icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Re(s)tart

Bab 3 Orang Baru

Jumlah Kata:1023    |    Dirilis Pada: 19/02/2022

fuk timur sedikit terhalang oleh awan hitam. Musim penghujan datang bersama langit yang selalu mendung.

Ridwan. Tepat di hari minggu, membuat Fauzan lebih senang dudu

auzan menatap kesal ke arah pria itu. Tubuhnya tambun, tatapan ma

i Fauzan. Keempat anak itu saling sikut. Hingga a

ain, yuk!"

a, mumpung masih pag

nnya tak lepas dari Kono yan

ernah main lagi bareng kita, padahal

rutama Arip. "Aku nggak suka sama Mang Kono. S

h ke arah kanan dari tempat mereka b

hari datang, kan,

ggak aneh, sedangkan Mang

u, mungkin, Zan," celetu

l. "Dah, kita main," ucap

ereka menyusuri jalan setapak menuju tanah yang lapang, di sanalah

aja baru nongol

n nggak aka

nya Ocid. Ketiga anak-anak itu mendeka

ana? Ibuku b

ya?" tanya Agus meng

ud

h untuk membagi

berdiri membentuk lingkaran. Semuanya ada 18 orang, t

agu hom pim pah itu dinyanyikan bersama

ar adil, siapa yang akan jadi anggota di timku

kertas!" ucap ke

bil berlari ke arah tim Fauzan. Pe

yang membantu menyiapkan makanan untuk acara tah

" tanya Ningrum dengan rau

cap Nur sambil mengipasi nasi ya

atas tungku, ada wajan yang berisi air santan bercampur rempah-rempah. Aroma masakan

segera dimulai. Aku titip rumah dulu, y

ekalian mau ke warung Mak Kasih." Nur membetulka

i, N

r langsung berdiri, ia mulai

kasih, y

natap Nur sampai sosok itu terha

an setapak, sebelum ke lap

mbil melongok ke d

a berjalan sambil membetulkan kain jarik yang

uju pada bungkusan roti. Tangannya dengan sigap menghitung roti yang ak

jalan setapak dan tak lama, tibalah ia di lapang. Kedatangannya

ak Nur dari

bola itu seketika menolah. Namun, tak men

atkan anaknya untuk pulang. "A

ukan mencari Fauzan. "Sudahan mainnya, woy!" teriak Karvo. Se

g. Sudah sore. Y

ih!" teriak Oc

arvo sambil menunjuk ke arah

nnya," ucap Fauzan sambil

i dari teman-temannya. Mereka berja

ngaji bareng?" tany

a diantar terus oleh ibunya meski ibunya tak pern

n jempol. Setibanya di pertigaan, A

da di rumah?" tanya Fauzan

dian ia terdiam. "Sudah pu

ya. Ia memasuki rumah melalui pintu dapur. Suasana rumahny

" ucap Fauzan samb

kamu belum makan," ucap Ningrum s

anggil

Y

auzan, kan?" tanya Fauzan s

pat pintu kamar itu. "Kenapa bertanya seperti itu, Nak?" tany

t, ibu ju

anaknya. "Ibu tidak akan meninggalkanmu, Aya

janji akan jadi anak yang baik. Mulai hari ini, i

bil mengacak rambut Fauzan. "Sudah, sana mandi. Lalu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Re(s)tart
Re(s)tart
“"Dua hal kebahagiaan yang kupunya, telah kamu ambil. Apa itu belum cukup jika aku adalah selanjutnya?" tanya anak itu sambil duduk menengadah, seulas senyum terbit dengan tatapan mengejek. Ia sudah tak sanggup berdiri, tubuhnya penuh memar, kekuatan yang tersisa masih disimpannya untuk hari esok. Akankah ada hari esok? Entahlah .... Hari esok yang penuh misteri selalu diharapkan oleh mereka yang menginginkan masa depan. "Jika, ya? Apa yang akan kamu lakukan?" "Apa kamu akan kabur?" "Atau menangis seperti hari ini?" "Bocah tau apa? Harusnya kau bersyukur masih bisa hidup enak!"”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Seorang Anak Yatim3 Bab 3 Orang Baru4 Bab 4 Rindu5 Bab 5 Marah6 Bab 6 Sosok Ayah 7 Bab 7 Patah Hati Pertama8 Bab 8 Akad Nikah Ningrum9 Bab 9 Kembali 10 Bab 10 Sepasang Sepatu Lusuh11 Bab 11 Nasi Jagung12 Bab 12 Sebelum Semua rasa Sakit13 Bab 13 Bukan Yang Dipentingkan14 Bab 14 Sendiri15 Bab 15 Ranting16 Bab 16 Kebohongan17 Bab 17 Bak Air18 Bab 18 Terlambat19 Bab 19 Terakhir20 Bab 20 Kabar21 Bab 21 Kehilangan Kedua22 Bab 22 Pertemuan Kembali23 Bab 23 Ancaman