icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Di Balik Senyum Istri

Bab 6 Sumpah

Jumlah Kata:1020    |    Dirilis Pada: 02/06/2022

anya tidak ada tenaga sama sekali. Jiwaku memang sakit

bur, Mas Bagas merawatku, dia bahkan mau memijat badanku meski

t itu pelebur dosa, semoga sakitku kali ini juga jadi pel

na?" tanyanya saat tukang pijat s

ahu,

a-gara Mas, kamu jadi telat m

ak mengulanginya lagi aku sud

aku yang jaga, besok pakai b

er aja, kasih aku waktu buat istrahat sebentar aja,

jaga anak-anak aku memilih untuk merawatnya sendiri dengan tanganku, aku tak beke

rin kamu kemana?

ang jam 6 pagi, kebetulan Mas ketemu

reng pake suap-

ek, soa

-suapan segala, sama aku aj

mau kehilangan kalian, Mas ga mau s

atalin aja terapinya buang-buang wa

Mas tapi sampai sekarang bahkan dia jijik sama Mas," ucap Mas Bagas menghentikanku, bisa kurasakan tangannya perlahan memeluk tubuhku dari belakang, perla

gan kasar meski nuraniku berkata ini tidak bena

uga ga mau Mas

tuh pria yang sudah zinah de

memang salah pernah berkhianat tapi h

bukan sebatas hubungan badan, hatimu mendua, matamu yang menatapnya dengan penuh cinta serta setiap

n Mas Bagas mau melepaskan pergelangan t

mana?"

muntah!" u

sampai segi

u buat Mas," ucapku berlalu meninggalkannya, di kamar mandi perutku

kamarku mengambil selembar kertas yang sudah ku pe

ku ingin Mas bersumpah d

rti ini Kiran?"

alah main belakang, kasih tahu aku bagaiamana caranya ngebalikin keper

sebentar Mas a

yang basah dengan air wudhu. Kusuruh dia bersumpah

k asuh anak sepenuhnya jatuh padaku. Hanya merekalah kekuatanku, bisa kubayangkan kalau hal itu sampai terjadi tidak akan mudah bagiku melewati

atinya lalu kami berpisah aku serahkan hak asuh anak sepenuhnya pada istriku," ucap Mas Bagas. Tanpa sadar bulir bening menetes perlahan membasahi pipiku, luruh

gu, mulai sekarang hanya ada kita berdua tak akan lagi ada orang lain," ucapnya. Tak ada jawaban dariku, entah apa yang harus kukatakan. Esok harinya badanku sudah lebih segar, a

hamil?" ta

k mendengar hanya saja tak p

pack atau kalau ibu mau

ngar penuturanku, Mas Bagas tampak bingung. Aku segera ke kamar mandi untuk mengeceknya, tak lama setelah itu benar saja di tes pack menunjukkan gari

h anak ini laki

alau sudah 18 min

tengah rasa bahagia ada sedikit ketakutan kalau janinku bukan berjenis ke

mengusap p

ni tetep anak kita, Mas akan tetap jadi

Ayah

manatkan Allah anak laki-laki," u

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Di Balik Senyum Istri
Di Balik Senyum Istri
“"Laki-laki itu tidak perlu ijin istri untuk menikah lagi," katanya. Mendengar ucapan Ayah bisa kulihat Ibu malah tertunduk lagi, ada apa sebenarnya? kenapa dia hanya diam tanpa suara? "Dari sekian banyak sunah nabi kenapa harus poligami, Riana biar kutanya langsung padamu, bersediakah kamu jadi istri kedua suamiku?" "Hmm, aku, tolong kasih aku waktu, aku engga bisa ngasih keputusan sekarang," jawab Riana. "Kenapa nak Riana bukannya kamu dan Bagas sudah saling kenal, bukankah kalian sudah dekat sejak kuliah?" tanya Ayah mertua. Hah? Apa ini jadi mereka pernah dekat? Kenapa hidup serumit ini. Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum menyaksikan permainan takdirku. "Kenapa Dek, kenapa kamu malah senyum?" Mas bagas menatap heran ke arahku, raut mukanya tampak gelisah mungkin dia takut aku akan meledak. "Kenapa dunia ini begitu sempit, Mas? kamu sendiri bagaimana? maukah menikahi mantan teman sebangkuku?" Aku harus memastikan ini sendiri disaksikan kedua orang tuanya. Dia lagi-lagi tak menjawab. "Tentu saja suamimu tidak akan menolak menikah dengan wanita cantik seperti Riana, toh mereka juga sudah saling mengenal," sambar ayah mertuaku. "Kalau tolak ukur menikahi wanita hanya dilihat dari kecantikannya, apakah setelah menikah ada jaminan dia akan memiliki anak laki-laki, kalau tidak bukankah semuanya sia-sia?"”