icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Anak Tersisih

Bab 4 PoV Sarinah Rully

Jumlah Kata:1196    |    Dirilis Pada: 07/04/2022

g yang sangat besar dan bertingkat. Seumur hidupku, baru kali ini melihat bangunan besar yang di dalamnya terdapat berbagai macam

di sana. Sementara orangtua angkatku dan pengunjung lainnya berjalan dengan santai. Papa dan mama tak menyadari jika aku masih berdiri di sini, ing

jika aku tidak berada di dekat mereka. Buliran bening mengalir, orang-orang yang berjalan mel

t melihatku yang mematung di pembatas. Dengan tergesa-

apa gak ikut naik?" tan

eka tirta netra, lalu mengu

t ken

aku takut tersangkut," jaw

a? Ayo kita ke atas bareng mama, kamu mela

rasa takut masih saj

sama mama?"

n mama kuat-kuat, mama jam

la melihat senyuman mama yang selalu menghias wajahnya. Aku

gkah menuju tangga itu. Ada rasa cemas, teta

apa, kan?" Aku membalas senyumannya, m

aat aku dan mam

jangan segan-segan untuk berkata jika ad

malu

a, jangan ada kata segan di

megangi tangan kiriku. Tiga hari ini aku benar-b

tempat makan yang sering muncul di iklan tv. Sontak s

langkah, lantas

par, ya, Sayang?" Aku tersipu mal

iajak kompromi apa? Aku 'kan jadi malu sama

elanja kita makan dulu, biar ada te

angan yang saling mengait. Alangkah senangnya aku

a, wajarlah karena aku memang tidak pernah diajari untuk baca dan tulis.

pesan ap

k gambar tanpa me

kamu mau pe

Roti tump

ak, entah apa yang l

g." Aku menunduk, merasa m

ly sayang," ucap mama seraya meng

ti kemauannya, ya walaupun ha

Mama janji bakal langsung carikan guru buat

kenyataan. Tak sabar rasanya ingin segera sampai ke rumah orangtua

*

bu ka

yaris menyerah untuk melangkah. Ah, andai saja si Inah tak

n biarpun lelah telah mendera. Semua ini kulakukan demi putrak

tanya tetanggaku sembar

ekolah Di

belum

bapaknya sibuk, jad

gak khawatir jam se

mput walau harus jalan kaki!" ketusku y

Bu Titin naik motor se

nih,

njang besar yang berisi tumpukan rump

gsung menaiki motor, lantas melaju

ah sampai ke sekolah. Terlihat Dino sedang duduk t

" pang

beranjak dan men

lama sekali

o hanya diam, terlihat

n ibu y

apa

ik! Mamang harus a

naik, kami pun melanjutk

g teman-teman? Anak kelas dua harus

ah selesai belajar, tapi kata ibu Din

nar itu

ngah sebelas itu bapaknya udah jemput, cuma tadi karena harus ke kebu

harus diajarkan menjadi pemberani dan mand

i, merasa tak suka jika ada orang lain i

ud apa-apa, cuma m

akan, Mang. Kita gak boleh membiark

as, lantas menghentikan motor

rumput ini segera. Maaf, ya ta

ang. Apa gak kasihan meliha

anggaku itu langsung tancap gas dan meninggalkan kami di tengah jalan. Memang dasar tetangga gila, gak punya pera

takut,

ing. Apa yang Dino rasakan, aku ikut merasakannya. Di sekitar tak ada tanda-

pohon co

no. Ayo kita

n menambah kecepatan. Ingin berlari, tetapi aku takut Din

cont

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka