icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Re(s)tart

Bab 2 Seorang Anak Yatim

Jumlah Kata:1056    |    Dirilis Pada: 19/02/2022

kan takdir. Maut yang tak bisa dihindari oleh makhluk yang bernyawa. Air mata jatuh meluapkan kecewa

elayat yang sedang membacakan al-Qur'an Surah Yasin itu membuat siapa saja yang mendengarkan merasa tenteram. Lalu tatapannya beralih k

dikafani dan tinggal mengantarkannya ke rumah terakhir. Jenazah itu adalah---Ridwan---ayahn

tidak akan ditemukan secepat ini," bisik seorang ibu-ibu yang duduk di

daan hidup, bukan jasadnya," jawab i

selamat, Nur. Mana di bawahnya bebatuan. Kasihan F

u mencubit wanita di samping kirinya. K

erapikan karpet yang berantakan dengan sampah kertas, sekilas ia melihat anaknya itu, lalu

"Nak, jangan bersedih, kalau bersedih kasihan ayah

ab Fauzan

u mengusap kembali pucuk kepala ana

endekat. Ningrum kembali menoleh sekilas lalu menyapu kembali sampah pada karpet yang masih

pang

awab sambil duduk

antarku pergi ke mas

ntar Fauzan ke masjid saat azan maghrib adalah Ridwan. Bahkan, ayahnya itu selalu men

ghrib, nanti beres shalat, semua teman-teman akan datang ke rumah kita untuk mendo

tu ibunya merapikan karpet. Setelah selesai, barulah ia

ngan ibunya, lalu setelah terdengar jawaban salam dari Ning

b berkumandang. Ia bergegas mengambil air wu

berangkat bareng," ucap Karvo saa

jawab Fauzan sambil memame

erjamaah. Setelah salat selesai, ustaz yang menjadi imam itu memu

gkat ke rumahnya Bu Ningrum untuk acara tahlilan. B

di wajahnya. Karvo yang duduk paling dekat dengannya segera m

" ajaknya setelah beberap

uzan. Keempat temannya itu tak berkata apa-apa, bahk

" seru Karvo sambil menep

n masuk lewat pintu rumah, ya!" ucap Fauzan,

a. Tidak hanya murid dari ustaz Yoyo yang hadir, bapak-

embantu Ningrum menyiapkan cemilan untuk para tamu. Fauzan be

ahlilan dilakukan sampai hari ketujuh. Fauzan

-temanmu sudah menunggu di depan!" per

etelah selesai meneguk segelas air, ia keluar rumah sambil menjinj

bawa tepung beras sama gula," ucap Nur sambil

akaian sudah selesai dijemur di kawat jemuran. Ningrum m

lalu ia mencium tangan Ning

n belanjaan. Kita masak itu juga buat acara nanti

mengambil langkah saat mendengar ucapan ibunya barusan. Otaknya mulai mengingat kejadian sub

nya cukup dilalui oleh manusia dan kendaraan beroda dua. Melewati padang rumput ilalang

bola, yuk!" ajak Arip yang langs

lu menatap tanah yang diin

n lah, Zan!"

. Ia berjalan sambil menatap Fauzan. Yang di

juga ikut pergi," gumam Fauzan sam

ikap Fauzan belum kembali ceria. Hingga acara tahlilan ke sepuluh dan selanjutnya setiap har

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Re(s)tart
Re(s)tart
“"Dua hal kebahagiaan yang kupunya, telah kamu ambil. Apa itu belum cukup jika aku adalah selanjutnya?" tanya anak itu sambil duduk menengadah, seulas senyum terbit dengan tatapan mengejek. Ia sudah tak sanggup berdiri, tubuhnya penuh memar, kekuatan yang tersisa masih disimpannya untuk hari esok. Akankah ada hari esok? Entahlah .... Hari esok yang penuh misteri selalu diharapkan oleh mereka yang menginginkan masa depan. "Jika, ya? Apa yang akan kamu lakukan?" "Apa kamu akan kabur?" "Atau menangis seperti hari ini?" "Bocah tau apa? Harusnya kau bersyukur masih bisa hidup enak!"”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Seorang Anak Yatim3 Bab 3 Orang Baru4 Bab 4 Rindu5 Bab 5 Marah6 Bab 6 Sosok Ayah 7 Bab 7 Patah Hati Pertama8 Bab 8 Akad Nikah Ningrum9 Bab 9 Kembali 10 Bab 10 Sepasang Sepatu Lusuh11 Bab 11 Nasi Jagung12 Bab 12 Sebelum Semua rasa Sakit13 Bab 13 Bukan Yang Dipentingkan14 Bab 14 Sendiri15 Bab 15 Ranting16 Bab 16 Kebohongan17 Bab 17 Bak Air18 Bab 18 Terlambat19 Bab 19 Terakhir20 Bab 20 Kabar21 Bab 21 Kehilangan Kedua22 Bab 22 Pertemuan Kembali23 Bab 23 Ancaman