icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tujuh Tahun, Dusta Empat Tahun

Bab 5 

Jumlah Kata:712    |    Dirilis Pada: 18/11/2025

Pandan

s" ke Miami-perjalanan yang sekarang kutahu adalah liburan romantis dengan selingkuhannya yang sedang hamil. Dia

tai. Dia menunjuk rasi bintang, suaranya gumaman rendah dan romantis di antara suara ombak. Dia

rah dan emas. Kembang api. Lalu satu lagi, dan satu lagi. Pertunjukan kelas profesional

pantai berhenti

kata seorang wanita di dekat kami

i bukan untuk lamaran. Ini untukku. Satu lagi isyarat besar yang kosong. Pertunjuk

dan menunjuk ke langi

bang api membentuk huruf. Huruf B ra

Brama d

ri," bisiknya di telingaku, napa

engabaikan perlawananku yang kaku, dan menciumku. Itu adalah ciuman pu

enuh keajaiban, berlari ke arahku dan menyodorkan tongkat cahaya mera

k rambutnya. "Lihat? Bukan ha

n. Tongkat cahaya itu terasa tidak pantas di tanganku, simbol kesucian yang telah dinod

kurasa kamu harus menyimpannya. Beberapa hal terlalu

ampak bingung. Br

selusin, El," katanya, m

anak?" tanyaku, suaraku mem

ita, hanya kita berdua. Tapi... jika kamu menginginkannya, tentu saj

acun. Dia sudah menjanjikan seorang anak kepada orang lain. Aku hampir bisa mel

itu ada di sana, membara di ujung lidahku. Tapi kemudian aku m

Dari perpisahan cepat dan putus asa yang pasti dia berikan pada Ki

Kamu tidak bisa berdebat dengan keboh

lik dari tontonan norak di

ing. Dia melirik layar, ekspresinya langsung berubah d

," katanya, suaranya tega

gar percakapannya. Aku bisa membacanya di wajahnya. Iritasi a

ilan dan berbalik ke arahku, wajahnya topeng penyesalan. "Sayang

araku tanpa emosi. "Pergila

kan menebusnya! Aku akan meneleponmu kalau sudah selesai!" teriak

. Dia tidak p

lu mengeluarkan ponselku sendiri dan membuka aplikasi oj

" tanyaku pada pengemudi, suaraku tenang tan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tujuh Tahun, Dusta Empat Tahun
Tujuh Tahun, Dusta Empat Tahun
“Petunjuk pertama bahwa hidupku adalah kebohongan adalah sebuah desahan dari kamar tamu. Suamiku yang telah kunikahi selama tujuh tahun tidak ada di ranjang kami. Dia bersama anak magangku. Aku menemukan suamiku, Brama, berselingkuh selama empat tahun dengan Kinan-gadis berbakat yang kubimbing dan kubiayai sendiri uang kuliahnya. Keesokan paginya, Kinan duduk di meja makan kami dengan kemeja Brama sementara suamiku itu membuatkan kami panekuk. Brama berbohong tepat di depan wajahku, berjanji tidak akan pernah mencintai wanita lain, tepat sebelum aku tahu bahwa Kinan hamil anaknya-anak yang selalu dia tolak untuk kumiliki bersamanya. Dua orang yang paling kupercaya di dunia telah bersekongkol untuk menghancurkanku. Rasa sakit ini bukanlah sesuatu yang bisa kutanggung; ini adalah pemusnahan seluruh duniaku. Jadi aku menelepon seorang ahli saraf tentang prosedur eksperimentalnya yang tidak dapat diubah. Aku tidak ingin balas dendam. Aku ingin menghapus setiap kenangan tentang suamiku dan menjadi subjek uji coba pertamanya.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 18