icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Asmara Mendendam

Bab 3 Malam Pertama

Jumlah Kata:918    |    Dirilis Pada: 31/12/2021

makan diajak makan malam. Tidak hanya itu saja, Bu Ruslan memperlakukan Nezza tidak sebagaimana tamu melaink

nya Nak Nezza," kata B

up, Bu. Te

n mencapit paha ayam goreng la

dan fasilitas yang melengkapi. Setelahnya Bu Ruslan mengantar ke kamar

kamar nomor tiga. Alasannya Nezza ingin berdekatan dengan anak kos lain. Dengan memilih nomor tiga, ia tidak terlalu jauh dari nomer satu dan lima yang kata Bu Rasti sudah ada yang mene

i kamar nomor satu. Menurut cerita Bu Ruslan, Jessy sudah sejak enam bulan lalu

endirian di rumah yang katanya be

atau teman-temannya untuk mengekos di Pak Ruslan tetapi sayangnya mereka tidak ada yang betah. Belum ada seminggu, teman-teman Jes

bercerita tentang Jessy. Nezza jadi tak sabar untuk segera berjumpa dengan Jessy. Apalagi nama Jessy sudah didengar

ezza mencoba menanyakannya pada Bu Ruslan. Dengan menyesal Bu Ruslan tidak dapat be

an. Penasaran juga Nezza akan sosok tersebut.

berangkat tadi pagi. Makanya Ibu sempat mera

Tidak lucu rasanya, kalau ada yang

ujian atau wawancara kerja, Ibu akan beritahu," kata Bu

astiningsih. Pan

awab Nezza patuh. M

ka pintu. Selarik cahaya dari lampu teras menerobos masuk ke kamar. Nezza menekan tombol saklar lampu

e dalam lemari. Merasakan kulitnya sudah lengket sekali, Nezza memutusk

njang. Maksud hati melepas penat sejenak teta

sebut membuat peristiwa tragis itu menjadi abadi? Lukaku tidak akan mengering jika t

hu apa yang akan mereka hadapi. Ibu cuma mau bersikap adil dan b

ka. Ketakutan yang berlebihan di awal itu pada akhirnya membuat me

olah-olah turut membenarkan kabar burung yang

i penduduk di daerah ini. Ibu tak mau dipersalahkan bila terjadi apa-apa dengan anak

n teror. Faktanya, Jessy yang sudah enam bulan di sini betah-betah saja. Aku sudah menyelidiki

dah tidak didapatinya kericuhan suara tadi. Nezza kemudian ke kamar mandi untuk buang air kecil. Selesai dari kamar mandi, ia melihat k

ssy

ez

ng?" tanya

arena kecapean

k kan t

may

ak klop. Karena memang sudah larut malam, masin

mengucapkan salam perpis

juga, Jes,"

nya lelap tanpa gangguan apa pun lagi. Malam pun merambat pel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Asmara Mendendam
Asmara Mendendam
“Nezza kesulitan mencari kos yang dekat dengan tempat kerjanya. Melalui sepasang suami istri pemilik sebuah warung, Nezza mendapatkan kos yang konon berhantu. Arwah gentayangan itu diduga jelmaan dari mahasiswi yang terbunuh 2 tahun silam. Nezza berkenalan dengan Ari, mahasiswa Teknik UGM yang merupakan anak dari pemilik kos. Nezza kesal setengah mati pada Ari. Meski begitu Nezza tak dapat memungkiri ada yang bergetar di hatinya. Jessy yang dewasa dan mengemong bercerita banyak tentang sosok Ari. Diam-diam Nezza menaruh kagum pada pria dingin itu. Adelina dan Putri adalah duet penghuni kos yang agresif memburu cinta dari Ari sedangkan Rahma penghuni kos yang pendiam dan tertutup. Tidak terpengaruh pesona Ari. Semua penghuni kos mengaku pernah mendapat teror menyeramkan. Namun sedari awal Ari yakin bahwa pelaku dari kejadian aneh tersebut bukanlah hantu. Ari berupaya membongkar misteri ini tetapi tidak kunjung berhasil. Hingga suatu malam, Nezza mendapatkan gangguan kembali. Pintu kamarnya digedor-gedor, kaca jendelanya pecah dengan lumuran darah. Rahma tiba-tiba muncul dan menuduh Jessy sebagai pelaku dari semua kejadian aneh yang terjadi di kos tersebut. Bahkan Rahma menuduh Jessy sebagai pembunuh Sarah, mahasiswi yang terbunuh dua tahun silam. Akankah berbagai misteri yang terjadi di kos itu tersingkap?”
1 Bab 1 Berteduh2 Bab 2 Pria Bernama Ari3 Bab 3 Malam Pertama4 Bab 4 Di Atas Dua Roda5 Bab 5 Pagi yang Menakjubkan6 Bab 6 Jessy yang Manis7 Bab 7 Rahasia Sebuah Nama8 Bab 8 Cemburu 9 Bab 9 Menyapa Rahma10 Bab 10 Tangisan Misterius11 Bab 11 Pertanyaan Bersifat Pribadi12 Bab 12 Ember Bocor13 Bab 13 Jujur Saja14 Bab 14 Sobekan Kertas15 Bab 15 Ada yang Datang, Ada yang Pergi16 Bab 16 Penghuni Baru17 Bab 17 Peringatan Rahma18 Bab 18 Orang Ketiga