icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

About Alana's life

Bab 4 Hari Pertama Menjadi MABA

Jumlah Kata:2032    |    Dirilis Pada: 10/12/2021

n dirinya dengan baik. Ia hanya memakai pakaian kasual simple, hanya baju putih polos, dan di luarnya ia lapisi dengan kamer

isalnya, beberapa alat tulis seperti buku, pulpen, dan juga

iap ber

begitu pula dengan cuacanya yang terang, tenang, dan nyaman. Tidak

sepertinya semuanya sudah selesai. Rambutnya sudah ia tata dengan me

ya. "Masuk kuliah jam 08:00, sekarang masih pukul 06:30.

sana naik apa?

elewati dapur, ia dapat melihat Alena yang juga sudah bersiap-siap dan sedang sarapan

ilih untuk berangkat terlebih dahulu

pandangannya ke kiri kanan, mencari mana

pake kendaraan?

bisa berkendara bukan?" ucap sang papa y

tap kedua orang itu

dari Parkiran. Ia berjalan menuju g

egini ada ta

aku pesen grab aja." ujarnya pasrah, kemudia

atanglah sebuah mobil hitam. Sep

nya sopir mobil itu, keti

mengangguk. "Iy

g. Kita berangkat!" u

galkan pekarangan rumahnya. Ia tak tahu, kalau disitu ada Alena yang memperhatikannya dari gerbang, dan tersenyum

Alana mengajak sang

tinggal di ma

atuh kan disini kerja mau gimana lagi jauh-jauh asal a

a pun kita kan, asal untuk memenuhi kebutuhan keluarga s

kan, kita dapat pekerjaan ya

angat. Apalagi, di usia Bapak sekarang udah tua. Banyak-banyak berib

k, tapi wujudnya masih kurang. Sama aja, ngga ingat sama Tu

memastikan, ketika Alana sudah sampai di depa

dian menunjuk pada papan yang berdiri di dep

disertai memberikan beberapa lembar uang k

kembaliannya."

an, langsung berbalik. "

h, makasih ya neng. Semoga Allah ga

n, Pak. Makasih kembali

"Yaudah, saya duluan ya neng

mpersilahkan. "Iya, Pak

mpangi, Alana langsung berbalik da

enjadi bingung. Apa yang harus ia lakukan, dan dia juga tidak tahu

, siapa tau ada seseorang yang bis

uduk sendirian di bangku, sedang membaca b

" ucap Al

ya dan menatap Alana. "Iya,

u kalau mau liat kelas mahasisw

engerti arah pembicaraan Alana. "Ka

uk. "Iya, aku

t aku! Nanti aku nunjukin, buat kamu." ajak w

uti, jejak kemana

di depan mading yang begitu besar. "N

lana."

kap?" tany

tiani Putr

formatika juga?" tanya wani

orang tak tahu apa-apa.

sama aku." ucap w

a apa? Ah, wanita langsung men

wari. Kamu panggil

tangan wanita itu, "Pan

m, dan mengangguk.

ku mau kenalin kamu sama

gnya bingung. "Teman-te

yang kuliah disini. Tapi, yah gitu. Mereka ngga s

kamu sekarang." Tambah

rsenyum. "Makasih

a bingung. "Makasih

aku di kampus ini, jadi m

napa?" ta

a biasanya aku sesenan

ngsung mengusap pelan bahu Alana. "Saba

ab Alana disertai

tanya mau ke ka

angguk. "Ay

ninggalkan tempat ramai

kan untuk mencari-cari teman-temannya. Dan tepat, di tengah sana. Sudah

ngan Alana, kemudian berja

Zemira pada ke

enoleh menatap Zemira,

" tanya ked

tanya. Dan hal itu membuat ke

aja, kaliiii!" uc

g. Eh, seremmm!!!" sambung wani

ibirnya kesal. "Ngeselin,

mudian mengalihkan pandangannya ke

?" tanya wanit

a ini." ucap Zemira yang langsung menda

yengir melihat

u Alana.

