Orion Blake
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Orion Blake
Singa Suamiku Memakan Anakku
Horor Suamiku adalah pelatih hewan ternama di dunia, menjalankan kebun binatang eksotis yang terkenal. Bahkan binatang buas yang paling ganas pun menjadi jinak seperti kucing di hadapannya.
Namun, pada hari dia membawa putra kami, Jeffry, berkunjung ke kebun binatang, singa favoritnya tiba-tiba keluar dari kandangnya dan memangsa anak kami.
Di kamar jenazah, aku memeluk tubuh putraku yang sudah tak utuh lagi dan menangis tersedu-sedu hingga tak sadarkan diri, sementara dia bergegas kembali ke kebun binatang semalaman untuk menenangkan singa yang ketakutan.
"Bethany, singa itu biasanya sangat penurut. Ini hanya kecelakaan. Setiap orang memiliki takdirnya sendiri. Aku juga sangat sedih, tapi yang sudah berlalu biarlah berlalu. Kita harus menatap ke depan."
Baru setelah melihat di rekaman pengawasan bahwa dia sedang menenangkan manajer perempuan yang baru, sambil berbisik, "Cathleen, aku tidak menyalahkanmu karena tidak melaporkan kandang yang rusak tepat waktu. Semua orang di kebun binatang berisiko terluka; Jeffry hanya kurang beruntung."
Saat itu, aku merasa darah di nadiku membeku.
Ternyata orang yang menyebabkan kematian putra kami adalah ayah yang paling dia kagumi.
Aku mematikan rekaman pengawasan dan mendonasikan singa kecil kesayangannya ke kebun binatang nasional secara gratis.
Kemudian, aku mengirimkan foto putraku ke koneksi di jaringan bawah tanah, "Pastikan mereka menerima akibatnya. " Anda mungkin suka
Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian..... Antara Kerja dan Kenikmatan
Juliana Kupejamkan mataku, dan kukecup bibirnya dengan lembut, dia menyambutnya. Bibir kami saling terpaut, saling mengecup. Pelan dan lembut, aku tidak ingin terburu-buru. Sejenak hatiku berkecamuk, shit! She got a boyfriend! Tapi sepertinya pikiranku mulai buyar, semakin larut dalam ciuman ini, malah dalam pikiranku, hanya ada Nita.
My logic kick in, ku hentikan ciuman itu, kutarik bibirku mejauh darinya. Mata Nita terpejam, menikmati setiap detik ciuman kami, bibir merahnya begitu menggoda, begitu indah. Fu*k the logic, kusambar lagi bibir yang terpampang di depanku itu.
Kejadian ini jelas akan mengubah hubungan kami, yang seharusnya hanya sebatas kerjaan, menjadi lebih dari kerjaan, sebatas teman dan lebih dari teman.