icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Santet Pengantin

Bab 7 Part 7

Jumlah Kata:1841    |    Dirilis Pada: 30/01/2022

Sek

kat. Tergopoh-gopoh, Arga berlari kesana kemari sambil berteriak memin

ngat kritis, saya mohon, Pak!" Arga berteriak histeris, tida

Bapak minta!" seru seorang petugas keamanan

r itu mendekati pintu kursi pemandu, dengan tergesa dia membuka pintu mobilnya dan men

betulan lewat untukku membantu mendorong brankar yang berisikan

mbil tas dan beberapa keperluan lainnya! Saya seg

ri tangan Arga dan segera mendorongnya ke dalam, diiringi pandangan

ainnya, tanpa memperdulikan sekitarnya Arga segera berlari menghampiri brankar yan

h dasternya sudah tidak terlihat lagi warna asli, bahkan brankar yang berwarna h

atkan bayi saya, Dok," pinta Ra

an, kemudian menyuruh beberapa perawat dan asisten dokter untuk segera mem

nuju ruang administrasi guna mengurus segala keperluan tindakan perawatan bagi i

u urusan yang selama ini dianggapnya sepel

uskan untuk menunggu di sana. Arga mengambil sebuah tempat duduk untuk menaruh tasnya, ketika tiba-tiba huj

ir begini ya? Padahal cuaca sebelumnya sangat panas. Se

ai beranjak pergi, sementara Arga tetap tak bergeming dari tempat

ia menukar apa pun milik hamba, asalkan mereka selamat," doa Arga untuk

k di rumah sakit padam seketika, Arga terlonjak karena merasa kaget dan

tiba terdengar lolongan anjing bersahutan di kejauhan ditambah angin bertiup sangat kencang menimbulkan gemeri

long lagi, bikin merinding. Hii.' Arga menyilangkan kedua tangannya di dadanya unt

bulu kuduk meremang, ditambah aroma amis yang secara mendadak menyerua

k!

anyir yang luar biasa, tetapi tak ada apa pun yang keluar karena perutnya hanya terisi

i, Ya Allah?" Reflek Arga menutup hidungnya dengan kedua

etapi Arga berusaha mengacuhkan hal itu. Tampak sesosok wanita dengan ram

at, bidan sibuk dengan urusannya masing-masing, begitu ju

kan ruang OK dan periksa ketersediaan stok darah golongan AB sekarang! Saya akan keluar menemui kel

ngah duduk sendirian berusaha mengusir rasa mual dan dingin yang dirasakann

k? Istri saya kenapa?" cecar Arga, kepa

satu asistennya yang memberitahukan bahwa di bank darah rumah sakit saat ini hanya tersedia dua

n yang lumayan banyak, untuk menyelamatkan ibu dan bayinya, kami harus melakukan tinda

pak dan satu lagi, kami saat ini ada kekurangan stok golongan darah AB sebany

ri saya, jadi Dokter bisa ambil darah saya. Untuk kekurangannya saya akan menghub

dri pun segera kembali menuju ruang IGD dan segera

,' bisik Arga dengan perasaan was-was, bergegas menyelesaikan keperluan operasi kemud

rtuanya bersedia mendonorka

anakan tatkala tiba-tiba lampu-lampu di ruang OK berkedip, kadang mati dan hidup

asat mata itu dengan suara

Rasti. Namun, hal itu membuatnya harus melihat sosok wanita

elos, wajahnya sedikit memucat, tak satu pun kata keluar dar

dan hitam milik wanita itu masuk ke inti Rasti, mengkorek-korek ke dalam rongga perut