" jawab kedua

berdiri terus kaya gitu!" ajak w

"Makasih." tuturnya, kemudian

gue duduk, Fiq

enatap wanita di sampingnya. Ke

kedua bersamaan, l

at kesal la

gue." marahnya kemudian ingin pergi, ta

." uca

anjang. "Oke. Awas aja Lo berdua

.." ejek wanita

balas

san sama Mira?" tanya

ngguk. "Iya

m dulu, Alana juga pengen kenal kali sam

erus, kalo yang ini Jihan Fahira. Kamu manggil monyet ju

embem, bibir tipis, hidung mancung, dan suka memakai kacamata itu selalu bikin orang penasaran tent

tidak kenal mau diam atau cerewet. Gadis ini dikenal dengan gadis most wanted, dulu di SMAnya, dan kini ia pun ikut terkenal di

u dilihat seperti itu. Dan juga, Jihan tipe orang ya

ebut Mira ini adalah gadis yang berada di tengah-tengah. Kadang, sifatnya berubah-ubah. Sama hal

Shafiqa dan Jihan sangat sayang kepadanya. Kadang ia diperlakukan seperti Ad

l di mana Al?"

aku

amira ketika Alana ingin menj

kesal Zemira memotong pembicaraannya dengan Alana.

a, Mir." j

n menghampiri Bu Dien, pemilik warung

ng Agung Residence di depan san

nnya Daffa kan?" t

dahinya bingung.

ya, Daffa yang kuliah

Alana aja baru. Kenapa lo nany

i gue kenalnya Kak Daffa d

ucinan. Jadi ikut bucin, eh padahal ga jadian-jadian." Sindi

a Zemira yang tiba-tiba datang membawa

ek kali." jawab

hri Adiwijaya bukan?"

usias. "Iya, itu Al. T

g kalo ada acara di rumah aku. Makanya aku tau dia dari Ayahnya waktu itu, kalo ngga sal

aku kagum sama di

disini ikut ospek?"

ngguk. "Ikut." jawa

aru." ujar Alana sedih, perihal dirinya

alahan ya, anak-anak baru disini tuh pada

h kasih. Kemarin aja ya, anak-anak yang ga berkecukupan masa di pilih k

k percaya. "Kok gitu,

katanya. "Al, makanannya nanti ding

ngiyakan, kemudian

erkumpul di lapangan. Sekarang! Sekali lagi, kepada mahas

uman tuh."

ama Jihan jurusan

skan minumannya menyahut,

ira. Kemudian, setelah makan semuanya lan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
About Alana's life
About Alana's life
“Alana Septiani Putri, gadis yang berusia 18 tahun ini harus dilahirkan dalam keluarga yang membencinya. Terutama, sang Kakak. Menjadi salah satu dari dua bersaudara memang harus menerima resikonya apapun yang terjadi. Yah, seperti Alana contohnya. Dirinya yang harus selalu dibandingkan dengan sang Kakak yang memang sangat dinomorsatukan dalam hal prestasi akademik. Yang sangat amatlah jauh berbeda darinya. Padahal jauh dari kakaknya, ia lebih pintar. Namun, kepintarannya itu ditiadakan oleh sang kakak. Satu hal yang sangat amat dan harusnya didapatkan oleh Alana sejak kecil tak pernah tersampaikan. Kadang, ia bertanya apakah ada suatu saat yang tepat ia akan menerima hal tersebut, mungkin ia akan meminta untuk menghentikan dunia pada hari itu. Yup, Alana membutuhkan rasa kasih sayang dari keluarganya untuk pertama & terakhir kalinya. Kapan kah, ia mendapatkannya? Yuk, simak!”
1 Bab 1 Pengenalan Alana2 Bab 2 Pengenalan Keluarga 13 Bab 3 Pengenalan Keluarga 24 Bab 4 Hari Pertama Menjadi MABA5 Bab 5 Pengenalan Jurusan6 Bab 6 Anandito Evan Dio7 Bab 7 Pengenalan Kampus8 Bab 8 Diantar Daffa9 Bab 9 Fitnah10 Bab 10 Diteror 111 Bab 11 Diteror 212 Bab 12 Kenyataan Pahit13 Bab 13 Pemakaman14 Bab 14 Menenangkan Diri15 Bab 15 Sabar16 Bab 16 Masalah Lagi17 Bab 17 Dijemput Evan18 Bab 18 Shafiqa Marah19 Bab 19 Ingin Sendiri20 Bab 20 Tiara Siapa 21 Bab 21 Tiara Sakit Apa 22 Bab 22 Kemarahan Keluarga Besar23 Bab 23 Perasaan Daffa24 Bab 24 Masalahnya Apa 25 Bab 25 Evan Mengetahuinya 26 Bab 26 Rencana Alena27 Bab 27 Kedatangan Sang Papa28 Bab 28 Alana Kenapa 29 Bab 29 Ungkap Kelicikan Alena30 Bab 30 Penyesalan31 Bab 31 Bertemu Tiara32 Bab 32 Permintaan Tiara33 Bab 33 Alena Kabur34 Bab 34 Siapa Adelle 35 Bab 35 Geng Scorpio Girls