icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Matahari di tengah malam

Matahari di tengah malam

icon

Bab 1 Bayi di depan pintu

Jumlah Kata:1738    |    Dirilis Pada: 16/04/2022

iga s

a melarikan diri dari kejaran suaminya Anto, yang akan merampas bayinya dan menjualnya kepada orang yang tidak

epada Junaedi sebagai pelunasan hutang judinya. Istri Junaedi selalu memi

mplek perumahan elit, yang tidak begi

aan. Security yang terlihat mengantuk memuluskan

nyusuri perumahan itu. "Anto tidak mungkin menyu

timbul dibenak Rini untuk meletakkan bayinya di depan pintu rumah tersebut. Dengan h

uka pintu gerbang itu dengan perla

inya tersebut hingga kenyang sebelum Ri

Rinipun melangkah kelua

k-baik saja, " u

pintu rumah tersebut dalam keadaan tertidur pula

an seluruh penghuni Rumah. Dengan tergesa namun jug

a Bramastio kepada suaminya y

, sabar

intu. Dan terlihatlah wujud bayi ya

io dengan suara bergetar.Bukan cuman suara, ba

ita bawa masuk saja dulu, ka

ngkat tubuh bayi itu dari lantai

inan. Pasalnya popok yang dikenakan b

"perintah Nyonya Brama

buka seluruh pakaian bayi itu,

ilang anak semata wayang mereka, terjaga dari

delapan tahun dan duduk di b

engisi rumah mengeli

, mungkin dia kehausan, "

susu untuk bayi Nyony

Gilang. Gilang merasa kasihan mel

situ saling memandang me

lu, kasihan dia, tapi takarannya di

lari kedapur untuk membuatk

an susu tersebut menggunakan

disuapkan Nyonya Bramastio kedalam mulutnya.

g kasih dedek bayinya

mandang bayi itu deng

emberikan sendok di ta

asihnya, " ucap Nyonya

lut bayi itu dengan sangat hati-hati. Gilang pun tert

a, Mi! " lapor

di ruangan itu tersenyum

kala melihat bayi itu cekukan dan me

elihat wajah Gilang tidak setuju dengan ucapannya yan

nyang, akhirnya Gilang pun

menggendongnya?

lihat berpikir sebelum akhir

sambil meletakkan bayi itu pada pangkuan G

tu ada di dalam pangkuannya. Dengan p

yang harus kita perbua

i juga bingung, "jaw

ami mengurusnya, "

an perkataan suaminya tersebut

ar di Jepang selama seminggu, "tutur Nyonya Bram

rahkan saja ke panti asuh

g terbaik untuk bayi in

dua orang tuanya tersebut. Dia sibuk

ulu, kan mau sekolah? " ucap

g spontan sambil meren

tika orang yang berada di

ti dia kesakitan," ucap Nyonya

aminya, Gilang pun me

pulang sekolah, Mami mau beli gendongan dan baju-bajunya dulu, " b

boleh gendong pakai gendongan?

biar berangkat sekolah,

ikuti Bibi Kotimah yang akan

beres, Gilang

Gilang berbalik dan berlari k

ngis ya, " ucap Gilang lalu menyesap wajah bayi itu dal

an bayi untuk membeli perlengkapan untuk bayi tersebut. Ba

a izin kepada pimpinannya unt

langsung ke sekolah Gilang untuk m

atkala mendapati yang menjemputnya adalah Maminya. Tidak

ana Mi? " tanya

h, " jawab Ny

gan dedek bayi, " pinta Gil

bisa tersenyum meliha

ecepat kilat, Gilang membuka pintu lalu melompat

k, " teriak Ny

a terus berlari hingga kedalam kamar tamu. Sejenak Gilan

. Dengan hati-hati Gilang menarik tanga

but. Ada rasa tidak tega di dalam hatinya untuk menyerahkan bayi itu k

bayi ke Panti asuhan, " ucap

anya Gilang tidak mengerti

olehkan ko' main kesana, asal sekolahnya rajin d

pinjam ya Mi? "t

s mengembalikannya, "j

angin sama maminya, kalau Gilang boleh main

Nyonya Bramastio yang lalu mengang

ju gih, biar kita berangka

mengikuti Bibi Kotimah yang sudah menung

amastio kepanti Asuhan untuk me

rkan ya, kapanpun dia mau, " pinta Nyonya Bramastio

" jawab

kedatangan Nyonya Brastio kali ini

sapa Nyonya Bramastio kepad

am.Tumben ba

ni. Tadi pagi, seseorang meletakkannya di dep

haladjim! " se

lang. Katanya dia mau i

engnyaaa, " puji Ibu Panti melih

an oleh Nyonya Bramastio.Hal itu sudah hasil kesepak

yi tersebut. Pada kenyataannya keluarga Bramastio

s Panti asuhan, supaya mengizinkan Gilang apabil

us Panti itu menyetujui pe

k ketika Nyonya Bramastio

u disini sama dedek bayi,

sepulang sekolah, Pak Mun akan mengant

lang mau sama dedek bayi, "

nya tersebut. Dia kehabisan akal untuk membujuk

juknya sebentar Bu,

pinggir memberi ruang kepada kep

ar lagi. Tapi setelah itu Gilang harus bersedia pulang kerumah,supaya Ibu men

saha mencerna perka

ayi. Pilih mana? disini? tapi tidak boleh lagi datang kemari, atau pulang? tapi besok-bes

eh ya Bu main dengan de

ng.Di umurnya yang ke tiga tahun, Gilang sudah p

gpun bersedia n

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka