanya Hati antara Ayah Bunda Antara antar saudara Antara antar sahabat Hingga antara sepasang kekasih Yang cukup rumit namun berkesan Diisi dengan kisah cinta segitia yang berbeda. Kisah cinta dimana ketiga tokoh yang berperan saling berkorban dan menunjukkan cinta sejati sesungguhnya dari hati mereka masing – masing. Sebuah kisah dengan jenis cerita romansa tidak selalu menawarkan kisah pertemuan, perjalanan, atau perjuangan dua orang asing untuk bersatu sebagai kekasih Romansa itu milik siapapun dan kisah apapun tentang rasa kasih, sayang, dan cinta Keluarga... sahabat... bahkan diri sendiri adalah bagian dari kisah romansa hidup pada setiap orang tanpa terkecuali. Begitupun juga sebuah kisah yang ada di dalam kehidupan milik seorang gadis bernama Lunara Ustman, atau yang kerap disapa Luna. Kisah bagaimana garis hidupnya yang mendadak membawa ia dalam suatu perjuangan menggapai sebuah filosofi emosi bernama cinta, untuk hati yang selalu menangisi lingkaran rindu tak berujung di masa kecilnya kepada Ayah Bunda. Termasuk kerikil – kerikil kecil yang menghampar di sepanjang perjalanan hidupnya yang terkadang juga cukup membuatnya meringis apabila terinjak apalagi tersandung. Tapi seperti sehelai daun yang jatuh ke atas permukaan air, Luna membiarkan dirinya bersama arus yang terus mengalir sambil berusaha agar ia tidak sampai tenggelam saja, maka Luna akan selalu memliki kekuatan untuk bertahan. Karena Tuhan pun pastinya tidak akan membiarkan hatinya berlayar dan terluka terlalu lama. Akan ada masanya ia pun menepi... meraih jatah kebahagiaan dalam garis hidupnya. Persis pelangi setelah badai. Dan Luna meyakini hal itu... Selalu... Sebagaimana puisi yang menyimpan banyak makna dari setiap rangkaian kata Begitu juga hidup yang menyimpan banyak rahasia dari setiap rangkaian peristiwa”
1 Bab 1 PROLOG2 Bab 2 Pertama3 Bab 3 Kedua4 Bab 4 Ketiga5 Bab 5 Keempat6 Bab 6 Kelima7 Bab 7 Keenam8 Bab 8 Ketujuh9 Bab 9 Kedelapan10 Bab 10 Kesembilan 11 Bab 11 Kesepuluh12 Bab 12 Kesebelas13 Bab 13 Kedua belas14 Bab 14 Ketiga belas15 Bab 15 Keempat belas16 Bab 16 Kelima belas17 Bab 17 Keenam belas18 Bab 18 Ketujuh belas19 Bab 19 Kedelapan belas20 Bab 20 Kesembilan belas21 Bab 21 Kedua puluh