icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pewaris yang Dicampakkan: Menikahi Taipan Tak Tersentuh

Bab 8 

Jumlah Kata:874    |    Dirilis Pada: Hari ini13:45

at dia membuka kunci pintu kamar tidur. Dia menarik napas tajam, menguatkan diri untuk pertarungan terakhir-t

egitu pintu berderit, dia melangkah maju, bahu tegap, mencoba menghalangi jalannya dengan tubuhnya. Wajahnya adalah cam

r bisa menjebaknya sebelum dia melarikan diri. "Apa yang terjadi dengan Shanti? Itu hanya kesalahan fisik b

ereaksi, menepis tangannya begitu keras hingga bunyi tamparan itu bergema di lorong yang kosong,

ya, suaranya rendah dan mematikan.

uat wajahnya memerah. Dia mencibir, bibir atasnya melengkung jijik. "Wanita dingin. Kau mendorongku pada Shan

ku, ibu jarinya melayang di atas layar seperti pedang algojo. Dia membuka emailn

pecah. "Terlampir? Video dashcam kau dan adikku, bercinta di belakang mobilmu di t

Warisannya, kedudukannya dalam keluarga-semuanya hilang dalam satu klik. Dia terhuyung mundur,

nya, berisi dokumen perwalian yang bisa membuat Keluarga Adhitama bertekuk lutut.

tekad menguncinya selamanya. "Serahkan tas itu," bentak Bagus, suaranya menggelegar di ruang kosong. "

n perwalian sudah ada di server luar negeri yang aman," umumkannya, cukup keras agar siapa pun yang mendengarkan bisa mendengar. "Coba ambil tas in

, lalu menutupnya, rahangnya kendur-dia tahu Alisha tidak menggertak.

emainkan peran korban seolah itu pekerjaannya. "Alie, kumohon-kenapa kau

Shanti tersentak. "Ambil saja dia," katanya, tawa pahit keluar

an diri? Siapa di New York yang mau menyentuh Adhitama yang tercela? Kau bukan a

a tercekat di tenggorokannya. "Kau tidak tahu siapa yang mendukungk

angnya-perpisahan terakhir yang pasti. Udara malam yang segar memenuhi paru-parunya, membersihkan bau busuk dari kediaman

a setinggi langit-langit, menatap cakrawala. Sebuah earpiece tersembunyi menempel di telinga

kediaman, tidak terluka. D

ite-gratis, jangan sebut namaku. Dan Yohan?" Dia berhenti, suaranya mengeras. "Awasi dia. K

. Adit berbalik dari jen

renalin mengalir deras di nadinya. Dia mendekati meja depan, siap untuk

mengalami gangguan-Anda telah diting

yalitas. Tapi dia tetap mengambil kartu kunci itu, ambruk di karpet mewah suite begitu pintu

rasetyo Utama-pengacara Adit. Draf Perjanjian Kerahasiaan menatapnya, jargon huku

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pewaris yang Dicampakkan: Menikahi Taipan Tak Tersentuh
Pewaris yang Dicampakkan: Menikahi Taipan Tak Tersentuh
“Aku memberikan tiga tahun masa mudaku untuk Fino, bahkan menolak tawaran karier di Eropa demi mempertahankannya. Namun, saat aku menunggunya di bandara, notifikasi dashcam mobilku tiba-tiba menyala. Di layar ponsel, aku melihat tunanganku sedang mendesah hebat, bercinta dengan adik kandungku sendiri, Shanti, di kursi belakang mobilku. Saat aku memutar video perselingkuhan menjijikkan itu di ruang keluarga, reaksi mereka justru membuat darahku membeku. Paman dan bibiku tidak marah pada mereka, melainkan menunjuk wajahku dan memakiku habis-habisan. "Ini semua salahmu! Kau terlalu dingin dan gila kerja, wajar jika Fino mencari kehangatan dari adikmu!" Tanpa rasa bersalah, pamanku langsung mengalihkan status pertunangan itu kepada Shanti demi menjaga harga saham perusahaan, sementara Fino menyeringai dan menawariku uang tutup mulut. Mereka bersekongkol membuangku seperti sampah, memutarbalikkan fakta, dan bersiap merampas habis dana perwalian peninggalan kakekku. Tiga tahun kesetiaan dan pengorbananku untuk keluarga ini dibalas dengan tikaman dari punggung oleh orang-orang yang paling kupercayai. Mereka pikir aku wanita lemah yang akan menangis memohon dan hancur tanpa nama besar keluarga. Tapi mereka salah besar. Malam itu juga, aku mengemas semua dokumen rahasiaku, melangkah keluar dari rumah beracun itu, dan langsung menemui Aditya Wijaya-paman kandung Fino, sang miliarder kejam yang paling ditakuti di Wall Street. "Aku butuh nama besarmu, mari kita menikah," tawarku padanya. Jika mereka pikir bisa menginjak-injakku, maka aku akan kembali sebagai bibi mereka dan meratakan seluruh keluarga ini ke tanah.”