icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Betrayal

Bab 3 Just Prank

Jumlah Kata:1173    |    Dirilis Pada: 10/12/2021

va. Memang seperti itulah ayahnya ketika sedang marah besar

lebih baik berdiam diri daripada melakukan pembelaan. Ia tidak ingin ayahnya semakin murka bila diri

r rumah lagi, kecuali pergi ke kampus." Itulah sebuah peringatan keras dari ayahnya. Silva ha

begitu ia sangat bersyukur sebab ayahnya tidak menyita ponsel kesayangan

*

berarti rencana mengerjakan Silva di ha

cana gagal dong. Gue harus bilang ke Vera biar dia bica

juga. Erga dan Vera, malam itu juga datang ke rumah Shereen. Secara kebetulan di

h direncanakan dari tadi siang terancam gagal. Tapi Malika dan Shereen tidak kehabisan akal. Mereka berdua berusaha meyakinkan

*

tibalah Malika. Mereka semua berencana membuat Silva bisa keluar dari rumah. Mau tidak mau, Mali

di rumah. Dengan terpaksa ibunya pun mengizinkan Silva untuk keluar

ak akan lama juga, paling kita cuma baca-baca buku sebentar sekalian a

jantungnya berdeg

lva. Karena bisa saja ayahnya tidak akan mungkin mengizi

tahu Silva melalui pesan chat terlebih dahulu, sebelum ia berada

*

mereka yang memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Silva. Rencananya, mereka semua akan membuat

aja rencana ini sudah dibicarakan sebelum Silva datang. Silva masih belum cu

Silva, kenapa elo dekat-dekat sama dia

ma dia. Dia, 'kan pacar

u tahu, pokoknya ren

nang a

*

icara apalagi sekedar obrolan basa-basi. Mengajak bermain pun tidak. Di sini Silva terlihat bete. Dalam hati ia berkata, "Kenapa aku berulang tahun, nggak ada s

an bermain biliar. Tatapan mata Silva terjatuh ke arah Erga dan Malika. Ia mungkin sedikit cemburu melihat kekasih dan sa

k gitu. Dia kayak sedih dan bete ban

an Deva. Sedang gue disuruh Shereen dekatin elo, 'kan? Biar Silva merasa terasingkan di sini. Dan re

berada di tempat itu. Terasingkan tak dianggap bagaikan puntung rokok yang sengaja dibuang dan tak

mengejar Silva disusul oleh Vera, Malika, Shereen dan juga Deva. Mereka berlima berpapasan dengan Rifki yang muncul dari b

ar si Silva. Kasian tuh anak nangis sesenguk

a menyamai Silva, ia langsung menarik lengan Silva dan berkata

lengannya. Padahal Malika, Shereen, dan Vera juga sudah berkata, "It's prank and happy birthday my best friend." Silva m

ekali. Sampai beberapa orang melihat ke arah mereka

Malika. Aku hanya ikutan mendukung aja. Tapi aku nggak tahu lho, kalau kamu semarah dan sekesal ini.

merencanakan hal ini. Please maafkan kam

asih dan para sahabatnya itu. Lalu mereka semua meningg

atas kasur empuknya. Ia terlihat lelah dan memikirkan sesuatu. Pandangannya jau

h? Nggak mungkin, iihh," gu

bersarang di bena

*

Read

pertama di platfo

suka dengan

ih & selam

i IG: @yenifri2

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Betrayal
The Betrayal
“"Ya, apa sih? Kok elo harus minta maaf segala. Apa elo buat salah di belakang gue?" "Iya Sil, sebenarnya gue ... gue ... ehmmm ... gue ssukaa ... sama Erga," aku Malika berkata jujur, lalu ia menunduk penuh penyesalan. Bagai tersambar petir, Silva pun tidak percaya apa yang baru saja ia dengar dari sahabatnya. Malika, Shereen, dan Silva bersahabat, segala suka dan duka mereka lalui bersama. Namun, kini indahnya persahabatan sirna karena konflik percintaan di antara mereka. Seorang pria tampan bernama Erga hadir di tengah-tengah persahabatan mereka. Hingga akhirnya masalah dan perdebatan bermula dari sini. Malika yang tiba-tiba menyukai Erga sampai pengakuannya kepada Erga dan Silva. Lalu Erga yang harus di hadapkan oleh pilihan yang sulit antara memilih Malika atau Silva? Sedang Shereen, apakah ia mampu menjadi penengah bagi hubungan mereka? Bagaimanakah kelanjutan kisah persahabatan yang dibumbui oleh pengkhianatan? Sumber Illustrasi by Canva Pro Follow IG: @yenifri29 & @yukishiota29”
1 Bab 1 Cerita Cinta Antara Silva dan Erga2 Bab 2 Kemarahan Sang Ayah3 Bab 3 Just Prank4 Bab 4 Benih Cinta5 Bab 5 Terperanjat6 Bab 6 Tentang Perasaan Malika7 Bab 7 Support Sang Sahabat8 Bab 8 Kecelakaan9 Bab 9 Kebersamaan Terakhir Malika dengan Silva10 Bab 10 Pengakuan Malika11 Bab 11 Keputusan Sulit Bagi Erga12 Bab 12 Semua yang Telah Berakhir13 Bab 13 Kepergian Silva14 Bab 14 Back to Jakarta15 Bab 15 Sahabat Selamanya16 Bab 16 Pulang ke Bandung17 Bab 17 Teman Baru18 Bab 18 Keunikan Delia19 Bab 19 Kedatangan Silva ke Jakarta20 Bab 20 Cerita Shereen dan Kekasihnya21 Bab 21 Bau Bangkai yang Tercium22 Bab 22 Karma Pertama Malika23 Bab 23 Shereen Patah Hati, Malika yang Bersalah24 Bab 24 Sang Mantan Datang Kembali25 Bab 25 Undangan Pertunangan26 Bab 26 Silva Jatuh Pingsan27 Bab 27 Apa yang Erga Rencanakan 28 Bab 28 Malika Baper Lagi29 Bab 29 Mobil Goyang30 Bab 30 Bukan Pelakor31 Bab 31 Erga Mulai Dekat Kembali dengan Malika32 Bab 32 Masuk Kamar33 Bab 33 Lewat Jendela Kamar34 Bab 34 First Kiss35 Bab 35 Perasaan Dilema36 Bab 36 Kepergok Berduaan37 Bab 37 Dilema Dalam Kebingungan38 Bab 38 Biarlah Waktu yang Menjawab