Meja
Ve
itu terasa
aya hangat, tetapi suasananya lebih d
ku mencoba pergi sekarang, di tengah perayaan ini, Dika akan menghentikanku secara fisi
aku d
jauh, tempat yang dikhususkan untuk
meja, di sebelah kanan ayah
tal bagaikan sirup. "Mereka bilang belum pernah melihat Aura
alah tiket lotre yang menang. "Seorang Alpha perempuan di garis ke
ahu Cakra. "Transformasinya... kekuatannya... itu
gumam Cakra. Dia memotong sepoton
u tera
tidak pernah me
lalak pura-pura terkejut. "Aku tidak melihatmu di san
itu menja
tenang. Aku mengiris steik setengah matang di p
palanya. "Cakra begitu mengkhawatirkanku, dia tida
n. Itu seharusnya berupa perin
ti karet terbakar dan parf
endongak. "Untuk apa aku marah? Ca
adis yang berakal sehat. Dia tahu keluarga adalah ya
menjejalkan roti ke mulutnya. "Ve
ap Dika.
ketika Eriska menunjukkan dominasinya, aku akan
h," ulangku. "A
anya Cakra. "Apa
mahami posisiku
ar ke sekujur tubuh Cakra
ngambil sepotong daging gulung panggang-bongkahan kering dan terlal
Kita tidak boleh membiarkan orang-oran
anan unt
atap da
, Eriska
ke lehernya. Wajahnya b
dak bisa..."
pat berdiri, kursinya
engah-engah, mengacungkan jari gemetar ke a
a, menghantamkan
hnya ke pelukan Cakra. "Dia melakukan sesuatu! Bau
nangkan. Netral. Kami tidak
enting di sini. Hany
rah. "Hentikan! Apa pun yang sedang k
apa-apa," kataku tena
t ibuku. "Panggil dokter
an perintah. Cakra mengangkat Eriska ke dalam dekapanny
uju sayap medis, Cakra melayangk
" geramnya, "aku akan membuatm
eluar. Ruang mak
nan yang baru dimakan separuh dan
kata Viona dengan nada datar. *
dosis
era. Dia bahkan tidak bisa berubah wujud. Dia menyuntikkan obat untu
osong tempat "Alpha Pe
annya, auranya, kerapuh
lah terperangkap dalam s
Aku tidak mem
g-barang yang harus kukemas. Dan kali
/0/36671/coverbig.jpg?v=239a31c4aae494933b096b50f372b27e&imageMogr2/format/webp)