icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Om, I Love You!!

Om, I Love You!!

Penulis: LaLovi
icon

Bab 1 Storm

Jumlah Kata:1297    |    Dirilis Pada: 25/04/2022

uari

n petir yang tak berhenti sejak sore. Jalanan sepi, basah ole

ka pintu mobil belakang, melebarkan payungnya dan turun. Usai memastikan

dian sebuah tangan kecil meraihnya,

embali," ucap wanita itu sambil

rikan payungnya pada gadis itu. Buru-buru ia masuk kembali kedalam mobil. Meningga

merasa dingin. Sepatunya basah oleh cipratan air hujan. Sekelilingnya gel

ih men

k membuatnya takut sedikitpun. Ia menoleh lagi pada rumah di belakangnya. Sepertinya hangat berada di da

an-hujanan di sini?? D

puan setengah tua sudah berdiri dibelakangnya

wanita itu halus, gadis

lagi, yang ini lebih tua.

cap perempuan yang baru datang itu pelan, b

membeku. Ia ingin coklat. Tangan perempuan itu terlulur untuk menggandeng tangan mungil yang kedinginan i

gadis kecil itu mulai melaju perlahan. Seorang wanita yang berada di dalam mobil menan

Asuhan Pe

g sudah 15 tahun membuka panti asuhan yatim piatu. Dihadapannya berdiri seorang wanita ya

ahmi pernah menikah, namun suami dan anaknya meninggal karena kecelakaan. Sejak ia hidup sendiri, ia mulai

nti asuhan dibuka. Ibu Shila tak pernah menikah, ia mengabdikan hidupnya

bangun?" tanya bu

enyedihkan seperti dia, selama 15 tahun di sini, baru dia yang di

ila mengingat kejadian semalam. Gadis mungil itu sang

nanti kita coba tanya men

!!" Teriak sebuah sua

tengah berlari membuka pintu. Bu Rahmi dan bu Shila mengejar di belakangnya. Cepat sekali

g kembang kempis di usia yang tak lagi muda. Mereka berdua saling bertatapan,

kamu?" tan

lagi dan mengawasi jalanan yang ramai mobil lalu lalang

pa? Ayah??" lanjut bu Shi

mam

la, matanya berkaca-kaca.

elus pundak gadis mungil i

datang menjemput, kita tunggu di da

bu Rahmi bergantian. Lalu menu

" desisny

yang meninggalkannya send

ila!" sapa sebuah suara

i-laki berdiri d

rangkat sekolah??"

tersenyum. "Iya, ini hari pertama masuk sekola

di belakang bu Rahmi dan bu

tanya Haris tersenyum man

lam seseorang meninggalkannya

is itu. Ia lantas merogoh saku jaket

namamu??" ta

ris ulurkan, lalu berbalik memandang

udah telat!" teriak se

lambaikan tangan pada ayahnya yang

Haris sopan, berlalu pelan dan melambai pa

, yuk." Bu Rahmi mulai merayu, gadis itu menolehiny

gu ber

berdiri di pinggir jalan di depan panti asuha

a!" sapa se

bordiran nama di jaket yang ia pakai saat pertama kali ditemukan. Ia juga memakai kalung

lanjut Haris yang suda

lipun membuka mulut sejak tiba di panti.

ar Haris sambil mengul

aris dan mengambil

a permen coklat, kan?

a memungut permen di tangan

u temani, yuk!" tawar Hari

aku belikan boneka barbi

pat, ia punya banyak b

janji jangan berdiri sendirian lagi di sini, bermain saja di d

pulang. Ia hanya tahu bahwa maminya

beruntung ada kamu, jadi aku nggak kes

irik rumah besar disamping p

snya kamu senang di panti banyak teman," ucap Haris saat melihat B

" tanya Haris pelan

mu merespon!" pe

narik tangan Brisya cepat, dan entah mengapa Brisya si gadis mungil itu menurut. Ia m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Om, I Love You!!
Om, I Love You!!
“Jangan lupa pencet ❤️, tinggalkan komentar dan tip juga boleh 🫰🏻. Jatuh cinta pada pria seusia ❌ Jatuh cinta pada Om-om ✅ Seorang gadis yang ditinggalkan di Panti Asuhan bernama Brisya, harus dilema memilih pria yang mencintai dia atau yang dicintainya. Haris, putra pemilik ruko di sebelah Panti Asuhan, lelaki yang mengidap omrophobia pergi ke Mesir untuk kuliah setelah ayahnya meninggal. Ia memutuskan kembali ke kota kelahirannya setelah lima belas tahun kemudian dan bertemu lagi dengan gadis kecil dari Panti Asuhan yang kini sudah menjadi gadis cantik dan mempesona. Aji, sahabat Brisya semenjak SMP yang sangat bucin padanya. Aji akan melakukan segala cara agar Brisya bahagia dan selalu ada di sisinya. Lantas bagaimana kisah cinta segitiga antara Brisya, Haris dan Aji? Siapakah yang akhirnya Brisya pilih menjadi pemilik hatinya?”