icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rumah Nenek

Bab 6 Part 6

Jumlah Kata:979    |    Dirilis Pada: 21/06/2022

mil

AH

ar

R.D.L

dara dingin dan angin kencang beberap

at terdengar bunyi dahan pepohonan lapuk yang patah dan juga

geri kalau sampai mati lampu,

ampak sangat kompak, semenjak be

a

n bunyi gelegar di luar dan kilatan ca

n. Kamar seketika gelap. Hanya sesekali terp

ang-ni

ang-ni

up-sayup. Ghandy dan Bagas saling men

doa, Kak,"

is--mi

at ia membaca doa, terdengar sua

aik turun, begitu juga Ghandy. Keringat

ng berlomba dengan suara dentingan

meluk, mata mereka menutup. Tak ada seoran

ai melantunkan doa, Bagas y

an, tapi semakin la

hsssh

ra desisan di luar. Seketika udara sekita

menjadi rintihan saa

awasss

sayup-sayup, dan udara

erdengar suara hujan le

*

elisah. Mati lampu yang tiba-tiba membu

lin keluar, tapi gerakannya terhen

lan, tapi lama kelamaan mulai te

gannya menyisir sekitar k

takut. Gelap, hanya kilatan cahaya dari luar yan

erganti dengan ranjangnya

anggu aku!" teriak Ajeng saat ket

menangis, Ajeng mencengkeram besi ranjang, taku

p sudut kamar. Kepalanya bergerak ke kiri dan

tak jauh dari ranjangnya. Ia terte

kelamaan benda itu mencuat, bertambah besar hingga tampaklah sebuah waja

menggapai ke udara, senyum terkembang di wajah pucatn

but panjang acak-acakan itu terkikik m

kan jiwaku yang selama ini ter

, Aku akan mengambil jiwamu dan

dasar wan

arah pintu, berharap bisa keluar dar

usaha keras untuk bisa keluar dari

jeng. Tangannya berulang

ika terbangun dan segera berlari keluar, menuj

riak Bagas dan

tenaga, hanya mampu meminta tolong s

tu kini merangkak ke dinding dengan kepala

ergetar, suaranya ter

gerikan yang kini berad

ya, berikut dengan belatung-belatung yang keluar d

long Ajeng,'

handy..., t

anya kakinya yang menempel di langit-lan

nciuman Ajeng. Tangannya yang putih pucat dengan ku

ar, tapi tubuhnya seolah

a

angan dingin itu menekan mulutnya

iap jenggal organ dalam gadis yang saat itu merasakan hal menjijikkan

rrp

ya dan membuat Ajeng terbatuk kera

k! uh

ng! buka

ntuk menjawab teriakan kedu

sana, tapi tak terdengar sedi

akan merasakan ketakutan dalam hidupmu, begitu juga pacarmu. A

ihih

uar dari mulut Ajeng, sedang belatung ber

ti. Menyesali perbuatan bodohnya yang m

jam berwarna hitam itu m

ng hingga mulutny

pan yang kini terhembus d

i melemas, semua sendi yang

ingga akhirnya ia sadar saat ia memandang tubuhnya sedan

Ajeng, yang membuat makh

kakinya seperti di cengkeraman. Saat ia men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka