icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Messy LOSY

Bab 7 Lagi dan lagi Alze

Jumlah Kata:1128    |    Dirilis Pada: 21/04/2022

patung di tengah geng Alze. Tubuhnya merinding merasakan tatapan tajam dari sese

tanya Alze saat Di

mata dengan Keenan. Takut melihat kilatan a

an berlari tergesa-gesa meninggalkan

sambil berpikir apa yang akan dilakukan Keenan nanti. Apakah marah seperti kemarin atau berbeda. Memikirkan

lar

noleh ke belakang mendapati Rayjen sedang berjalan menghampirin

jen menyerahkan modul Ekonometrika. Membuat ga

apa,

lisnya menatap Dilara. "Pelajari ini dan beritahu ana

ak ada matkul Bapak

nti tadi. Kamu saya tunggu engg

eraya menggaruk tengkuk lehern

langkahnya terhenti di samping kiri Dilara. "Luka tamparan di pipimu membengkak. Jangan lupa komp

di pipinya. Dilara memegangi pipinya memang terasa nyeri, masih membekas. Ia menole

gan bedak. Bahkan tadi, Jelita dan Alze

ausahaan. Pikirannya berkelana, hingga tertuju pada Keenan. Mas

k kayak setan lagi ma

*

r dari halaman kampus menunggu angkutan umum. Cuaca hati ini

hadapannya. Ia merasa bahwa Keenan tidak memiliki mobil seperti itu.

k kemudi mobil tersebut keluar. Dilara mengambil an

erlari menghindarinya. Untung saja ia bisa mnecekal lengan gadis it

dijemput cowok kaya dan ganteng kaya

i orang seperti Alze. Jika ia terus-terusan berurusan dengan

uk. Kapan lagi lo na

di kantin, Alze merupakan tipekal cowok berandal dan dingin. Nyatanya laki-laki itu tampak

angsung berlari ke arah angkutan umum yang kebetulan sedang nge-tem. Alze in

uat penasaran oleh Dilara. Gadis itu seakan-akan seperti magnet yang mampu me

ngelepasin lo g

*

sampai di dalam. Ia terlonjak kaget bersamaan dengan paper bag dalam genggamannya terlepas. Tubuhnya me

engan pelan menghampiri laki-laki it

laki itu. Apakah Keenan bertengkar dengan Alze? Kalau iya, seharusnya Alze pun memiliki luka di wa

ampai bisa narik

ong apa, s

yang sedang dibicarakan oleh Keenan. Ia juga tid

gan tajam, mengatur posisi duduknya menjadi tegak. Lal

menangkup wajah Dilara. Kemudian, jemarinya menelusuri ce

guna mengedurkan jambakan tersebut. Menatap penuh rasa

inta maaf

hingga terbentur meja kayu di samping. Botol soda yang ada

ing, tangannya meraba kening atas untuk memastikan apakah itu darah atau bukan. Senyum tipis terukir

lu minta maaf dikesalahan yang pernah dia pe

ak tahu kalau Alze masih ganggu aku. Bahkan aku

rambut Dilara kembali, menata

elirih kerasakan saki

nerima dengan senang

skan apalagi agar laki-laki itu mau mempercayainya. Hatinya t

a. Jemarinya kini menelusuri wajah gadis itu dan menekan pipi Dilara den

seringai mengerikan. Seringai menakutkan yang hampir saja memb

bukan ini yang ia harapkan. Ia begitu takut jika Keenan berbuat nekat, satu-satunya cata aga

seperti mosnter. Aku ta

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Messy LOSY
Messy LOSY
“Keenan itu munafik, Dilara itu lemah. Sudah berulang kali Keenan menyakiti Dilara, bahkan tak segan main tangan kepada perempuan itu. Namun, dengan bodohnya, Dilara masih tetap bertahan, meski sudah berkali-kali disakiti. Sampai suatu hari, Dilara muak, ia lelah, dan ia ingin pergi. Akan tetapi, Keenan selalu mencegah, memaksa ia agar tetap ada di sisinya. Kisah cinta yang diharapkan oleh Dilara tak sesuai ekspetasi. Selalu berantakan, selalu ada luka, air mata, pengkhianatan, dan perselingkuhan. Bahkan dicampakkan. Kisah kasihnya sangat berbeda dengan orang lain. Akankah ia mampu berjuang melawan rasa sakit tersebut? Dan apakah ia akan bertemu si cinta sejatinya? (cerita ini pernah saya share di novelme dan pf lainnya atas nama Imouni29)”