icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dimanja oleh Konglomerat Dingin yang Bisa Membaca Pikiran

Bab 9 

Jumlah Kata:675    |    Dirilis Pada: Hari ini13:37

langsung ke lantai teratas

ang tajam dan dibuat khusus. Ia berjalan dengan langkah berwib

ris membeku. Mereka menatap Elara dengan terkejut, te

ofa kulit mewah di dekat jendela setinggi langit-langit yang menghadap ke k

enepuk kepala Elara. "Teta

ari nampan yang segera di

-mana adalah jalan buntu. Lebih baik makan makanan enak s

simismenya. Ia berjalan di belakang me

konferensi. Tiga menit. Mul

tu terasa mencekik tegang. Layar besar menunjukkan harga s

estama. Mereka membocorkan dokumen palsu yang mengklaim divisi teknologi ki

rteriak, memohon Aditya untuk menghentikan perdagangan atau m

di ponselnya. Ia bisa mendengar teriakan dari b

enggiling daging! Daffa tidak peduli dengan perusahaan teknologi itu. Target sebenarnya adalah tamb

rensi, Aditya mendengar i

ke atas meja. Suara keras itu

lkan anak perusahaan tekno

Keuangan tampak seperti akan terk

ng tersedia ke rekening luar negeri kita. Kunci setiap saluran perdag

n perusahaan cangkang yang digunakan Daffa Mahendra untuk menyembu

mutlak Aditya memaksa mereka bergerak. P

an, pertumpahan darah d

knologi, berbalik untuk membeli saham mineral tanah jarang pada harga terend

aya menghantam perusahaan cangkang D

i tepuk tangan yang memekakka

sih duduk di sofa, menonton video kucing lucu, sama sekali tidak menya

ndekati sofa. Ia menatapnya. "Menurutmu me

deonya, mendonga

enyuap pengacara di komite perwalian untuk menu

p. Potongan teka-tek

a tim hukumnya: Selidiki Kevin Setiawan di komite

ap Elara. Gelombang rasa terima kasih yang

ngan dan mengecup keningnya dengan singkat dan tegas. "Itu adalah rasa terima kasih Kelua

Ponselnya terlepas dari jari

akak tiran itu baru saja menciumku?! Apakah tek

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dimanja oleh Konglomerat Dingin yang Bisa Membaca Pikiran
Dimanja oleh Konglomerat Dingin yang Bisa Membaca Pikiran
“Elara terbangun di ranjang rumah sakit dengan kepala yang masih berdenyut, disambut tatapan dingin Aditya yang menuduhnya berpura-pura demi menutupi kesalahan telah mencelakai Gisela. Namun, sebuah kejutan besar menghantam pikiran Aditya: dia bisa mendengar suara batin Elara dengan sangat jelas, sebuah rahasia yang mengungkap bahwa Gisela adalah seorang manipulator ulung yang telah menjebak Elara. Aditya mulai menyadari bahwa selama ini dia telah dibutakan oleh kepolosan palsu Gisela, sementara adiknya sendiri menanggung derita akibat pengkhianatan yang sistematis. Elara, yang masih terjebak dalam trauma masa lalunya, terus membatin tentang kehancuran keluarga mereka dan nasib tragis yang menanti jika dia tetap bungkam. Dada Aditya sesak oleh rasa bersalah dan kemarahan yang meluap; bagaimana mungkin dia membiarkan wanita ular itu merusak hidup keluarganya sendiri? Mengapa dia begitu bodoh hingga membiarkan kebenaran yang mengerikan ini bersembunyi di balik topeng malaikat Gisela selama bertahun-tahun? Aditya akhirnya menarik Elara dari cengkeraman keluarga mereka yang beracun, bersumpah untuk melindungi adiknya dan membongkar setiap konspirasi yang mengancam kehancuran Wijaya.”