icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tumbal Pernikahan

Bab 2 Penolakan Angga

Jumlah Kata:910    |    Dirilis Pada: 28/05/2022

ya dengan alasan takut bila Angga menyakiti wanita itu. Amanda sendiri juga sempat berpikir demikian. Namun, ia me

ita paruh baya itu benar-benar tak rela berpisah dengan sang menantu. Demi k

*

aya modern dengan dua lantai. Berpagar besi berwarna hitam yang lumayan tinggi. Amanda terus mengekor di belakang

"Aku mau membersihkan diri. Kamu beres-beres dulu. ingat! Jangan pernah merubah apa pun yang berada di ruangan ini, atau pun melepas semua foto-foto itu." Angga

a, aku, 'kan su

a Amanda," jelas Angga penuh penekanan supaya Amanda sadar akan

kamu," jawab Amanda sambil menahan ta

kan melakukannya, kamu tahu benar seharusnya yang aku nikahi itu siapa?" Tepat

sikap Angga padaku, ia muak dan benci. Menolakku dalam hidupnya." Di hari pertama tinggal berdua Amanda sudah menangis. Bagaimana jika satu bulan lamanya. Apakah ia akan sanggu

*

n Jadwal cutinya masih tersisa lima hari lagi. Merasa mulai bosan Amanda memutuskan untuk mengunjungi sang bunda. Sekali pun baru minggu lalu bertemu, tetapi sekara

ada sahutan dari yang bersangkutan. "Bunda," ulangnya dan tetap sama, Rania tidak m

*

an meninggalkannya secepat ini. Ia menemukan Rania tak sadarkan diri di rumah, dengan perasaan kalut ia membawa wanita

. Amanda sendirian sekarang." Masih dengan tangisan, Amanda mengusap nisan sang i

a mama sama papa dan juga Angga. Kami keluarga kamu, Sayang," kat

ri yang berdiri di belakang istri dan menantunya membuat Amanda tersenyum masih dengan

tahu apa yang sedang kamu pikirkan, Ga. Pasti Nessa,' ucap Ama

mama-papa dulu, mama kha

ma Angga," tolak Amanda halus dan sese

ngga tidak mampu menjaga sang menantu dengan sangat baik. Mengin

t wanita itu terkejut dengan dada yang berdebar, karena pertamakalinya ia sedekat ini dengan lelaki itu. "Angga juga akan memba

*

g ke rumah mereka. Sepanjang perjalanan ia terus tersenyum, teringa

, menatap Amanda dengan senyum satu sudut. Senyum meremehkan karen

ar tak tahu maksud dari ucapan Angg

ri--sela," jelas Angga mengeja nama lengkap sang istri. Amanda terdiam, mengalihkan pandangan ke jendela mobil di sampingnya. Baru m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tumbal Pernikahan
Tumbal Pernikahan
“Blurb Pernikahan sejatinya adalah menyatukan dua keluarga dan dua hati. Keduanya harus seiras dan seirama. Namun, apakah jadinya bila pernikahan itu malah terjalin karena sebuah keterpaksaan oleh waktu. Apakah pernikahan yang seperti itu akan berhasil dan berjalan dengan semestinya? Akankah pula pernikahan itu berjalan dengan sangat baik dan berakhir bahagia. Amanda, wanita baik dan sabar harus menahan ego dan harga dirinya demi mendapatkan hati sang suami, masalah datang silih berganti dan itu tak membuatnya menyerah. Akankah sang suami bersedia menerima dirinya, atau tetap pada keputusan awal saat pernikahan mereka terjadi.”