icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Di Balik Senyum Istri

Bab 5 Pilihan

Jumlah Kata:1564    |    Dirilis Pada: 02/06/2022

aik jangan membuatku bingung," lirihku. Anak-anak sudah duluan menunggu di halaman rumah, kucium punggung tang

amu bisa tegas! Keraguanmu yang membuatku tida

salah," lagi-lagi

alanan Meisya lebih banyak diam, dia hanya akan bicara kalau kedua adiknya menanyakan tentang suatu hal. Sesampainya rumah di sana. Ibu menyambutku dengan hangat pelukannya mampu meembuat rasa haru menyeruak ke dalam sanubariku. Ada rindu di sini, memang benar adanya, beberapa kesedihan ada yang sembuh hanya dengan pelukan. Aku mera

nya Ibuku. Aku tersenyum ke a

dari rumah selesaikan semuanya ba

an ga sanggup berada satu rum

g istri ridonya tetap ad

da pada pengkhianat

Andai Ibu tahu apa yang dilakukan Mas Bagas di belakangku. Kini hanya ada sesal karena pernah memberinya kesempatan. Sejenak, kubiarkan ibuku menganggapny

rbunyi satu pesan mas

tadi Ibu ke ru

ya kok tumben ke rumah ga ngabarin?" balasku. Sepert

k kamu baik-baik aja 'kan? Bagas n

apa-apa Bu, anak-anak cu

etemu di lua

, bahkan dia meminta aku tidak perlu membawa anak-anak, karena pembicaraan ini tidak seharusnya didengar oleh mereka. Rasa penasaranku kian menjadi, buru-buru

menyadari aku telah

duk seperti biasa kami awali perbincangan ini de

itin kamu, Nak?

ku kugenggam tangannya yang sedari tadi tak bisa

kiran, carilah kebahagiaanmu sendiri! Cukup ibu yang merasa

ya. Sedangkan, yang ditanya hanya mengangg

iin semua ini dari k

minta supaya Ibu merah

ladzim Bu, ya All

ibu kian mengalir keluar, me

emilih bertah

andan macam apa pun, enggak akan sanggup menyamai istri kedua Ayah yang masih seumuran kamu," Ibu menangis tergugu saat menjabarkan setiap luka yang ia rasa. Bisa kurasakan sakitnya pengkhianatan, dia bertaha

ban itu, setidaknya hatimu

akan pulang. Bisa kutebak kenapa Ayah mertua selalu mendesak Mas Bagas me

agas, tapi kenapa Ibu enggak mau m

a punya keahlian. Lagian umur iBu u

tu Bu, rezeki Alla

depannya, Nak?" tanyanya. K

terapi ke dokter katanya teknologi sekarang udah cangg

ruhmu untuk pisah. Cukup ibu yang merasakan sakitnya, kamu jangan sampai ikut merasakan juga," jawab Ibu. Percayalah Bu,

tri, hingga akhirnya munculah hukum poligami dalam alqur'an yang membatasi hanya sampai 4 istri. Sayangn

Mas Bagas sudah terparkir di depan, baru sehari dia sudah mencariku. Bolehkah aku berharap kal

kah di bibirku. Ketika jarak jadi solusi bagi hubungan yang mulai hampa, hingga mampu membuat debaran halus yang lama tak pernah kurasakan hadir kembali. Mengakuinya atau tidak jauh di lubuk hat

embantu. Ada kalanya kita perlu mengajarkan tanggung jawab kalau hati itu sangat mudah rapuh, agar ke depannya bisa berpikir berkali-kali sebelum mulai menyakiti. Kamu beruntung Mas, karena anak-anakku yang lain mau membantumu meminta maaf pada Meisya. Akhirnya Meisya setuju untuk pu

capku mendekatinya yang te

ah, De,"

as sekaran

mpertahankan rumah

tap jadi pacar Mas

up hidup sendirian di rumah ini," ucapnya. Sungguh senyumku tak bi

Teknologi sekarang udah canggih Mas, kita bisa hamil sesu

tikan. Kujawab dengan seny

. Mas Bagas terdiam, pandangannya pun tertunduk ke bawah. Entah apa yang dipikirkan b

asa, berbeda dengan pasangan yang menemaninya bertahun-tahun, tak ada lagi debaran seperti itu saat bersamanya, hal itulah yang kadang disalahartikan hingga mampu menghancurkan jalinan rumah tangga yang sudah dibangun dengan susah pa

n lagi Adek boleh melakukan apa pun," ucap Mas Bagas lalu digenggamnya kedua tanganku. Tak lama setelah

