icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pewaris yang Dicampakkan: Menikahi Taipan Tak Tersentuh

Bab 7 

Jumlah Kata:1019    |    Dirilis Pada: Hari ini13:45

-abu, tetapi fokusnya tajam-tertuju pada konfrontasi tak terhindarkan dengan Bagus dan Fino yang menunggunya di Kediaman Keluarga Adhitama. Otot-o

bukan karena takut, melainkan karena amarah yang dingin, lalu melangkah keluar. Angin menembus mantel paritnya, menghempaskannya di sekitar kakinya saat

a. Kunci berbunyi hijau, nada dering samar yang mengejek, dan ia mendorong pintu terbuka, menyelinap masuk setenang

k beradu dengan porselen bergema, tajam dan disengaja-cara Bagus menegaskan kendali, bahkan atas makan siang yang terlambat. Keluarga itu ada di sana,

saat melihat Alisha. Gadis itu terkesiap, suara melengking tinggi, dan nampan itu terlepas dari jari-jarinya. Nampan itu jatuh

ti cambuk, tanpa jejak kesabaran. "Siapa yang ber

pembangkangan, dan berbalik perlahan. Tumitnya berdetak di atas marmer, ritme yang disengaja dan mengeje

tu jelek hingga mengubah fitur wajahnya. "Lihat siapa yang merayap kembali-setelah

ah kehadiran Alisha hanyalah ketidaknyamanan kecil. "Alisha, mari kita bersikap mas

dari jari Alisha hanya 24 jam sebelumnya-berkilauan di bawah lampu gantung. Ia menatap Alisha, senyumnya man

suaranya cukup dingin untuk membekukan udara. "Aku di

, isinya tumpah melewati bibir. "Semua di rumah ini milikku-properti Kumpulan

tergoyahkan. "Dana perwalianku adalah milik kakekku. Bukan

uaranya naik menjadi jeritan melengking. "Dasar wanita tak tahu terima kasih! Kau ha

rtika meludah, mengambil langkah lain, matanya liar. "Kau mendorongnya

at napasnya tercekat. Benang kasih sayang terakhir yang rapuh untuk bibinya-istri Bagus, wanita yang pernah berpura

lisha, aku akan membantumu. Sebuah kondominium bagus di pusat kota, sewa dibayar selama setahun. Cuku

ga ia hampir muntah. Ia mencoba membeli keheningannya-dengan uang y

an palsu. "Ambil saja, Alie. Ke mana lagi ka

un. Tawa itu bergema di lorong, membuat semua orang di ruangan itu merin

n. "Kau pengecut. Kau tidak bisa membangun warisanmu sendiri,

enonjol. Ia menerjang maju, tangannya terangkat tingg

a melangkah lebih dekat, mengangkat dagun

. "Pukul aku-tepat di depan kamera yang kupasang di lorong ini bulan l

tanya melirik ke sudut langit-langit, tempat kubah hitam kecil kamera menatapny

aat ia menaiki tangga besar, meninggalkan mereka mendidih, t

aiannya, menyingkirkan mantel desainer untuk menekan telapak tangannya ke panel palsu-panel itu terbuka, m

bawahnya-amplop manila berisi piagam dana perwalian yang belum disunting, bukti yang ia butuhkan un

ng telah menjebaknya selama dua puluh tahun-sebelum ia membuka kunci p

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pewaris yang Dicampakkan: Menikahi Taipan Tak Tersentuh
Pewaris yang Dicampakkan: Menikahi Taipan Tak Tersentuh
“Aku memberikan tiga tahun masa mudaku untuk Fino, bahkan menolak tawaran karier di Eropa demi mempertahankannya. Namun, saat aku menunggunya di bandara, notifikasi dashcam mobilku tiba-tiba menyala. Di layar ponsel, aku melihat tunanganku sedang mendesah hebat, bercinta dengan adik kandungku sendiri, Shanti, di kursi belakang mobilku. Saat aku memutar video perselingkuhan menjijikkan itu di ruang keluarga, reaksi mereka justru membuat darahku membeku. Paman dan bibiku tidak marah pada mereka, melainkan menunjuk wajahku dan memakiku habis-habisan. "Ini semua salahmu! Kau terlalu dingin dan gila kerja, wajar jika Fino mencari kehangatan dari adikmu!" Tanpa rasa bersalah, pamanku langsung mengalihkan status pertunangan itu kepada Shanti demi menjaga harga saham perusahaan, sementara Fino menyeringai dan menawariku uang tutup mulut. Mereka bersekongkol membuangku seperti sampah, memutarbalikkan fakta, dan bersiap merampas habis dana perwalian peninggalan kakekku. Tiga tahun kesetiaan dan pengorbananku untuk keluarga ini dibalas dengan tikaman dari punggung oleh orang-orang yang paling kupercayai. Mereka pikir aku wanita lemah yang akan menangis memohon dan hancur tanpa nama besar keluarga. Tapi mereka salah besar. Malam itu juga, aku mengemas semua dokumen rahasiaku, melangkah keluar dari rumah beracun itu, dan langsung menemui Aditya Wijaya-paman kandung Fino, sang miliarder kejam yang paling ditakuti di Wall Street. "Aku butuh nama besarmu, mari kita menikah," tawarku padanya. Jika mereka pikir bisa menginjak-injakku, maka aku akan kembali sebagai bibi mereka dan meratakan seluruh keluarga ini ke tanah.”