icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

PLAYMATE

Bab 2 02- Sally Murka

Jumlah Kata:1477    |    Dirilis Pada: 31/03/2022

di dalam kamarnya. Ia membanting boneka-boneka ma

nya karena sebuah pulau. Sally bahkan yakin, uang Pet

ebalkan, siala

n? Oh, yang benar saja. Orang akan memerintahk

h memberiku misi untuk menjadi maid. Ya Tuhan,

ada mobil mewahku, tidak ada barang-bar

itu tidak mendahuluiku, tentu saja aku tidak akan mau me

m terkutuk itu. Ck!

ketika down. Besok ia harus berkeluh kesah pada sahabatnya, Feli. Iya, Feli har

pintu kamar me

sana?" ter

ntak Sally sambil berjalan tergesa untuk menghardik lebih keras o

ia tinggi menjulang menatapnya tajam

iak memaki memakai bahasa kasa

er, Daddynya sendiri. Pria paruh baya itu akan mu

yang berpendidikan. Tidak mengumpat kasar seseorang dengan makian murahan seperti itu. Kau tahu, Daddy tidak pern

nduk lesu mendengar ce

Daddy," kata Sall

cau di dalam kamar Sally

embersihkan kamarmu yang sungguh mengerikan ini. Kau harus mulai membiasakan diri dari sekarang. Bereskan dan

semua ini sendirian?"

engangg

eserta fasilitas lengkapnya, kau haru

Kau hanya bisa memakai kartu debit yang sudah Daddy persiapkan. $50.000 cukup untuk hidupm

Sally mengang

diantar ke kamarmu lalu beristirahatlah." Peter m

aruh baya itu melangkah meninggalkan Sally yang

e you kiddin

ng itu? Ini benar-benar gila! Kartu Kredit Unlimited-

u!" jerit Sally dan salah satu maid di rumahnya

dengan berendam semua hal gila yang menempel di kepalanya bisa segera pergi dan besok Daddynya a

*

ulau dan laut biru kehijauan terhampar. Pulau di Maladewa merupakan sa

liburanku di pulau pribadiku

maid selama satu bulan adalah hal yang mudah. Kau tidak boleh menyerah demi Pul

rkan secara matang apa iya harus menerima atau membatalkan permintaannya. Jika

AK

tiba-tiba pusing, lebih baik ia tidur dan es

*

anggil seorang pria bertubuh

mbil bersedekap tangan di dada mema

anya Sally a

an cukup kaya ini begitu menyukai bahkan tergila-gi

0. Aku ingin mengajakmu berkeliling denga

ke bawah beberapa kali, lalu mengge

n Ferdinan, tiba-tiba wanita berambut pirang memeluk er

sa memakainya untuk berlibur ke pulau pribadik

lar itu pasti akan menyindirnya dan memancing emosi

u pribadi, Ze?"

cepat sambil t

a, aku sudah berhasil menggeser posisi Queen di kampus ini. Queen yang memiliki hobi me

dak menjambak rambut pirang

uku yang limited edition. Ingat, hanya orang-orang tertentu yang bisa

sudah membeli super yacht seperti milik Daddyku, kau boleh

g lalu berjalan meninggalk

rkata demikian padamu, Fe," ucap Zena kes

nyum menanggap

Daddynya. Aku akan bekerja lebih keras agar Sally bisa menolehku, ah- tidak, agar Sally men

rgi dul

ian. Wanita berambut pirang itu menghen

ingkah lakunya arogan seperti itu seharusnya dijauhi semua orang

*

a lantang Selena memenu

hanyalah pecundang," ucap Selena berani sambil duduk di atas meja sambil me

maksud dari ucapan Selena. Bagaimana mungkin Sally dan Feli bisa digeser begitu s

biza, harganya tentu cukup fantastis. Sedangkan aku

dengan ucapan Selena itu. Mereka tidak menyangka jika Selena

a Queen itu hanya lah pecundang

a tinggi. Ucapan Selena sukses melukai harga dirinya. Ia tidak akan s

merah ombre hijau milik Selena. Wanita itu

embual! Lepaskan tanganmu, sialan!" teriak Selena dan Sally

segan untuk menampar mulutmu dengan highheels mahalku. Camkan itu, Bitch!" desis Sally sam

iliki pulau Chora di Yunani beserta fasilitas lengkapnya. Silakan merasa menang saat ini dariku, tapi lih

kampus sudah sangat mengenal perangai seorang Sally Beatrice. Wanita yang hobi foya-foya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
PLAYMATE
PLAYMATE
“Tidak ada permintaan yang tidak dikabulkan oleh kedua orang tua Sally Beatrice pada anak semata wayangnya itu. Kali ini, Sally Beatrice menginginkan sebuah pulau pribadi di salah satu negara Yunani, lengkap dengan segala fasilitasnya kepada kedua orang tuanya. Namun, untuk kali ini pula kedua orang tua Sally, Peter dan Liza memberi tantangan untuk Sally menjalankan sebuah misi menjadi seorang maid selama satu bulan di tempat yang sama sekali tidak Sally ketahui. Sally pikir, semuanya akan berjalan dengan sangat mudah dan lancar. Akan tetapi, pertemuannya dengan Roland Filemon, si pria tampan nan absurd itu membuat Sally kelabakan, kehilangan fokusnya. Akankah Sally berhasil menjalankan misi itu sampai akhir? Ataukah Sally menyerah di tengah jalan?”