" tanyaku. Mas Bagas langsung menghentikan akt

eragukanku, D

bih tegas aku tidak akan p

an Mas

pengkhianatanmu masih terus

buatku bingung! Aku tidak akan memaksamu untuk terus hidup

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Di Balik Senyum Istri
Di Balik Senyum Istri
“"Laki-laki itu tidak perlu ijin istri untuk menikah lagi," katanya. Mendengar ucapan Ayah bisa kulihat Ibu malah tertunduk lagi, ada apa sebenarnya? kenapa dia hanya diam tanpa suara? "Dari sekian banyak sunah nabi kenapa harus poligami, Riana biar kutanya langsung padamu, bersediakah kamu jadi istri kedua suamiku?" "Hmm, aku, tolong kasih aku waktu, aku engga bisa ngasih keputusan sekarang," jawab Riana. "Kenapa nak Riana bukannya kamu dan Bagas sudah saling kenal, bukankah kalian sudah dekat sejak kuliah?" tanya Ayah mertua. Hah? Apa ini jadi mereka pernah dekat? Kenapa hidup serumit ini. Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum menyaksikan permainan takdirku. "Kenapa Dek, kenapa kamu malah senyum?" Mas bagas menatap heran ke arahku, raut mukanya tampak gelisah mungkin dia takut aku akan meledak. "Kenapa dunia ini begitu sempit, Mas? kamu sendiri bagaimana? maukah menikahi mantan teman sebangkuku?" Aku harus memastikan ini sendiri disaksikan kedua orang tuanya. Dia lagi-lagi tak menjawab. "Tentu saja suamimu tidak akan menolak menikah dengan wanita cantik seperti Riana, toh mereka juga sudah saling mengenal," sambar ayah mertuaku. "Kalau tolak ukur menikahi wanita hanya dilihat dari kecantikannya, apakah setelah menikah ada jaminan dia akan memiliki anak laki-laki, kalau tidak bukankah semuanya sia-sia?"”
1 Bab 1 Bertemu Calon Madu2 Bab 2 Yakinkan Hatimu Dulu3 Bab 3 Bukti4 Bab 4 Jalan yang Tak Mudah5 Bab 5 Pilihan6 Bab 6 Sumpah7 Bab 7 Anugerah dari Tuhan8 Bab 8 Ujian yang Tak Pernah Ada Habisnya9 Bab 9 Kebohongan Ayah10 Bab 10 Tamu Tak diundang11 Bab 11 Benar-Benar Kejam12 Bab 12 Cemburu itu Menjengkelkan13 Bab 13 Puber Kedua14 Bab 14 Kesempatan Terahir15 Bab 15 Rahasia Apa yang Kamu Tutupi 16 Bab 16 Pengkhianat Tetaplah Pengkhianat17 Bab 17 Pelukan Terakhir18 Bab 18 Tak Ada Kesempatan Lagi19 Bab 19 Kedatangan Tamu20 Bab 20 Hidup Baru21 Bab 21 Video Viral22 Bab 22 Suami Egois23 Bab 23 Pelukan itu Membuatku Takut24 Bab 24 Mencurigakan25 Bab 25 Di Balik Sikapnya yang Menjengkelkan26 Bab 26 Kesepakatan Apa 27 Bab 27 Cinta karena Terbiasa28 Bab 28 Haruskah Menikah di Atas Kontrak 29 Bab 29 Aku Belum Siap30 Bab 30 Mau dibawa ke Mana 31 Bab 31 Cemas32 Bab 32 Kecelakaan33 Bab 33 Aku Benci Bagas34 Bab 34 Duniaku Hancur35 Bab 35 Bagian dari Masa Lalu36 Bab 36 Hidup Baru37 Bab 37 Tak Tahu Sopan Santun38 Bab 38 Mantan Suami Tak Tahu Diri39 Bab 39 Kamu Tidak Bersalah40 Bab 40 Kenapa Diam 41 Bab 41 Tak Sempurna42 Bab 42 Deg-degan43 Bab 43 Akan Kubuat Jatuh Cinta Berkali-Kali44 Bab 44 Ada Tamu Tak diundang45 Bab 45 Cubitan Pengusir Mantan46 Bab 46 Air Mata Bagas47 Bab 47 Karma48 Bab 48 Piala Bergilir49 Bab 49 Jangan Macam-Macam!50 Bab 50 Tanggung Jawab51 Bab 51 Seonggok Sampah