icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

As Your Command

Bab 5 Terciduk

Jumlah Kata:1448    |    Dirilis Pada: 19/04/2022

g ke grupnya Elsa aja. Bentar lagi loh waktunya ha

tangan Kania namun yang ditariknya malah justru

lok lagi? masih mending lima la

na sudah merasa lelah dan pergi mengembara me

engerjakan?"

enggambar dalam keadaan

agi aja kalo bosan Ken. Ak

a mengerjap-erjapkan matanya, ia merasa salah dengar dengan perkataan Kenneth barusan. Ia segera menole

ngerjain ini?" ta

am dengan yang dijelaskan barusan." ucap

aja masuk kelas tapi u

saya akan coba memahami lebih jauh ten

paket beserta buku soalnya pa

inya dan mulai menulis beragam rumus serta jawaban ke buku

tu memegang pulpen, menulis banyak ang

g anak lelaki itu, kagum dan ta

satu hal yang ia mesti lakukan atas apa

ehadirannya. Kehangatan yang tidak pernah ia harapkan untuk

kehadirannya disana tak lebih sebaga

inya berada, ia adalah pengawal yang dihar

merasa sangat egois... untuk balik menga

nya, setelah i

yata kini temannya itu yang balik mengerjakan soalnya seorang diri meski t

Kania kembali, seakan balik ke ruma

dari rumah?!" tandas Kania, Gina menempel pada Ka

a. Kania yang melihat itu sepintas lan

rnya lelaki itu mendatarkan kemb

aru saja disuguhkan oleh pemandan

gan sang

agi sakit atau apa kan? dia enggak lagi mi

. Dia keliatan baik

tarnya dan tersenyum kembali mes

manis banget sih. Gula aja kalah." ucap

knya madu, wajar saja karena dia ada

Namun ketika Rini melihat ke arah Kenneth, bagaimana Kenneth

gsung ia patahkan jadi dua sakin

n orang itu masalahnya." keluh Vega, apes k

uduk bersebelahan di kursi kantin. Kenneth tampak

engan Nona." ucap Kenneth segera bangkit namun Kania segera mena

ini duduk sama aku dan makan sama aku!

i ambang keraguan. Ia m

engambil bakso pesanan mereka di kantin. Kania membawakan Ken

a dibelikan, Non

gak? ya gak adil!" ucap Kania bersikukuh, Kenneth sed

dis yang sangat tidak diundang untuk hadir, dia ad

lo, Mas Ken? kok kita makanannya sama sih? apa mu

kso bahkan teman disebelahmu juga! jadi jangan coba-co

kecut bersikap bodo a

a kamu? Kasihan banget sih kamu Ken, nih aku kasih." ucap Vega memberikan baksonya pada Kenneth namun

o apa-apaan si

arena kamu enggak ikhlas ngas

n sih! jelas-jelas lo yan

gan tak ikhlas. Sama halnya dengan Vega. Kenn

ng sendoknya lalu suap

a-tiba b

ti lo mau ikut apaan?" tanya

ra apa aja sih

ntun, musikalisasi puisi, drama, nyanyi so

nonton aja." ujar Ka

elaskan soal aja tidur. Apalagi ikut begitu

amu yang kerjaannya caper mulu

yang enggak wajar itu justru

ng menyebut kata "caper". Di kamus bahasa indonesia

Kania heboh, semua siswa dan siswi sibuk memusatkan perhatiannya ke

t Rendi dan beberapa teman

gku. Ibaratnya kayak kucing sama tikus yang disatuin didalam satu kan

ekolah, di

an gadis itu merebahkan dirinya ke atas kasur. Ia ambil k

asi maupun tas ia taruh didalam lemari. Namun

tau enggak? soalnya mau saya le

amu ajarin aku ya, Ken?" pinta Kania memalingkan

a, anda tidak makan dulu? apa pe

n dong." pin

gi meninggalkan kamar, menuju d

dalam kamarnya dengan membawakan sepiring

Tuan pernah bilang kalau memakan di kamar itu tidak baik. Saya khawatir ji

ngnya aja jam enam sore. Udah deh eng

e atas dipan sedangkan sepiring makanannya ia berikan

" ucapny

endok makanan pada Kania. Gadis itu memakannya dengan lahap dan mengunyahnya deng

da Papa?" tanya Roni yang tiba-tiba munc

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
As Your Command
As Your Command
“"Tersenyumlah, itu perintah." (Saat SMP) "Pegang tangan aku!" -Kania- "Akan saya lakukan sesuai perintah." -Kenneth- (Saat SMA) "Peluk aku!" -Kania- "Akan saya lakukan sesuai perintah." -Kenneth- (Saat kuliah) "Cium aku!" -Kania- "Akan saya lakukan sesuai perintah." -Kenneth- (Setelah masuk kerja) "Tiduri aku!" -Kania- "Akan saya lakukan sesuai perintah." -Kenneth- "Apa kau gila Ken?!" -Kania- *** Sebelum ayah meninggal, beliau pernah berkata... layani keluarga mereka bahkan dengan seluruh tubuhmu. Korbankan semua yang kamu miliki bahkan dengan nyawa sekalipun. Dahulukan kepentingan mereka diatas segalanya dan kesampingkan perasaanmu. Hiduplah tanpa perasaan. Kepuasan mereka adalah prioritas. Sudah lama saya hidup dalam pemahaman seperti itu, hingga tak sadar.. saya telah menjadi manusia kaku yang jarang melibatkan hati dan perasaan. Bahkan gadis itu terang terangan mengatakan hal tersebut. Manusia besi, robot yang tidak memerlukan hati dalam memberikan kepuasan tuannya. *** Kenneth terus menatap Kania lama, ini pertama kalinya ia dianggap seperti itu oleh Majikannya. Gadis yang... ketika kamu ciptakan sebuah batas maka ia akan terus melanggar batas itu. Gadis yang tak pernah menyadari jika sikapnya itu telah mampu membuat sang manusia besi kembali memiliki hati....”
1 Bab 1 Anak yang malang2 Bab 2 Bodyguard baru3 Bab 3 Gadis yang bersinar4 Bab 4 Jiwa yang hilang5 Bab 5 Terciduk6 Bab 6 Cerita bersamamu7 Bab 7 Rebutan8 Bab 8 Digendong olehmu9 Bab 9 Kakak kelas10 Bab 10 Diculik11 Bab 11 Matahari12 Bab 12 Api yang menghangatkan13 Bab 13 Pukul saya14 Bab 14 Pemandangan yang mengharukan15 Bab 15 Harapan di masa depan16 Bab 16 Kenny milikku17 Bab 17 Khawatir18 Bab 18 Peluk19 Bab 19 Terasi20 Bab 20 Ditolak mateng mateng21 Bab 21 Surat cinta siapa22 Bab 22 Nikah aja23 Bab 23 Tidak mungkin24 Bab 24 Kerja25 Bab 25 Manusia patung26 Bab 26 Kenapa harus kamu27 Bab 27 Mampet28 Bab 28 Firasat29 Bab 29 Selamat30 Bab 30 Bertemu teman lama31 Bab 31 Nikah 32 Bab 32 Peka33 Bab 33 Lelaki brengsek34 Bab 34 Bersamamu35 Bab 35 Bianglala36 Bab 36 Ketakutan37 Bab 37 Kekhawatiran38 Bab 38 Wabah39 Bab 39 Simpatik40 Bab 40 Ini pasti salah41 Bab 41 Bertahan42 Bab 42 Jalan jalan43 Bab 43 Membuatnya paham44 Bab 44 Tetaplah hidup45 Bab 45 Dibawah pohon sakura, cinta bersemi