icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

FOTO SUAMI FAN KEPONAKANKU

Bab 2 Pertolongan

Jumlah Kata:1575    |    Dirilis Pada: 20/04/2022

ke sebelah?" ucapny

n raut panik ketika jaraknya tinggal dua la

h kelilipan." jawabku menahan sesak di dada.

pe sore soalnya agak sibuk hari ini. Nanti tol

ener gak

a kembali berjatuhan tanpa permisi. Sesak dalam dada kian menja

jahit. Belum ada siapapun yang datang karena jam kerja belum di mulai. Segera a

u kacau, memikirkan nasib rumah tanggaku. Senyum anak-anakku, kehangat

at-kuat, menghirup oksigen yang berasa s

irullah!" gumamku menetr

a sakit yang mendera, aku segera merogohnya dan

, Na!" ucapku setelah

! Sibuk kah?" tanyan

, Na, a

engar suara wanita sepuh yang menjadi pen

m, Nduk! Kamu s

. Alhamdulillah seh

cu-cucu sholeh I

iantar Ayahnya." kembali ha

Ibu yang terasa aneh di telingaku. Tak bias

a mau ke rumah! Kangen sama kam

at rumah tanggaku dalam bahaya rupanya Allah kirimkan malaikat

ng! Apa perlu kami jemput, Buk!" tanyaku antusias. Binar

iantar calon suami

lau gitu, jam ber

buk mau masak makanan kesukaan

rini sudah sangat senang!" ucapku sungkan. Ibu memang selalu

ulu sampai ketemu nanti sore ya, Nduk! Ra usah

m hati aku berkata apakah Ibuk sudah ad

e ra usah b

Arini tunggu d

!" suara Ibuk m

lo,

, N

u nginap seminggu d

ng lagi!" sambutku antusias, semakin lama Ibuk dan Erna di sini maka

u beliin oleh-oleh ponakan sholeh

ikums

otal untuk terus menggoda suamiku. Tapi entah bagaimana nanti, aku rasa hal ini tak akan terjadi jika suamiku juga bisa mengendalikan s

uaminya baik, mertua dan iparnya yang julid. Lah ini, mertua, ipar baik, justru

yang tepat. Jika habis Zuhur ibu berangkat, itu artinya sekitar pukul lima sudah sampai di sini. Rumah Ibu di perbatasan L

massing-masing. Hari ini pesanan seragam keluarga untuk bu Nani, tet

ada gak ya?" tanyaku pad

ng rumahnya berjarak enam rumah dari rumahku. Janda anak dua itu belum

sebelum Ashar! Butuh tukang setrika tambahan, kasihan kalau

yang panggil, Bu.

aknya gak ada yang jaga suruh ba

siap,

tiga ruangan. Ruangan paling depan berukuran 3 x 3 untuk pengukuran dan pembuatan pola. Ruangan tengah yang paling luas berukuran 6x6 untuk menjahit dan obras. Dan

kalah bagus meski tak beli baru. Jika sedang di kejar deadline, aku biasa menambah karyawan untuk setrika. Bersyu

berjuang untuk membantu perekonomian keluarga. Tak jarang anak-anak mereka bermain bersama anak-anakku di halaman depan ruma

tang bersama Rohimah

katanya mau ikut kerja di sini, boleh?" ucap mbak Ika.

ahit?" tanya

B yang di kabupaten itu, tapi semenjak pandemi kar

n kamu bantu saya obras ini!" perintahku pada Rohimah dan Sari. Rohima

up lihai mengoperasikan mesin obras ini

an sejenak permasalahanku di rumah, karena aku tak mau fokusku bekerja terganggu karena konflik pribadi yang nantin

💐

h. Kami merilexskan tubuh sejenak dan bergantian menjalankan ibadah, kecuali Dewi yang bukan seor

ama. Setiap jam makan tak lupa aku membelikan mereka nasi b

u ya?" ucap mas Wahyu sembari melong

abku sembari berdi

a, biar nanti sekalian Mas

es

tak curiga sama sekali bahkan ekspresi wajahnya datar-datar saja, ini yang me

u kirim, ya!" jawa

, kenapa kamu selingkuh, Mas? Apa kurangku? Apa salahku? Hatiku meracau, mataku mulai berkabut

idupannya terbilang sukses. Rumah, mobil bahkan sudah memiliki bany

atinku dibaca oleh para karyawanku. Aku pamit pada

enghubung, berjalan pel

ta puas-puasin dulu! M

gh

kan memadu kasih dengan pasangan haramnya. Menjijikkan, semala

emas bagai tak bertulang. Aku luruh ke lantai dengan hati yang hancur be

an oksigen, sesak! Hingga terdengar suara mesin truk yang

🌺🌺🌺🌺🌺

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
FOTO SUAMI FAN KEPONAKANKU
FOTO SUAMI FAN KEPONAKANKU
“Bagaimana cara Arini mengatasi permasalahan pelik dalam rumah tangganya dengan kehadiran orang ketiga yang merupakan keponakannya sendiri? Ada banyak hal diluar nalar yang akhirnya diketahui oleh Arini.”
1 Bab 1 Musuh dalam selimut2 Bab 2 Pertolongan3 Bab 3 Kedatangan gundik4 Bab 4 Mulut pedas Erna5 Bab 5 Awal pembalasan6 Bab 6 Menyelamatkan aset7 Bab 7 Ilmu pelet (pov author)8 Bab 8 Kejanggalan9 Bab 9 Pertengkaran (pov author)10 Bab 10 Kesempatan11 Bab 11 Petunjuk12 Bab 12 Ritual13 Bab 13 Pov Salwa 114 Bab 14 Pov Salwa 215 Bab 15 Memaafkan (pov author)16 Bab 16 Kedatangan Murni17 Bab 17 Terkuak asal-usul Salwa18 Bab 18 Korban Salwa19 Bab 19 Kebodohan (pov Salwa)20 Bab 20 Menyesal (pov Wahyu)21 Bab 21 Pedhot sukmo (pov Arini)22 Bab 22 Kampung mati23 Bab 23 Cerita nenek 24 Bab 24 Keluarga25 Bab 25 Teka-teki26 Bab 26 Terkuak27 Bab 27 Rencana28 Bab 28 Penyesalan Salwa 29 Bab 29 Kejadian di luar kewajaran 30 Bab 30 Siapa Dia 31 Bab 31 Penyesalan Harun 32 Bab 32 Tali jiwo33 Bab 33 Hadiah istimewa di hari jadi pernikahan34 Bab 34 Keris apa itu (Pov Arini)35 Bab 35 Turonggo jiwo luruhing Sukmo (pov Wahyu)36 Bab 36 Akar masalah37 Bab 37 Harapan untuk Salwa38 Bab 38 Kedatangan orang kota 39 Bab 39 Pesan Randa40 Bab 40 Rejeki ditengah badai41 Bab 41 Dinding tak kasat mata42 Bab 42 Dika melawan Mak 43 Bab 43 Tepat waktu44 Bab 44 Akhir belenggu45 Bab 45 Keputusan46 Bab 46 Pelangi setelah badai (pov Arini)47 Bab 47 Menuju Ending48 Bab 48 Penyakit Salwa49 Bab 49 Harapan Murni 50 Bab 50 Kabar duka (ending)