benak. Kemarin, ia dan Keenan tak lagi bertengkar berlama-lama. Mereka menghabiskan waktu berdua, b
t." Suara Jelita membuyarkan ber
senyuman itu meredup kala Jelita menempelkan punggung tangan ke keni
banget lo," s
pannya kini tertuju pada layar monitor laptop milik gadis bermata sipit itu.
Jel?" tanya Dilara sambil memb
ak, La?" Jelita beringsut menghadap Dilara, sedangkan
matkul pembangunan doang, dia megang
dia pinter dan berb
berdecak kesal membuat Dilara ter
buruan," pi
ajuan dana. Sementara dia sendiri enggak ngejelasin
nyimak kali. Mau
ggeser laptop miliknya ke hadapan Dilara. M
uk kelas." Seorang laki-laki berkacamata yang kerap kali disapa Alif mengh
kasih in
u huruf di layar laptop Jelita. Semen
ipanggil pa
n mata dengan curiga, sedangka
u asdo
kapan? Tumbenan lo cal
ya, pak Rayjen nama lengkap
nama lengkapnya Rayyan Jennowinata Y, nah kalo Y-nya gue enggak tahu. Ana
epuk keras bahu Jelita. Membuat
ip di sini. Ingat, jangan
ucap Jelita
" pamit Dilara beran
ngulas senyum ramah kala seseorang yang dikenal menyapanya. Langkah Dilara berhenti
engan tatapan penuh arti. Dilara berjalan ke sisi kiri di mana masih
ilara merasa kesal, me
awasi sekitar. Takut kalau Keenan melihatnya bersama Alze secara tiba-ti
Dilara. Sungguh, waktunya terasa terbua
lo. Cuma ...." Alze menggantung kalimatnya. Seringai di wajah laki
sia-sia gara-gara kamu," ujar
n Dilara. Lalu mencondongkan tubuh ke depan, leb
dulu gue enggak ngelirik lo," bisik Alze
ang dari Dilara. Ia benar-benar berkata jujur, bahwa
gi. Namun, lagi-lagi Alze mencegah de
wa modelan kayak lo mena
alan di tangannya, tetapi Alze
si Alze membisikkan sesuatu pada Dilara dan aksi genggaman tangan. Merasa ada yang mengawa
kalian pacaran." Pak Tono sekaligus dosen matkul akuntansi sy
gannya masih digenggam oleh Alze. Pak To
, pacaran enggak
yang enggak pernah
tolong lepaskan. Kayak mau nyebra
aya juga, Pak," ucap Dilara seraya menber
h yang baik. Pacarannya nanti aja setel
gan dosen paruh baya itu. Keduanya tampak sedang dinasihati aga
a menemui Rayjen malah tertunda karena ulah Alze. Bena
ri hukuman berupa membersihkan kolam renang di gedung olahraga. Berdekatan dengan gedung fakultas Keenan. Sungguh, ia merasa
nak kam
ng sikapnya itu pemaksa. Dilara meringis, merutuki dirinya sendiri yang tak bisa kabur dari Alze. Saat
h, wei!" te
enggelegar di gedung tersebut. Ia lebih asik
Lo ngapai
alik ke arah sumber suara. Benar saja, Keenan se
...," guma
*
/0/5525/coverbig.jpg?v=f538e82d8a604032d211166685d105ba&imageMogr2/format/webp)