/0/36671/coverbig.jpg?v=239a31c4aae494933b096b50f372b27e&imageMogr2/format/webp)
ltar marmer, kesunyian kui
enyatuan milikku, tetapi
langsung pasanganku, Alpha Cakra, melewatkan penyat
iska adalah kaca yang rapuh, dengan takarir:
n dengan perasaan terhina, aku tid
sambut tampar
"Aura Alpha" yang kuat, mengeklaim
nya", keluargaku me
nya datang ketika aku mendengar bi
ku, suaranya terdengar b
minggu untuk Eriska. Dia bisa tetap tinggal sebagai p
terasa
aikanku; mereka berencana m
ang mereka asingkan ke Utara bertahun-t
tahu bahwa di Utara, aku
seorang pejuang yang di
tidurku dan menarik keluar
an daging gulu
dar pergi. Aku
a
yang
Ve
ian yang damai, melainkan jenis yang berat
mengalir melalui kubah kaca yang tinggi, menyinari butiran
snya terikat tanpa bisa dibatalkan dengan jiwa lain untuk selamanya. Upacara ini adalah
pha menghilan
ra, pakaian berat yang disulam dengan benang perak yang menggambarsanya sepert
i pinggangku sepert
eorang Luna harus bersikap tenang. S
buah notifikasi dari akun med
a menyambut kepulanga
di atas layar. Aku m
ngan terbang pribadi. Namun pengkhi
ernah dia sia-siakan untukku. Di sana ada ibuku, menyeka air mata b
sana ad
nku. Calon Alp
ris rahangnya begitu tegas. Namun dia tidak sedang melihat ke
. Saud
uh kemenangan. Cakra bergegas maju, melewati para penjaga, dan mengulurkan l
ti mengenali kekuatan sejati. Selam
Seluruh keluargaku. Pasanganku. Menyambut saudari yang meninggalka
diri di altar, terliha
ranku. Ikatan pasangan seharusnya menjadi tempat perli
anku. *Kamu ada di mana? Pendeta
ian, suaranya menggema di k
saja mendarat. Dia kelelahan. Penerb
menjaga suara mentalku tetap tenang. *P
mu telah kembali dengan anugerah Aura Alpha. Ini adalah hari bers
terputus
form
rtinggi, yang berpura-pura mengelap cawan untuk menghindari tatapank
n," kataku. Suaraku t
lai berkata, "Alpha Cakra
rtahan. Dia s
bal itu meluncur dari pundakku, menumpuk di lantai ya
genakan gaun hitam s
kan pu
rasa sejuk, tetapi rasa dinginnya tidak seped
ahun-tahun oleh obat-obatan yang dipaksakan orang tuaku ag
suaranya seperti batu yang saling
etuju. *Kita t
nya sunyi, malam ini tempat itu benderang oleh
ang megah dipenuhi pemandangan mengerikan dari balo
sampanye. Kaum elit kawanan sed
Aku adalah putri yang tak kasa
nuju t
er
i
di tangannya. Dia menatapku dengan cam
untutnya. "Ibu mencarimu
uil," kat
, Eriska lapar. Dia mau daging gulung favoritnya. Yang kamu
bukan saudarinya. Aku adalah pelayan rendahan ya
elah,
tu rapuh. Dia butuh protein untuk mempertahankan Aura Alp
r
menertawakan sesuatu yang dibisikkan Eriska, tan
n tidak m
taku. "Aku ak
us. Dan bersihkan dirimu d
i bukan untuk membersihkan dir
Eriska, dikirim seminggu yang lalu. "Lavender dan Madu,"
. Kulitku terasa
ruam yang sangat parah hingga aku tidak bisa be
telah terbangun, aku mencium keb
ahkan serigala seiring berjalannya waktu. Cukup
mengabaikanku. Di
u tampak pucat, tetapi matanya... bintik-bint
mah,* bisik Viona. *T
n sabun itu ke
embuka jurnal bersampul ku
tanggal hari ini, aku m
tuan: Pasangan
erita duka b
melampaui halaman rumput yang terawat rapi dan pe
am pengasingan karena orang tuaku tidak mampu memberi makan se
di sana. Mereka tidak tahu apa yang
itu. Persetan denga
an ber
/0/36671/coverbig.jpg?v=239a31c4aae494933b096b50f372b27e&imageMogr2/format/webp)