Hmph

enuju ke toilet yang berada tidak jauh dari ruang OK, tidak dipedulikannya tat

o

perutnya. Dia merasa sangat jijik dan mual setelah tadi melihat apa

kan dan berbau sangat amis. Lalu kenapa dia melakukan hal itu pada Bu R

adi bukanlah yang aneh dan menakutkan, karena sebagai orang yan

hal menjijikkan yang tampak begitu nyata dihadapannya, meski pun bagi or

k tahu ada keterkaitan apa diantara mereka, hamba hanya ingin menolong makhluk tak berdosa itu saja." Dokter Indri terus-menerus men

asih sibuk mengorek-korekkan tangannya di dalam perut Rasti, kuku-kuku yang hita

daging yang renyah seperti ini. Aku suka, sangat suka.' Sosok itu berbisik parau

as

ebar, lebih tepatnya seringaian karena yang tampak di dalam mulut wanita

carnya sedari tadi. Sesuatu itu tampak berdarah-darah dan terdapat lubang sobekan memanjang

h sekian lama. Aku suka!" Tawa seram sosok itu terdengar keras dan meleng

a para tenaga co-assistent merasa ketakutan karena tidak pernah mengalami fenomena seperti ini, terlebih lagi lampu-lampu di ruang OK sekarang

an lagi pekerjaan mereka, atau menghentikannya. Namun kedatangan dokter Indri membuat

u darurat juga berkedip-kedip nyala mati. Kita susah ngelan

dan semua gangguan ini berhenti hingga kita selesai." Dokter Indri pun memimpin timnya untuk berdoa, seket

, dengan cekatan mereka kembali melanjutkan o

arang, dia yakin pasti ada hubungan antara hantu wanita bergaun merah dengan pasien yang se

sil diambil oleh hantu w

au bayinya yang

kisahnya, dengan berlan

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Santet Pengantin
Santet Pengantin
“Berawal dari rasa sakit hati Rasti terhadap ibu sahabatnya yang dianggapnya sebagai penyebab kembarannya depresi dan akhirnya memilih bunuh diri hingga menyebabkan sang ibu pun harus menjadi pasien rehabilitasi jiwa. Membuatnya menghalalkan berbagai cara untuk menuntaskan dendamnya, teror demi teror dia ciptakan. Ilmu pengasihan dia tekuni demi melancarkan dendamnya, sahabat masa kecil dia korbankan demi terlaksananya semua rencana. Kobaran api dendam semakin tak berujung, ketika sang sahabat yang berhasil dihancurkannya menuntut balas. Demi membalaskan sakit hatinya, sang sahabat rela menjadi pengabdi setan. Berbagai ilmu hitam dia tekuni, demi membalas semua perbuatan Rasti kepadanya. Api dendam baru berakhir saat semuanya telah hancur tak bersisa, Rasti hancur setelah beberapa kali harus kehilangan calon anak tercintanya yang mengakibatkan semua kejahatannya diketahui oleh sang suami yang hancur perasaannya karena terlambat mengetahui perbuatan istri tercintanya, sang sahabat pun hancur setelah jiwanya terganggu akibat ilmu-ilmu hitam yang dianutnya mulai tak sejalan. Berusaha kembali ke jalan yang fitrah adalah pilihan yang terbaik untuk mengakhiri semuanya. Dosa tetaplah dosa, hanyalah keyakinan bahwa Yang Maha Kuasa akan mengampuni semua dosanya yang menjadi pegangan dalam hidup mereka setelahnya. Semua manusia adalah pemimpin atas dirinya pribadi, semua perbuatan pasti ada pertanggungan jawabnya kelak. Jangan terbius dengan dendam karena dendam hanya akan menghancurkan.”
1 Bab 1 Part 12 Bab 2 Part 23 Bab 3 Part 34 Bab 4 Part 45 Bab 5 Part 56 Bab 6 Part 67 Bab 7 Part 78 Bab 8 Part 89 Bab 9 Part 910 Bab 10 Part 1011 Bab 11 Part 1112 Bab 12 Part 1213 Bab 13 Part 1314 Bab 14 Part 1415 Bab 15 Part 1516 Bab 16 Part 1617 Bab 17 Part 1718 Bab 18 Part 1819 Bab 19 Part 1920 Bab 20 Part 2021 Bab 21 Part 2122 Bab 22 Part 2223 Bab 23 Part 2324 Bab 24 Part 2425 Bab 25 Part 2526 Bab 26 Part 2627 Bab 27 Part 2728 Bab 28 Part 2829 Bab 29 Part 2930 Bab 30 Part 30