icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hati Lunara

Bab 5 Keempat

Jumlah Kata:1087    |    Dirilis Pada: 01/07/2022

ap menyeru Lu

enghadap Luna, ia malah

a sudah ludes tak bersisa, karna sepertinya belum sampai 5 menit Luna makan, apalagi nasi g

makannya kuli" begitula

ab deheman senyumnya denga

minum, giliran L

manggil" Tany

ang tadi paling terakhir pesenn, inge

m Luna mencoba me

mulu gak berubah. Ya emang enak sih Brown sugar coffee, gue juga suka. Ta

cowok menurut lo

una me

yang di dalam hatinya malah merasa tema

hampir tiap hari kesini. Tapi g

mana –

a h

hari kesini tapi gak me

g ya kisaran jam makan siang atau jam segini juga, tapi kalau dip

Teringat perk

, dia pasti masuk, pesan minuman yang sama dan duduk di tempat yang sama.

uh ya disini, ya emang kayak gak asing si

r bingung, dan ia tiba

, gue juga mergokin dia ngel

utin deh" Jaw

. Luna tidak menjawab lalu Ma

ah liat pernah ketemu atau apalah

nal dimana juga cowok g

ksud loe, orang gant

aya aja. Bukan yang udah dewasa berkarir gitu. Dia pasti uda

mbali si pria. Lalu ikut memutar kep

hat tuh matanya belok, hidungnya mancung rahannya cakep, puti

annya menuju Maya yang tepat di sampingnya dengan wajah terlena. Luna menjentikkan ja

nget lagi" Ucap Maya masih berusaha menyuruh Luna mengingat. Maya kembali mem

erkirakan mungkin tingginya sekitar 181 cm dengan postur tubuh yang pas, tidak gemuk dan tidak kurus. Rambutnya juga memang terlihat sangat rapi dan klim

ergerak mengikuti arah tangan Maya yang memeg

n Maya melongo sendiri dengan wajah konyol

a, udah pulang

kayak setan a

et

mereka cari di mejanya malah tiba – tiba ad

apnya pada L

ini oran

r tidak keceplosan. Pria itu cukup heran melihat tin

Tanya Luna pada pria tersebut

Kata pria tadi. Luna pun meminta tolong pada Maya untuk

emu gak sih sebelumnya?" Tanya Lu

ah tersenyum, Lun

pnya singkat sambil

k, ditanya apa mal

hati Luna

nya dengan senyum paksa. Belum juga percakapan itu berlanjut, Maya s

eka selesai, Rey pun pulang

ang menyikut pe

aja sih"

bilangin dia setan" Ucap maya dengan cepat tanpa putus

arangan ngomon

Rey yang memang terasa familiar. Tapi kenapa Luna tidak ingat apapun

a seperti pernah dengar nama itu, ehh tapi seperti tidak, tapi seperti iya lagi, dan

sarann.... Lun

pa sihh seb

ini? dari deskripsinya sih kayakn

engen ketemu

lnya tampak membosankan juga membingungk

di awal bab kemudian mena

akan menampilkan 2-3 tokoh ba

y re

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hati Lunara
Hati Lunara
“Cerita ini berisikan kisah beberapa hati dengan setiap ceritanya Hati antara Ayah Bunda Antara antar saudara Antara antar sahabat Hingga antara sepasang kekasih Yang cukup rumit namun berkesan Diisi dengan kisah cinta segitia yang berbeda. Kisah cinta dimana ketiga tokoh yang berperan saling berkorban dan menunjukkan cinta sejati sesungguhnya dari hati mereka masing – masing. Sebuah kisah dengan jenis cerita romansa tidak selalu menawarkan kisah pertemuan, perjalanan, atau perjuangan dua orang asing untuk bersatu sebagai kekasih Romansa itu milik siapapun dan kisah apapun tentang rasa kasih, sayang, dan cinta Keluarga... sahabat... bahkan diri sendiri adalah bagian dari kisah romansa hidup pada setiap orang tanpa terkecuali. Begitupun juga sebuah kisah yang ada di dalam kehidupan milik seorang gadis bernama Lunara Ustman, atau yang kerap disapa Luna. Kisah bagaimana garis hidupnya yang mendadak membawa ia dalam suatu perjuangan menggapai sebuah filosofi emosi bernama cinta, untuk hati yang selalu menangisi lingkaran rindu tak berujung di masa kecilnya kepada Ayah Bunda. Termasuk kerikil – kerikil kecil yang menghampar di sepanjang perjalanan hidupnya yang terkadang juga cukup membuatnya meringis apabila terinjak apalagi tersandung. Tapi seperti sehelai daun yang jatuh ke atas permukaan air, Luna membiarkan dirinya bersama arus yang terus mengalir sambil berusaha agar ia tidak sampai tenggelam saja, maka Luna akan selalu memliki kekuatan untuk bertahan. Karena Tuhan pun pastinya tidak akan membiarkan hatinya berlayar dan terluka terlalu lama. Akan ada masanya ia pun menepi... meraih jatah kebahagiaan dalam garis hidupnya. Persis pelangi setelah badai. Dan Luna meyakini hal itu... Selalu... Sebagaimana puisi yang menyimpan banyak makna dari setiap rangkaian kata Begitu juga hidup yang menyimpan banyak rahasia dari setiap rangkaian peristiwa”
1 Bab 1 PROLOG2 Bab 2 Pertama3 Bab 3 Kedua4 Bab 4 Ketiga5 Bab 5 Keempat6 Bab 6 Kelima7 Bab 7 Keenam8 Bab 8 Ketujuh9 Bab 9 Kedelapan10 Bab 10 Kesembilan 11 Bab 11 Kesepuluh12 Bab 12 Kesebelas13 Bab 13 Kedua belas14 Bab 14 Ketiga belas15 Bab 15 Keempat belas16 Bab 16 Kelima belas17 Bab 17 Keenam belas18 Bab 18 Ketujuh belas19 Bab 19 Kedelapan belas20 Bab 20 Kesembilan belas21 Bab 21 Kedua puluh